BACAAJA, SEMARANG – Sebanyak 14 kabupaten/kota di Jawa Tengah resmi berstatus siaga darurat kekeringan memasuki puncak musim kemarau. Untuk mengantisipasi dampaknya, BPBD Jawa Tengah menyiapkan cadangan air bersih mencapai 129 juta liter yang siap didistribusikan ke wilayah terdampak.
Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, mengatakan lima daerah yang diperkirakan paling terdampak yakni Klaten, Banjarnegara, Pemalang, Cilacap, dan Purbalingga.
“Ketersediaan air awalnya sekitar 123 juta liter, sekarang meningkat menjadi 129 juta liter. Artinya kabupaten dan kota sudah mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau,” kata Bergas, Jumat (17/7/2026).
Bacaaja: Kekeringan Mengintai: Kota dan Desa Sama-Sama Terancam
Bacaaja: Ancaman Kekeringan di Semarang Bukan Cuma karena Kemarau
Menurutnya, cadangan air terbesar saat ini berada di Kabupaten Klaten, Boyolali, Pemalang, Blora, dan Kabupaten Semarang sehingga distribusi bantuan diharapkan bisa dilakukan lebih cepat saat kebutuhan meningkat.
Meski sejumlah wilayah mulai mengalami kekeringan, BPBD memastikan kondisi tersebut belum mengganggu sektor pertanian. Berdasarkan informasi BMKG dan Kementerian PUPR, volume air di waduk dan bendungan masih berada pada kategori aman berkat tingginya curah hujan pada musim sebelumnya.
“Level waduk dan bendungan masih dalam kategori aman. Artinya kebutuhan irigasi untuk musim tanam masih bisa terpenuhi,” ujarnya.
Pasokan air baku untuk PDAM juga masih mencukupi. Namun, warga yang mengandalkan sumur diperkirakan akan lebih dulu terdampak karena cadangan air tanah mulai menurun.
Saat ini BPBD Jateng terus memetakan wilayah rawan kekeringan bersama pemerintah kabupaten/kota agar penyaluran bantuan air bersih dapat dilakukan lebih cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat selama musim kemarau. (*)

