Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: AI Masuk Rumah Sakit, Dokter Tetap Pemeran Utama
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

AI Masuk Rumah Sakit, Dokter Tetap Pemeran Utama

Nugroho P.
Last updated: Juli 12, 2026 8:54 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi operasi
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) makin akrab dengan dunia kesehatan. Teknologi ini kini hadir di berbagai alat medis modern untuk membantu dokter bekerja lebih cepat, lebih teliti, dan lebih efisien saat menangani pasien.

Pemanfaatan AI tidak lagi sebatas aplikasi kesehatan. Sistem pintar tersebut sudah tertanam pada perangkat seperti CT Scan, MRI, USG, hingga teknologi terapi berbasis pencitraan yang digunakan di banyak rumah sakit.

Meski perkembangannya melesat, masih banyak orang yang khawatir AI suatu saat akan menggantikan profesi dokter. Anggapan itu ternyata tidak sejalan dengan pandangan para pakar kesehatan.

Global Chief Medical Officer for Diagnosis & Treatment Philips, dr. Atul Gupta, menegaskan AI memang bukan dibuat untuk mengambil alih tugas tenaga medis. Menurutnya, keputusan medis tetap menjadi tanggung jawab dokter.

Ia menyebut AI lebih tepat diposisikan sebagai asisten digital yang membantu dokter menjalankan pekerjaannya dengan lebih cepat dan akurat. Teknologi hanyalah alat pendukung, bukan pengganti pengalaman maupun penilaian klinis manusia.

Saat ini Philips telah mengembangkan lebih dari 45 fitur AI yang diterapkan pada sistem pencitraan medis. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu proses pemeriksaan CT Scan, MRI, hingga USG.

Keberadaan AI mampu memangkas waktu pemeriksaan secara signifikan. Selain itu, kualitas gambar medis juga bisa meningkat sehingga dokter lebih mudah menemukan tanda-tanda kelainan pada tubuh pasien.

Menurut dr. Atul, AI bahkan dapat mempercepat proses pemindaian MRI hingga beberapa kali lipat. Di sisi lain, konsumsi energi alat medis juga bisa ditekan sehingga operasional menjadi lebih efisien.

Kemampuan AI tidak berhenti pada proses pemindaian. Teknologi ini juga berfungsi sebagai “mata kedua” ketika dokter membaca hasil pemeriksaan radiologi yang jumlah datanya semakin besar.

Sebagai contoh, AI dapat menandai bagian tertentu pada hasil MRI prostat yang dicurigai mengandung sel kanker. Penanda tersebut membantu dokter memberikan perhatian lebih pada area yang berpotensi bermasalah.

Walau begitu, keputusan akhir mengenai diagnosis maupun tindakan medis tetap berada di tangan dokter. AI hanya memberikan rekomendasi berdasarkan data yang dianalisis.

Ke depan, teknologi AI diperkirakan memiliki kemampuan lebih canggih. Salah satunya memprediksi risiko penyakit bahkan sebelum seseorang merasakan gejala.

Analisis data dari perangkat wearable, misalnya, dapat membantu memperkirakan kemungkinan gangguan irama jantung beberapa minggu sebelum kondisi itu benar-benar terjadi. Potensi ini dinilai membuka peluang deteksi dini yang lebih baik.

Executive Vice President sekaligus Chief Business Leader Image Guided Therapy Philips, Bert van Meurs, juga melihat AI sebagai solusi untuk memperluas akses layanan kesehatan, terutama di daerah yang kekurangan dokter spesialis.

Menurutnya, AI bisa menjadi sumber referensi tambahan bagi dokter yang masih berada pada tahap awal karier. Dengan dukungan teknologi, mereka dapat memperoleh informasi yang biasanya hanya dimiliki dokter berpengalaman.

Hal itu membuat dokter muda lebih percaya diri saat menghadapi prosedur medis yang rumit maupun pasien dengan kondisi kritis. AI membantu menyediakan informasi penting secara cepat ketika dibutuhkan.

