Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bayi Pura-pura Nangis? Ternyata Itu Masih Normal
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bayi Pura-pura Nangis? Ternyata Itu Masih Normal

Nugroho P.
Last updated: Juli 16, 2026 8:57 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi bayi menangis. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Banyak orang menganggap bayi belum mengenal kebohongan karena masih polos. Namun, penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa kemampuan memahami dan mencoba “mengelabui” orang lain bisa muncul jauh lebih awal dari yang selama ini diperkirakan.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Cognitive Development pada 2026 menemukan bayi mulai menunjukkan perilaku yang menyerupai kebohongan sejak usia sekitar delapan bulan. Meski begitu, para ahli menegaskan perilaku tersebut bukan berarti bayi sengaja bersikap licik.

Neuropsikolog sekaligus Direktur Comprehend the Mind, Sanam Hafeez, menjelaskan bahwa yang terjadi sebenarnya adalah proses belajar. Bayi mulai mengenali hubungan antara tindakan yang mereka lakukan dengan respons dari orang di sekitarnya.

Misalnya, bayi berpura-pura menangis agar digendong, lalu langsung berhenti begitu keinginannya terpenuhi. Bagi orang dewasa, itu terlihat seperti akal-akalan, padahal bagi bayi, hal tersebut merupakan bagian dari proses memahami sebab dan akibat.

Pada usia yang sedikit lebih besar, perilaku serupa mulai terlihat dalam bentuk lain. Ada balita yang buru-buru menyembunyikan camilan ketika orangtuanya datang, atau menyangkal telah makan cokelat meski mulutnya masih belepotan.

Menurut Hafeez, tingkah seperti itu justru menjadi tanda perkembangan kemampuan berpikir sosial. Anak mulai belajar memperkirakan apa yang diketahui dan tidak diketahui oleh orang lain, lalu menyesuaikan tindakannya.

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 750 anak berusia 0 hingga 47 bulan. Data diperoleh melalui laporan para orangtua mengenai perilaku anak-anak mereka di rumah.

Meski hasil riset cukup menarik, psikolog klinis Emma Murray mengingatkan bahwa laporan orangtua tidak selalu bisa menggambarkan niat sebenarnya dari seorang bayi. Pada usia sangat dini, sulit memastikan apakah suatu tindakan benar-benar dilakukan untuk berbohong atau sekadar bagian dari eksplorasi perilaku.

Dalam penelitian itu juga diperkirakan sekitar seperempat anak mulai memahami konsep berbohong saat berusia 18 bulan. Bahkan, sebagian anak sudah mulai mencoba melakukannya sejak usia 16 bulan.

Para ahli menilai fase ini bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Justru, kemampuan tersebut menunjukkan perkembangan fungsi otak yang semakin matang, terutama dalam memahami interaksi sosial.

Dokter spesialis anak sekaligus pakar pengasuhan, Molly O’Shea, mengatakan anak yang mencoba mengelabui orang lain sebenarnya sedang belajar memahami bahwa setiap orang memiliki pengetahuan yang berbeda. Kemampuan seperti ini termasuk perkembangan kognitif yang cukup kompleks.

Karena itu, orangtua tidak perlu langsung memberi cap negatif ketika balita mulai menunjukkan perilaku semacam ini. Respons yang tenang dan penuh pengertian justru membantu membangun rasa percaya diri sekaligus perkembangan emosional anak.

Alih-alih melihatnya sebagai kebiasaan buruk, fase tersebut bisa dipahami sebagai bagian dari proses tumbuh kembang. Selama diarahkan dengan cara yang tepat, anak akan belajar membedakan mana perilaku yang baik dan mana yang tidak seiring bertambahnya usia. (*)

You Might Also Like

100 Persen Kelurahan di Solo Sudah Bentuk Koperasi Merah Putih, Jadi yang Pertama di Jateng

Pelarian Youtuber Resbob Berakhir, Penghina Suku Sunda Ditangkap di Semarang

Fullback Anyar Merapat! PSIS Datangkan Alwi Fadillah dan Rangga Sumarna

Jadwal Haji 2026 Disusun Ini Keberangkatannya, Fokus Utama Keamanan Jamaah

KPK Tangkap Dua Kepala Daerah dari Partai Gerindra, Selain Bupati Pati Ada Wali Kota Madiun

TAGGED:bayimenangisparenting
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Anak Tantrum? Jangan Langsung Suruh Diam
Next Article Nebulizer Murah Belum Tentu Aman Buat Anak

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tujuh Pejabat Polres Banjarnegara Resmi Berganti

Anggaran Pendidikan 2027 Naik, Tapi Masih Kurang

Jangan Disepelekan, Ini 6 Tanda Gula Darah Tinggi

Baru Diresmikan, Jembatan Pongpet Mendadak Melengkung

Kebanyakan Daun Pepaya Bisa Bikin Tubuh Bereaksi, Simak!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Stok Hewan Kurban di Jateng Aman

Mei 19, 2026
BARANG BUKTI - Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti emas batangan yang disita dari sebuah rumah mewah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/7/20206).
Hukum

Polisi Sita 74 Kg Emas dan Duit Rp476 Miliar dari Rumah Mewah di Sentul, Punya Siapa?

Juli 9, 2026
BERI KETERANGAN: Wakil Ketua LPSK, Wawan Fahrudin memberikan keterangan dalam konfrensi pers, Minggu (14/9). (Foto: bae)
Hukum

LPSK Ungkap Luka hingga Rekaman CCTV Kasus Iko Unnes

September 14, 2025
Olahraga

KONI Semarang Gaspol, Siap Jadi Tuan Rumah Kece!

November 1, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bayi Pura-pura Nangis? Ternyata Itu Masih Normal
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?