Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jangan Keliru, Tiga Sekolah Ini Beda Jalur
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Jangan Keliru, Tiga Sekolah Ini Beda Jalur

Nugroho P.
Last updated: Juli 21, 2026 5:56 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi Sekolah Rakyat.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Pemerintah kini punya tiga model sekolah baru yang sama-sama digadang meningkatkan kualitas pendidikan. Meski sekilas terdengar mirip, Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), Sekolah Rakyat, dan SMA Unggul Garuda ternyata memiliki konsep serta sasaran yang berbeda.

Tahun ini, Sekolah Nasional Terintegrasi mulai resmi dijalankan. Bersamaan dengan itu, proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk SNT juga mulai dibuka.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjelaskan, SNT dirancang sebagai sekolah yang terbuka bagi seluruh kalangan. Berbeda dengan Sekolah Rakyat yang memang diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Selain menyasar kelompok yang berbeda, sistem pembelajarannya juga tidak sama. Sekolah Rakyat menerapkan konsep berasrama, sedangkan SNT tidak menggunakan sistem asrama.

Seleksi masuk SNT dilakukan berdasarkan prestasi akademik maupun nonakademik. Artinya, calon siswa harus bersaing melalui kemampuan dan pencapaian yang dimiliki.

Perbedaan lain terlihat pada jenjang pendidikan. SNT menggabungkan pendidikan tingkat SMP dan SMA dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Sementara itu, SMA Unggul Garuda hanya diperuntukkan bagi siswa jenjang SMA dan menggunakan sistem pendidikan berasrama.

Mu’ti juga menegaskan calon peserta didik SNT berasal dari wilayah tempat sekolah tersebut berdiri. Misalnya, SNT yang berada di Kabupaten Kupang akan memprioritaskan siswa dari daerah itu, begitu pula sekolah yang berada di Kota Subulussalam.

Menurutnya, ketiga program pendidikan tersebut bukan saling menggantikan, melainkan saling melengkapi sesuai kebutuhan masing-masing kelompok masyarakat.

SNT sendiri dibangun bukan sekadar menghadirkan gedung sekolah baru. Pemerintah ingin layanan pendidikan berkualitas semakin dekat dengan anak-anak di berbagai daerah.

Sekolah ini juga dirancang untuk membantu mengembangkan minat, bakat, karakter, hingga potensi akademik peserta didik secara lebih terarah.

Tak hanya fokus pada siswa, SNT juga diharapkan menjadi pusat pengembangan mutu bagi sekolah-sekolah lain di wilayah sekitarnya.

Konsep integrasi yang diterapkan bukan hanya menggabungkan jenjang SMP dan SMA dalam satu kawasan, tetapi juga menyatukan sistem pembelajaran, pembinaan karakter, pengembangan guru, pemanfaatan fasilitas, hingga penjaminan mutu pendidikan.

Dengan pola tersebut, perkembangan siswa diharapkan bisa dipantau lebih berkesinambungan sejak SMP hingga lulus SMA.

Meski begitu, Abdul Mu’ti menegaskan SNT bukan solusi tunggal bagi seluruh persoalan pendidikan nasional. Program ini akan berjalan berdampingan dengan Sekolah Rakyat, SMA Unggul Garuda, revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, serta berbagai kebijakan lain yang sama-sama bertujuan menghadirkan pendidikan bermutu bagi semua anak Indonesia. (*)

You Might Also Like

DPRD Jateng: Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena SPMB

Daya Tampung Siswa Baru Kota Semarang Naik 15 Persen

Advokat Peradi SAI Semarang Sorot Pasal Karet: Mudah Digunakan Jerat Demonstran

Guru China Gugat Posisi Bahasa Inggris di Sekolah

Tim KKN-T Undip 21 Dorong Petani Gedong Ciptakan Produk Inovasi Kopi

TAGGED:sekolah nasional terintegrasisekolah rakyatsma unggul garuda
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Antisipasi Kekeringan, Kementan Tambah 5.000 Pompa di Jateng
Next Article Bocoran Juara Olimpiade, Jangan Takut Soal Susah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Disdikpora Wonosobo bakal Dipecah, Afif: 2027 Dispora Jadi OPD Sendiri

BARANG BUKTI: Barang bukti kasus judi togel dari 3 daerah yang diungkap tim Polda Jateng, dipamerkan saat konferensi pers, Selasa (20/10/2026). (ist)

Polda Jateng Bongkar Jaringan Togel di Tiga Wilayah, Rp2,4 Miliar Diblokir

SIKAPI PERCERAIAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama pihak Pengadilan Agama Semarang menjalin kerja sama menyikapi kasus perceraian. (ist)

Tiap Tahun Ribuan Pasutri Cerai, Pemkot Semarang Pikirkan Nasib Janda dan Anaknya

Ilustrasi pengemudi ojek online (ojol).

Harapan Ojol Jateng di Tengah Rencana Revisi UU Lalu Lintas

Demo Memanas di Eropa, KBRI Diminta Siaga Lindungi WNI

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Guru PAUD Jateng Belajar AI, Nawal Yasin: Jangan Cuma Jadi Penonton Teknologi

Oktober 6, 2026
Pendidikan

Jangan Buang Sisa Makanan, KKN UIN Walisongo Tunjukkan Cara Jadi Cuan

Agustus 24, 2026
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir.
Pendidikan

Haedar Singgung Arah Pendidikan, Jangan Cuma Kejar Pintar Tapi Lupa Nilai

Juli 4, 2026
Pendidikan

Sekolah Swasta Minta “Dilirik” Serius, Bukan Nunggu Sisa Kuota

April 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jangan Keliru, Tiga Sekolah Ini Beda Jalur
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?