Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sekolah Dasar Negeri Sepi Peminat, Pengamat Singgung Pergeseran Penduduk
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Sekolah Dasar Negeri Sepi Peminat, Pengamat Singgung Pergeseran Penduduk

R. Izra
Last updated: Juli 18, 2026 6:44 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
SAMBUT SISWA: Salah satu guru kelas menyambut tiga siswa baru SDN Purwoyoso 1 Semarang dalam rangkaian MPLS, Senin (13/7/2026). (bae)
SHARE

Sekolah Negeri Sepi Peminat, Pengamat: Pergeseran Penduduk Jadi Faktor Utama

BACAAJA, SEMARANG – Pergeseran penduduk disebut menjadi faktor penting dalam fenomena maraknya sekolah dasar kekurangan siswa.

Fenomena sejumlah sekolah negeri di Kota Semarang yang kekurangan peserta didik pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 dinilai tidak semata-mata dipicu turunnya angka kelahiran.

Perubahan persebaran penduduk disebut menjadi faktor utama yang menggeser kebutuhan layanan pendidikan.

Bacaaja: SDN Purwoyoso 1 Cuma Terima 3 Murid Baru, MPLS Tetap Dibikin Serasa Pesta
Bacaaja: Dari 22,5 Ribu Lulusan PAUD, Hanya 12 Ribu yang Daftar SD Negeri

Pengamat pendidikan dari PGRI Kota Semarang, Nur Khoiri, mengatakan sekolah-sekolah yang kini sepi peminat umumnya dibangun saat kawasan tersebut masih menjadi pusat permukiman keluarga muda.

Seiring waktu, komposisi penduduk berubah sehingga jumlah anak usia sekolah ikut menurun.

“Kalau saya menduga kuat, penyebab utamanya adalah dinamika demografi,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, kawasan seperti Telogosari yang dahulu dipenuhi keluarga muda kini lebih banyak dihuni warga lanjut usia.

Sementara anak-anak mereka telah berkeluarga dan berpindah ke kawasan berkembang seperti Tembalang dan Gunungpati.

“Daerah yang dulu menjadi pusat pertumbuhan penduduk kini didominasi orang tua. Anak-anak mereka sudah tinggal di wilayah lain, sehingga jumlah anak usia sekolah di sekitar sekolah lama terus berkurang. Karena itu, layanan pendidikan juga harus menyesuaikan perubahan demografi,” jelasnya.

Selain faktor persebaran penduduk, Nur Khoiri menilai pola pikir masyarakat juga berubah. Sebagian orang tua kini mulai melirik sekolah swasta yang dinilai menawarkan program pendidikan lebih beragam.

Karena itu, ia menilai sekolah negeri tidak bisa lagi hanya mengandalkan statusnya, tetapi harus terus meningkatkan kualitas layanan, prestasi, dan inovasi agar tetap menjadi pilihan masyarakat.

Di sisi lain, ia mendorong Pemerintah Kota Semarang mengevaluasi persebaran fasilitas pendidikan agar selaras dengan pertumbuhan penduduk.

Menurutnya, pembangunan sekolah baru seharusnya diprioritaskan di kawasan yang mengalami peningkatan jumlah penduduk, sementara sekolah di wilayah yang sudah tidak lagi memiliki banyak anak usia sekolah perlu dikaji kembali.

“Prinsipnya, layanan pemerintah tidak boleh statis, tetapi harus dinamis mengikuti kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah memanfaatkan data kependudukan sebagai dasar perencanaan agar pembangunan sekolah lebih tepat sasaran dan akses pendidikan negeri tetap merata di kawasan yang terus berkembang. (dul)

You Might Also Like

Kota Lama Paling Laris Selama Libur Nataru, Gratisan Memang Juara

Ratusan RT di Kota Semarang Ogah Ambil BOP, Anggaran Tersisa Miliaran

Dua Putaran, Deg-degan, Fix! Arif Rahman Nakhodai GP Ansor Kota Semarang

Libur Nataru, Penumpang Pesawat Naik 5,6 Persen

Petani Jabungan ‘Nekat’ Tanam Padi saat Kemarau Mulai Datang, Gak Takut Kekeringan?

TAGGED:headlinemurid barupengamat pendidikanpergeseran pendudukpeserta didik barusd negerisiswa baruupgris
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article TURNAMEN ESPORT--Pelajar dari berbagai daerah bertanding game Mobile Legends: Bang Bang, di Salatiga, Sabtu (18/7/2026). (ist) Pelajar Adu Skill Mobile Legends di Campus School Battle 2026 di Salatiga
Next Article Ilustrasi konten Instagram. Kreator Instagram Kini Bisa Cuan dari Reels dan Feed, Shopee-Meta Resmi Kolab!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Pemakzulan Gibran Disuarakan, Pakar Hukum Buka Suara

Purbalingga Pasang Target 8 Emas di Porprov, Bonus Tembus Rp40 Juta

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto.

Bupati Klaten Hamenang Terjerat OTT KKK, Wamendagri Heran Kepala Daerah Berani Korupsi

Pantai Tirang, Destinasi Murah Meriah di Barat Semarang

Pisang Goreng Sultan Naik Level, dari Camilan Lokal Bidik Pasar Global

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

Tak Sekadar Dilestarikan, Budaya Semarang Dihidupkan untuk Masa Depan Wisata

April 29, 2026
Ketua Yayasan Vajra Dwipa, Loekito Rahardjo Hidajat bersama Ketua FKUB Kota Semarang membentangkan peta Yayasan Vajra Dwipa, Selasa (14/10/2025). (bae)
Hukum

Lahan Vihara Buddha Jayanti Semarang Mau Diserobot, Umat Deg-degan!

Oktober 15, 2025
Anggota DPR RI Rahayu Saraswati mundur dari kursi DPR. Ini Mundur untuk Maju atau bagaiman?
Opini

Rahayu Saraswati Mundur dari DPR: Mundur untuk Maju atau Mundur untuk Ngopi Dulu, Ya?

September 11, 2025
Agus Sparmanto dan Taj Yasin bersalaman komando usai gelaran tasyakuran Muktamar PPP X di Ancol Jakarta, Minggu (28/9/2025). Agus Suparmanto dan berkoalisi dengan Taj Yasin ini, juga mengklaim bahwa kubu mereka lah yang memenangkan Muktamar PPP X secara aklamasi. Kalim serupa yang lebih dulu dilakukan kubu Mardiono. Foto: dok.
Opini

Dalang di Balik Perpecahan PPP dan Bayangan Jokowi

September 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sekolah Dasar Negeri Sepi Peminat, Pengamat Singgung Pergeseran Penduduk
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?