Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Terpuruk! Rupiah Semakin ‘Sujud’ di Kaki Dolar AS, Tembus Rp17.727 per USD
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Terpuruk! Rupiah Semakin ‘Sujud’ di Kaki Dolar AS, Tembus Rp17.727 per USD

R. Izra
Last updated: Mei 19, 2026 4:28 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
MATA UANG - Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar AS.
MATA UANG - Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar AS.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Rupiah lagi-lagi bikin deg-degan. Nilai tukar mata uang Indonesia kembali melemah tajam dan kini resmi tembus level Rp 17.700 per dolar Amerika Serikat (AS).

Buat banyak orang, angka ini mungkin cuma kelihatan seperti statistik ekonomi biasa. Tapi di balik itu, ada banyak efek yang pelan-pelan mulai terasa di kehidupan sehari-hari.

Mulai dari harga barang impor yang naik, biaya produksi industri makin mahal, sampai ancaman harga kebutuhan yang ikut merangkak naik.

Bacaaja: Rupiah Melemah Makin Nyungsep, Prabowo: Orang Desa Gak Pakai Dolar
Bacaaja: Rupiah Terus Melamah, IHSG Nyaris Trading Halt: Ekonomi RI Kehilangan Kepercayaan?

Pada perdagangan Selasa (19/5/2026), rupiah tercatat melemah 72 poin atau sekitar 0,41 persen ke posisi Rp 17.740 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS justru makin kuat.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengatakan pelemahan rupiah hari ini dipengaruhi kombinasi sentimen domestik dan global. Dari dalam negeri, pasar lagi menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan diumumkan besok.

Investor sekarang lagi memperhatikan langkah apa yang bakal diambil BI buat menahan tekanan terhadap rupiah. Selain itu, kondisi fiskal pemerintah juga dinilai makin tertekan gara-gara harga minyak dunia yang masih tinggi.

“Ruang fiskal terus menyempit akibat subsidi yang membengkak,” kata Rully.

Harga minyak dunia yang masih bertahan di atas 100 dolar AS per barel bikin beban subsidi pemerintah ikut membesar. Dan itu jadi salah satu hal yang bikin pasar mulai khawatir. Sementara dari luar negeri, tekanan datang dari Amerika Serikat.

Inflasi AS yang masih tinggi bikin imbal hasil obligasi pemerintah AS atau yield makin naik. Akibatnya, banyak investor global memilih memindahkan dana mereka ke aset dolar yang dianggap lebih aman dan menguntungkan. Efeknya langsung terasa ke negara berkembang seperti Indonesia.

Rully menjelaskan selisih keuntungan obligasi Indonesia dan AS sekarang makin tipis sehingga pasar asing mulai menganggap investasi di Indonesia kurang menarik. Kalau sudah begitu, biasanya dana asing mulai keluar dan rupiah ikut tertekan.

Belakangan ini kondisi rupiah memang lagi jadi sorotan. Soalnya pelemahan mata uang biasanya cepat berdampak ke banyak sektor.

Industri yang bergantung pada bahan baku impor mulai tertekan, harga barang luar negeri makin mahal, sampai pasar saham ikut goyah.

Di media sosial sendiri, banyak netizen mulai bercanda kalau “dolar makin sultan” sementara rupiah makin ngos-ngosan.

Tapi di balik candaan itu, banyak juga yang mulai khawatir karena kalau rupiah terus melemah, efeknya bisa makin terasa ke kebutuhan sehari-hari.

Pedagang tempe menjerit, terdampak pelemahan rupiah

Harga kedelai impor terus merangkak naik sejak awal 2026. Akibatnya, banyak produsen tempe mulai pusing mikirin biaya produksi yang makin berat.

Salah satunya dirasakan Adip Muharam, pengusaha tempe rumahan di kawasan Pandean Lamper, Gayamsari, Semarang.