Bert menegaskan AI bukan pesaing dokter. Sebaliknya, teknologi tersebut dirancang agar tenaga medis bisa mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah tekanan pekerjaan yang semakin kompleks.

Beban kerja dokter memang terus meningkat. Jika dahulu hasil CT Scan hanya menghasilkan puluhan gambar, kini satu pemeriksaan dapat menghasilkan lebih dari seribu citra yang harus dianalisis dalam waktu singkat.

Lonjakan data inilah yang membuat AI menjadi alat bantu yang sangat penting. Teknologi tersebut membantu menyaring informasi, mempercepat analisis, sekaligus mengurangi risiko adanya detail yang terlewat.

Para ahli pun sepakat bahwa masa depan layanan kesehatan bukan tentang persaingan antara dokter dan AI. Justru kolaborasi keduanya diharapkan mampu menghadirkan diagnosis yang lebih akurat, pelayanan lebih cepat, dan akses kesehatan yang semakin merata bagi masyarakat. (*)

You Might Also Like

Buruh SPN Jebol Gerbang Kantor Gubernuran

Tolak Keras Rencana Pembatasan Tar dan Nikotin, Ratusan Petani Tembakau Temanggung Geruduk Jakarta

Siswa PAUD Diajak Kenal Menabung Sejak Dini

Puntung Rokok Diduga Bikin Lereng Slamet Nyaris Terbakar

Gempa Susulan di Flores Perlahan Mulai Mereda

TAGGED:AIdokter
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article UMY Bekukan Dosen Farmasi, Dugaan Pelecehan Diusut Tuntas
Next Article Kanker Pada Gen Z Makin Naik, Peneliti Bongkar Dugaan Penyebabnya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DISKUSI - Diskusi tim peneliti UIN Walisongo bersama pengajar ABIM mengenai penerapan nilai moderasi dan Malaysia Madani dalam lingkungan pendidikan.

Tak Sekadar Maulid, Tim Penelitian UIN Walisongo Belajar Moderasi Islam di Pulau Pinang Malaysia

TERIMA KUNJUNGAN - 96 siswa SMK Bina Utama Kendal didampingi enam guru melaksanakan kunjungan industri ke kantor PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah di Semarang.

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah Terima Kunjungan Industri SMK Bina Utama Kendal

SIDANG KORUPSI--Para saksi dimintai keterangan dalam sidang korupsi terdakwa Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan, Kamis (27/8/2026). (bae)

ART ‘Disulap’ Jadi Direktur Perusahaan Keluarga Fadia, Gelagapan saat Dicecar KPK

Pimpinan massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok. (ist)

“Kami Pulang Dulu”, Warga Pati Pamit setelah Bikin Kesepakatan dengan Pimpinan DPR RI

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kasus Karhutla Jateng Melonjak 700 Persen, Timbulkan Kerugian Miliaran Rupiah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

CUKAI - Ilustrasi pita cukai rokok. (ist)
Ekonomi

Layer Baru Cukai Rokok, Koalisi Sipil: Ini Bukan Solusi, Tapi Jalan Mundur

Januari 18, 2026
Info

Jelang Kemarau, Produksi Padi Jateng Sudah Tembus 6,69 Juta Ton

Juni 25, 2026
Pemkot Pekalongan mengubah lahan rob jadi lahan pertanian produktif. Foto: dok.
Ekonomi

Dari Rob Jadi Lumbung Padi! Kota Pekalongan Sulap Lahan Mati Jadi Sawah Produktif

Agustus 26, 2025
Sepak Bola

Timnas Indonesia Siap Panas di Surabaya: Tantang Taiwan dan Lebanon di FIFA Matchday

September 2, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: AI Masuk Rumah Sakit, Dokter Tetap Pemeran Utama
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?