Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tak Cuma Narik Pajak, UPT Bapenda Kini Ikut Promosikan Aset
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Tak Cuma Narik Pajak, UPT Bapenda Kini Ikut Promosikan Aset

Punya aset banyak tapi cuma jadi penghuni daftar inventaris? Bagi Pemprov Jateng cara itu sudah waktunya ditinggalkan. Kini aset-aset yang selama ini menganggur bakal "dijemput bola" supaya bisa menghasilkan uang.

T. Budianto
Last updated: Juli 22, 2026 1:59 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
ASET PEMPROV: Lahan kosong seluas 15.185 meter persegi di Desa Tragung, Kandeman, Kabupaten Batang milik Pemprov Jateng yang disewakan. (Foto: BPKAD Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pemprov Jateng mulai mengubah cara mengelola aset daerah. Tak lagi menunggu calon penyewa datang, kini pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di 35 kabupaten/kota bakal ikut turun tangan mempromosikan aset-aset milik pemerintah agar lebih produktif dan mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Strategi baru itu disampaikan Sekda Jateng, Sumarno saat Focus Group Discussion (FGD) Transformasi Tata Kelola Aset Pemerintah Daerah untuk Optimalisasi PAD di Gedung Merah Putih, Semarang, Selasa (21/7/2026).

Menurut Sumarno, UPT Bapenda dipilih karena lebih mengenal kondisi wilayah dan lebih dekat dengan lokasi aset milik Pemprov yang tersebar di berbagai daerah. “Dengan konsep ini, nanti marketing yang memasarkan adalah teman-teman UPT, karena lokasinya dia lebih dekat,” kata Sumarno.

Awalnya, Pemprov sempat mengusulkan pembentukan biro khusus pengelola aset. Namun rencana itu kandas karena tidak memperoleh persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri.

Baca juga: PRPP Jateng Konsisten Catatkan Kerugian, Pemprov Ungkap Faktor Ini

Sebagai gantinya, dibentuklah Satgas Pandawa (Satuan Tugas Pemberdayaan Aset Berjiwa Wirausaha) yang bertugas mengoptimalkan aset-aset yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Menurut Sumarno, keterlibatan UPT Bapenda diharapkan membuat proses promosi dan penjajakan kerja sama dengan calon penyewa menjadi lebih cepat.

“Dengan interaksi yang lebih cepat, lebih dekat, dan lebih masif, aset-aset yang selama ini idle bisa dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pihak ketiga sehingga memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD,” ujarnya.

Calon Penyewa

Sementara itu, Ketua Satgas Pandawa, Dhoni Widianto mengungkapkan, strategi tersebut mulai membuahkan hasil. Dalam kurun Juni hingga Juli 2026 saja, Satgas berhasil mendapatkan 13 calon penyewa baru yang siap memanfaatkan aset milik Pemprov di sejumlah daerah.

“Sampai hari ini sudah ada tambahan 13 calon penyewa yang akan menyewa aset kita. Harapan kami aset-aset itu akan memberikan nilai tambah pada PAD kita yang sebelumnya mungkin belum tergarap,” kata Dhoni.

Meski demikian, ia mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya memperluas publikasi agar semakin banyak masyarakat maupun investor mengetahui aset yang tersedia.

Selain itu, beberapa aset juga perlu direnovasi terlebih dahulu sebelum layak disewakan. “Ada aset yang memang harus diperbaiki dulu supaya layak disewakan,” jelasnya.

Baca juga: PRPP Hampir Bangkrut, Pemprov Jateng Klaim Kinerja BUMD Secara Keseluruhan Positif

Di sisi lain, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa optimalisasi aset merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah. Menurutnya, aset pemerintah tidak boleh hanya menjadi catatan administrasi, tetapi harus mampu menghasilkan manfaat ekonomi melalui kerja sama dengan masyarakat maupun dunia usaha.

“Makanya, yang di dinas, di Samsat, kita branding kembali dengan cara dipasarkan sesuai dengan kearifan lokal,” ujar Luthfi. Saat ini Pemprov Jawa Tengah tercatat mengelola 8.866 bidang tanah dan 24.098 unit bangunan. Lewat strategi pemasaran baru tersebut, aset-aset yang selama ini menganggur diharapkan berubah menjadi sumber pendapatan baru sekaligus mengurangi beban biaya pemeliharaan.

Aset pemerintah itu ibarat toko. Kalau pintunya terus ditutup, ya jangan heran kalau tak ada pembeli yang datang. Kini Pemprov memilih membuka etalase dan turun menawarkan dagangannya. Sebab aset yang cuma rajin masuk daftar inventaris, tanpa pernah menghasilkan, ujung-ujungnya hanya jadi penghuni laporan keuangan, bukan penggerak pembangunan. (tebe)

You Might Also Like

Jateng Pertahankan Guru Non-ASN

Gubernur Jateng Selalu Dirujak Netizen, Gimana Kinerja Luthfi-Yasin Setahun Terakhir?

Jelang Kemarau, Produksi Padi Jateng Sudah Tembus 6,69 Juta Ton

Terpuruk! Rupiah Semakin ‘Sujud’ di Kaki Dolar AS, Tembus Rp17.727 per USD

Bandara Ahmad Yani Kini Ikut Nguri-uri Tari Tradisional

TAGGED:ahmad luthfiaset pemprovbapenda jatengbpkad jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article RUU Kawasan Industri Digodok, Agustina Minta Pusat dan Daerah Berbagi Peran
Next Article KEPALA BGN - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang. BREAKING NEWS: Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

LUDES TERBAKAR-Belasan rumah di lingkungan Asrama Polisi Kota Lama Semarang ludes terbakar, Sabtu (5/9/2026) sore. (bae)

15 Rumah Aspol di Kota Lama Semarang Ludes Terbakar

KEBAKARAN--Petugas tampak berjaga di sekitar lokasi kebakaran Asrama Polisi di dekat Satpas Satlantas Polrestabes Semarang, Kota Lama, Sabtu (5/9/2026). (bae)

Asrama Polisi di Kota Lama Semarang Terbakar, Kabut Asap Ganggu Wisatawan

Ilustrasi skyquake atau gempa langit.

BMKG Sebut Gempa Langit, Ihwal Dentuman Suara Misterius di Bandung dan Sekitarnya

TERSANGKA - Tampang MDFS, pria Blora tersangka kasus pembunuhan terhadap Mozza Axillia Gunarsa. (ist)

Begini Tampang Pria Blora Pembunuh Mozza, Statusnya Kini Tersangka

Bukan Cuma Lapangan Pancasila, Semarang Ikut ‘Dandan’ Sambut MTQ

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Mau Dagang Kok Minta Izin Dulu? DPR Sentil ART Prabowo-Trump

Maret 2, 2026
Hukum

Wabup Sukoharjo: “Pemerintahan Normal, Kami Tunggu Penjelasan KPK”

Juli 11, 2026
Gubernur Jateng, Bupati Pati dan sejumlah pihak meninjau banjir Pati, Selasa (13/1/2026). *(ist)
Info

Banjir Pati Rendam 59 Desa, Pemprov Belum Tetapkan Darurat Bencana

Januari 13, 2026
JADI SOROTAN - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Ekonomi

Bahlil Plintat-plintut soal Pasokan Batu Bara ke PLN, Sempat Bilang Aman Kini Akui Kurang

Juni 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tak Cuma Narik Pajak, UPT Bapenda Kini Ikut Promosikan Aset
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?