Menurut Adip, mayoritas bahan baku tempe yang dipakai saat ini masih bergantung pada kedelai impor. Jadi ketika dolar AS makin mahal dan rupiah melemah, harga kedelai otomatis ikut melonjak.

“Kalau bisa ya pemerintah itu ditekanlah dolarnya itu,” kata Adip saat ditemui di rumah produksinya, Selasa (19/5/2026).

Ia mengaku kondisi sekarang cukup memberatkan pelaku usaha kecil seperti dirinya. Soalnya kenaikan harga bahan baku terjadi terus-menerus sementara daya beli masyarakat belum tentu ikut naik.

Buat pengusaha tempe skala rumahan, situasi seperti ini bikin serba salah.

Kalau harga tempe dinaikkan, takut pembeli kabur. Tapi kalau dipertahankan, keuntungan makin tipis bahkan bisa nombok.

Adip bilang para produsen sekarang benar-benar bergantung pada kondisi impor karena pasokan kedelai lokal masih belum mencukupi kebutuhan pasar.

“Kita produsen juga bergantung sama impor,” lanjutnya. (*)

You Might Also Like

Wali Kota Denpasar Buka-bukaan! Penonaktifan BPJS Kesehatan Itu Instruksi Presiden

Terus Bertambah, Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Jadi 16 Orang

Taruna Baru, Perwira Lulus, Semarang Jadi Rumah Kedua…

Ziarah ke Makam Kartini: Perempuan Nggak Cukup Pintar, Harus Punya Arah

Rute Penerbangan Internasional Bandara Ahmad Yani Seret, Padahal Trafik Pesawat Naik 36 Persen

TAGGED:dolardolar asheadlinekedelai imporrupiahtempeusd
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tanggul Sungai Plumbon Jebol, Huntara Disiapkan
Next Article Daop 4 Tutup Enam Perlintasan Liar Sepanjang 2026

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SINDIR PEMERINTAH--Warga Kandri saat upacata HUT RI cosplay mengkritik ucapan Prabowo soal pengupas bawang. (bae)

Warga Kandri Cosplay Jadi Juragan Bawang saat HUT RI, Sindir Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu

BANGUNAN ROBOH - Sebuah bangunan di NTT roboh setelah diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

Update Gempa NTT: BNPB Nyatakan Korban Tewas Bertambah Jadi 68 Jiwa

UPACARA UNIK--Emak-emak Kampung Gang Presiden, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mengenakan kostum daur ulang sampah plastik saat menggelar upacara bendera HUT Kemerderkaan ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026). (ist)

Bukan Upacara Biasa! Emak-emak Gang Presiden Puntan Pakai Kostum Daur Ulang Sampah

Bidan Ngada Berjuang Terangi Persalinan Pakai HP

Kenapa Perempuan Lebih Rentan Cedera ACL?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Jateng Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Gerak Kilat Saat Musibah

Agustus 2, 2026
Anggota Komisi XII DPR RI, Sigit Karyawan Yunianto, saat mengikuti pertemuan bersama perguruan tinggi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), PT PLN (Persero) dan stakeholder di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (30/8/2025)
Sirkular

DPR Gaspol Dorong Energi Terbarukan Buat Wilayah 3T, Biar Gak Gelap Terus!

September 2, 2025
Daerah

Buruh Semarang Ngudoroso UMR, Wali Kota: Tenang, Tak Kawal…

November 25, 2025
Tokoh agama pengasuh Ponpes Ar-Rahman Basyaiban Rancamulya, KH Ahmad Yazid Basyaiban atau Gus Yazid, saat diperiksa Kejati Jateng terkait dugaan TPPU kasus korupsi Rp237 miliar BUMD Cilacap. Foto: Bae
Hukum

Tokoh Agama Kecipratan Duit Korupsi PT CSA Cilacap Rp237 Miliar: Haram di Bibir, Halal di Rekening?

Agustus 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Terpuruk! Rupiah Semakin ‘Sujud’ di Kaki Dolar AS, Tembus Rp17.727 per USD
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?