Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Setelah Pelatihan 30 Ribu Manajer Koperasi Mau Ditempatkan Dimana?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Setelah Pelatihan 30 Ribu Manajer Koperasi Mau Ditempatkan Dimana?

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan seluruh peserta ditargetkan menyelesaikan pelatihan pada awal Agustus sebelum langsung menjalankan tugas di daerah masing-masing.

Nugroho P.
Last updated: Juli 2, 2026 9:03 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi calon manajer KDMP.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Sebanyak 30 ribu calon manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih bakal mulai diterjunkan ke lapangan pada Agustus 2026. Penempatan ini dilakukan setelah mereka menuntaskan program pelatihan bela negara yang difasilitasi Kementerian Pertahanan.

Program besar tersebut jadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat pengelolaan koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Harapannya, koperasi bisa dikelola lebih profesional dan punya daya saing yang lebih kuat.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan seluruh peserta ditargetkan menyelesaikan pelatihan pada awal Agustus sebelum langsung menjalankan tugas di daerah masing-masing.

Menurut Ferry, proses penempatan itu juga berbarengan dengan penyelesaian pembangunan berbagai fasilitas pendukung Koperasi Desa Merah Putih, mulai dari gudang, gerai usaha, hingga perlengkapan operasional lainnya.

“Insya Allah awal Agustus mereka sudah selesai mengikuti pelatihan dan langsung ditempatkan di seluruh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih,” ujar Ferry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Pemerintah menegaskan, mekanisme penempatan tidak dilakukan secara acak. Para calon manajer akan ditempatkan sesuai dengan daerah asal masing-masing agar lebih memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Skema itu diharapkan bisa mempermudah adaptasi sekaligus memperkuat hubungan antara pengelola koperasi dan warga di lingkungan sekitar.

Ferry menyebut pekan pertama Agustus menjadi target awal dimulainya penempatan para manajer tersebut ke berbagai wilayah di Indonesia.

Untuk tahap pertama, jumlah kebutuhan masih berada di angka 30 ribu orang. Namun, angka itu berpotensi bertambah pada tahun-tahun berikutnya.

Penambahan tenaga manajerial nantinya akan mengikuti perkembangan pembangunan fisik dan perluasan unit usaha Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah.

Semakin banyak gerai dan fasilitas yang selesai dibangun, kebutuhan sumber daya manusia juga diperkirakan ikut meningkat.

Di sisi lain, pemerintah menyiapkan bekal yang cukup lengkap sebelum para manajer turun langsung ke lapangan. Kementerian Koperasi telah menyusun 12 modul pelatihan khusus untuk meningkatkan kemampuan manajerial peserta.

Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari manajemen koperasi, tata kelola organisasi, digitalisasi usaha, hingga praktik koperasi sukses yang mampu menembus pasar ekspor.

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan pelatihan tersebut dirancang agar para peserta memiliki gambaran nyata mengenai pengelolaan koperasi modern.

Menurutnya, koperasi desa punya peluang besar berkembang menjadi lembaga usaha yang profesional apabila dikelola dengan manajemen yang tepat.

Farida juga menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau formalitas belaka, melainkan benar-benar dipersiapkan untuk membentuk tenaga profesional.

Kurikulum yang digunakan telah dikoordinasikan dengan berbagai lembaga yang memiliki kewenangan di bidang sertifikasi profesi.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan, para calon manajer nantinya akan memperoleh sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP.

Sertifikat tersebut menjadi bukti kompetensi sekaligus standar kemampuan yang dimiliki sebelum mereka memimpin operasional koperasi di daerah masing-masing.

Lokasi pelatihan sendiri tetap memanfaatkan pusat pendidikan dan pelatihan yang selama ini telah berjalan. Namun, seluruh materi dan tenaga pengajar berada di bawah koordinasi Kementerian Koperasi.

Pemerintah berharap kehadiran puluhan ribu manajer baru ini bisa menjadi energi segar bagi perkembangan koperasi di tingkat akar rumput.

Apalagi, Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi salah satu instrumen penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.

Dengan pengelolaan yang profesional, koperasi diharapkan tidak hanya menjadi tempat simpan pinjam, tetapi juga berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi warga.

Digitalisasi juga menjadi salah satu fokus utama dalam pelatihan tersebut. Para manajer didorong agar mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi usaha.

Langkah itu dianggap penting karena persaingan usaha saat ini menuntut koperasi ikut bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.

Pemerintah optimistis model pengelolaan baru ini dapat membawa koperasi desa menjadi lebih modern, transparan, dan menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan.

Kini, perhatian publik tertuju pada proses penempatan yang bakal dimulai awal Agustus nanti. Banyak pihak menantikan bagaimana 30 ribu manajer tersebut akan bekerja dan menghidupkan koperasi di berbagai penjuru Indonesia.

Jika berjalan sesuai rencana, program ini diyakini bisa menjadi salah satu motor baru penguatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada potensi desa dan kelurahan. (*)

You Might Also Like

Inggris Datang, Jateng Pamer Inovasi Hijau dan Potensi Wisata

Cuaca Lagi Galak, Sekda Jateng Bilang: Tenang, Beras Masih Aman

Pemprov Dorong UMKM Fashion Muslim Tembus Pasar Ekspor

Puan-Anindya Ngobrol Serius Tapi Santai: Yuk, Bisnis Jalan, Program Negara Aman

UMK 2026 di Jateng dari Tertinggi hingga Terendah

TAGGED:gerai kdmpkdmpmanajer kdmp
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gudang Gresik Jadi Titik Bongkar, 3 Ton Narkoba Gagal Beredar
Next Article FUN COOKING - Anak-anak di Kelurahan Bulusan, Semarang, antusias mengikuti sesi belajar memasak untuk mengisi liburan sekolah di lingkungan rumah mereka, Kamis (1/7/2026). (ern) Fun Cooking sampai Public Speaking! Cara Seru Anak-anak Bulusan Isi Liburan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Dari Jateng untuk NTT: 16 Relawan dan Ribuan Paket Bantuan Dikirim

Bromo Tutup, Omzet Jeep Wisata Malang Ikut Ambyar

Kemensos Gercep Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Lita Raih ASN of The Year Purbalingga, Hadiah Umrah

Luthfi: Kemerdekaan Harus Terasa di Meja Makan Rakyat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka saat rapat dengar pendapat dengan akademisi terkait dengan pembahasan RUU BUMN. Foto: dok.
Ekonomi

Revisi UU BUMN: DPR Sepakat BUMN Harus Transparan & Bebas Rangkap Jabatan

September 26, 2025
Sirkular

Sampah Masih Cemari Lingkungan, DLHK Jateng Dorong Ekonomi Sirkular Hingga Tingkat Desa

Juli 16, 2025
Ekonomi

Buru THR Lebaran? Ini Spot ATM Pecahan Kecil di Semarang

Maret 6, 2026
SINERGI - Direksi PLN Icon Plus dan IconGreen menyamakan langkah sekaligus memperkuat sinergi antaranak perusahaan PLN Group dalam mendukung pengembangan bisnis dan percepatan transisi menuju energi bersih.
Ekonomi

PLN Icon Plus Jateng dan IconGreen Kompak Dukung Transisi Energi

Juli 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Setelah Pelatihan 30 Ribu Manajer Koperasi Mau Ditempatkan Dimana?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?