Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Daya Tampung Siswa Baru Kota Semarang Naik 15 Persen
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Daya Tampung Siswa Baru Kota Semarang Naik 15 Persen

Cari bangku sekolah tiap musim penerimaan siswa baru sering jadi drama tahunan. Tapi di Kota Semarang, ceritanya mulai berbeda. Pemkot Semarang memilih jalan lain: menggandeng sekolah swasta supaya daya tampung siswa bertambah. Hasilnya? Kapasitas sekolah naik sampai 15 persen, dan kota ini diganjar dua penghargaan dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah.

T. Budianto
Last updated: Maret 9, 2026 6:38 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BANTUAN HIBAH: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng secara simbolis menyerahkan bantuan hibah kepada perwakilan sekolah swasta yang menyelenggarakan pendidikan gratis di Kota Semarang. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang menorehkan catatan positif di sektor pendidikan. Bukan cuma soal pemerataan akses sekolah, tapi juga soal cara mengelola penerimaan siswa baru yang lebih rapi dan transparan.

Lewat kebijakan melibatkan sekolah swasta dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Pemkot berhasil meningkatkan daya tampung siswa hingga 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Langkah ini sekaligus mengurangi ketergantungan calon siswa pada sekolah negeri yang selama ini sering jadi rebutan.

Capaian tersebut diganjar dua penghargaan dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jateng. Penghargaan diterima oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Muhammad Ahsan, dari Kepala BBPMP Jateng Nugraheni Triastuti, Kamis (5/3/2026).

Baca juga: Pengakuan Siswa SMAN 6 Semarang: Auto Melek Isu Radikalisme Usai Meet & Greet Densus

Menurut Agustina, penghargaan ini bukan sekadar simbol, tapi bukti bahwa tata kelola pendidikan di Kota Semarang terus diarahkan lebih inklusif dan terbuka. “Pemkot Semarang sangat mengapresiasi penghargaan ini. Ini hasil kerja bersama semua pihak untuk mewujudkan visi Semarang Cerdas melalui pemerataan akses pendidikan,” kata Agustina.

Penghargaan pertama yang diraih adalah kategori Kinerja Terbaik Pelibatan Sekolah Swasta dan Kepatuhan Rombel SPMB. Lewat kebijakan ini, sekolah swasta tak lagi diposisikan sekadar alternatif, tetapi menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan kota. Dengan cara itu, distribusi siswa menjadi lebih merata dan tidak menumpuk di sekolah negeri.

“Pelibatan sekolah swasta adalah langkah strategis agar tidak ada anak yang tertinggal mendapatkan akses pendidikan. Dengan skema ini, daya tampung siswa bisa naik sampai 15 persen,” jelasnya.

Program Prioritas 

Selain itu, Kota Semarang juga meraih penghargaan Sinergi dan Kolaborasi Program Prioritas Kemendikdasmen. Penghargaan ini diberikan karena dinilai cepat dan patuh dalam menjalankan berbagai program prioritas pemerintah pusat, mulai dari peningkatan mutu pembelajaran hingga perluasan akses pendidikan.

Agustina menegaskan, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah kota. “Kami terus memperkuat sinergi dengan program nasional agar kualitas pendidikan di Semarang sejalan dengan standar nasional, bahkan bisa melampauinya lewat berbagai inovasi daerah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap jumlah rombongan belajar (rombel) dalam SPMB. Menurutnya, menjaga jumlah siswa di kelas sesuai aturan penting agar proses belajar tetap efektif dan nyaman bagi siswa maupun guru.

Baca juga: Anak Semarang Udah Nggak Takut Sekolah!

“Dengan tidak memaksakan jumlah siswa di luar kuota, proses belajar bisa lebih kondusif dan kualitas pendidikan tetap terjaga,” katanya. Ke depan, Pemkot Semarang berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus menjaga integritas dalam sistem penerimaan siswa baru. Tujuannya sederhana: memastikan setiap anak punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Di tengah riuhnya cerita bangku sekolah yang sering jadi rebutan tiap tahun, langkah Semarang ini seolah memberi pesan sederhana: kalau daya tampung diperbanyak dan aturan dijaga, mungkin drama PPDB bisa mulai dikurangi, atau setidaknya, tidak lagi jadi tontonan saban tahun. (tebe)

You Might Also Like

Nawal Yasin Ajak Pesantren Hidupkan Lagi “DNA Literasi”

Dugaan 571 Ribu Penerima Bansos Main Judol, Puan: Jangan Hukum yang Tak Bersalah

Fadia Ngaku Bareng Gubernur Saat OTT, Eh Luthfi Bilang: “Lho, Info dari Mana?”

Semarang Inklusif, Agustina Wilujeng: Komitmen Kota Merangkul Warga

Trump Turunkan Tarif Bea Masuk Jadi 19 Persen untuk Indonesia, Siapa Untung Siapa Buntung?

TAGGED:agustina wilujengdisdik kota semarangheadlinepemkot semarangsekolah swasta
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Keliling SPBU Naik Vespa, Taj Yasin Pastikan Stok BBM Aman
Next Article Kinerja Pemprov Jateng Diapresiasi Pusat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Langit Madinah Berduka, Jemaah Tegal Tutup Perjalanan

Saat Tubuh Berbalik Arah, Autoimun Makin Dekat

Duka Lebanon Menggema, Rico Gugur Dunia Ikut Menoleh

Rudy Bilang Kabar Gelap Menutup Cerah Kaltim

Batuk Tak Pergi, Paru Bisa Kirim Alarm Dini

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi perampokan, pelaku bersenjata tajam. (grafis/wahyu)
Hukum

Gak Hanya Ngerampok, Agus Diduga Sudah Rencanakan Pembunuhan Juragan Sate Boyolali

Januari 31, 2026
Olahraga

Indonesia Tembus 101 Emas, Target APG 2025 Lewat Sebelum Finish

Januari 25, 2026
Sepak Bola

Mahesa Jenar Berburu Samba

Desember 25, 2025
Presiden Prabowo merombak kabinet dengan mencopot lima menteri, termasuk Sri Mulyani dan Budi Arie. Langkah ini dinilai sebagai konsolidasi politik, sekaligus melepaskan bayang Jokowi. Publik menanti, apakah reshuffle ini akan bawa perubahan nyata atau sekadar ganti nama. Foto: dok.
Unik

Prabowo Gaspol di Pidato Perdana, Anggarkan Rp335 Triliun buat Makan Bergizi Gratis 2026

Agustus 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Daya Tampung Siswa Baru Kota Semarang Naik 15 Persen
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?