Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tak Sekadar Maulid, Tim Penelitian UIN Walisongo Belajar Moderasi Islam di Pulau Pinang Malaysia
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Tak Sekadar Maulid, Tim Penelitian UIN Walisongo Belajar Moderasi Islam di Pulau Pinang Malaysia

R. Izra
Last updated: Agustus 27, 2026 7:51 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
DISKUSI - Diskusi tim peneliti UIN Walisongo bersama pengajar ABIM mengenai penerapan nilai moderasi dan Malaysia Madani dalam lingkungan pendidikan.
DISKUSI - Diskusi tim peneliti UIN Walisongo bersama pengajar ABIM mengenai penerapan nilai moderasi dan Malaysia Madani dalam lingkungan pendidikan.
SHARE

BACAAJA, PULAU PINANG – Ada cara berbeda yang dilakukan Tim Penelitian Kolaborasi Internasional Indonesia-Malaysia dari UIN Walisongo Semarang dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Mereka tidak hanya berkumpul dalam forum seremonial, tetapi memilih menyusuri alam sekaligus berdialog tentang bagaimana nilai-nilai Islam diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pulau Pinang, Malaysia, Senin (24/8/2026), dengan melibatkan Mokh Syaroni, Thiyas Tono Taufiq, Royanulloh, dan Muhammad Yusuf Pratama.

Rangkaian kegiatan dimulai dari kawasan Bukit Jambul. Tim melakukan pendakian sekaligus tadabbur alam. Perjalanan tersebut menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak dari aktivitas akademik dan merefleksikan kembali nilai keteladanan Rasulullah melalui interaksi dengan alam.

Bacaaja: Maulid dan Maulud, Apa Bedanya Menurut Quraish Shihab?
Bacaaja: Surat Siswa Kudus Viral, Tolak MBG Demi Guru Heboh

Dari Bukit Jambul, kegiatan berlanjut ke Pantai Tanjung Asam, Bayan Lepas. Di tempat ini, suasana peringatan Maulid Nabi berubah menjadi ruang diskusi yang lebih serius. Tim peneliti berdialog dengan Cikgu Hani, salah seorang pengajar di lingkungan pendidikan ABIM yang mengajar di Madrasah Uthmaniyah.

Topik yang dibahas pun dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni bagaimana moderasi Islam dan nilai Malaysia Madani diterapkan dalam pendidikan serta kehidupan masyarakat Muslim.

Cikgu Hani mengatakan, Malaysia Madani tidak semestinya hanya dipahami sebagai gagasan di tingkat negara. Nilai-nilainya justru perlu hadir dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter anak sejak dini.

“Bagi kami di Madrasah Uthmaniyah, Malaysia Madani cuba diterapkan melalui pendidikan yang membentuk insan secara menyeluruh. Bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga adab, akhlak, rasa hormat terhadap perbezaan dan tanggungjawab kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik. Anak-anak juga perlu dibekali kemampuan untuk menghormati perbedaan dan hidup bersama masyarakat yang beragam.

Dengan cara itu, pemahaman agama tidak berhenti pada persoalan teks, tetapi dapat diterjemahkan secara bijaksana dalam kehidupan sosial.

Bagi tim peneliti UIN Walisongo, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam penelitian kolaborasi Indonesia-Malaysia mengenai moderasi Islam. Sebab, konsep moderasi akan lebih mudah dipahami ketika dilihat dari praktik pendidikan dan kehidupan masyarakat secara langsung.

Thiyas Tono Taufiq mengatakan, semangat tersebut juga selaras dengan makna peringatan Maulid Nabi. Menurutnya, Maulid bukan sekadar mengingat sejarah kelahiran Rasulullah, tetapi menjadi kesempatan untuk menghadirkan kembali keteladanan beliau dalam kehidupan saat ini.

“Maulid Nabi bukan hanya tentang mengingat kelahiran Rasulullah, tetapi juga menghadirkan kembali nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan,” kata Thiyas.

Ia menilai, moderasi Islam juga membutuhkan kemampuan untuk membaca realitas, menghargai perbedaan, dan menjaga keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Melalui tadabbur alam dan dialog bersama masyarakat Muslim Malaysia, kami belajar bahwa moderasi juga membutuhkan kemampuan membaca realitas, menghargai perbedaan, dan menjaga keseimbangan kehidupan,” lanjutnya.

Pertemuan dengan lingkungan ABIM pun tidak berhenti sebagai agenda peringatan Maulid. Diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya tim untuk memahami bagaimana organisasi Islam dan lembaga pendidikan di Malaysia menerjemahkan nilai moderasi dalam kehidupan nyata.

Dari perjalanan Bukit Jambul hingga diskusi di Pantai Tanjung Asam, peringatan Maulid Nabi kali ini akhirnya menjadi ruang belajar yang lebih luas. Alam menjadi tempat untuk berefleksi, sementara dialog menjadi jalan untuk memahami bagaimana nilai-nilai Islam yang moderat dapat tumbuh melalui pendidikan dan kehidupan sosial. (dul)

You Might Also Like

Puluhan SMP Negeri di Magetan Sepi Peminat, Saatnya Berbenah

Wisudawan Terbaik SCU Raina Ghina ternyata Atlet Menembak: Sabet Medali Kapolri, Jaksa Agung hingga Danjen Kopassus

DPR Dukung Tambahan Tunjangan Guru Non-ASN, Dorong Pemerataan Revitalisasi Sekolah

Sekolah Negeri Lagi Diuji, Respati Ajak Warga Solo Balik Percaya

Kursi SD Jogja Masih Banyak Kosong, Sekolah Putar Otak Cari Murid

TAGGED:Malaysiamoderasi islamSemarangtim penelitiuin walisongo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article TERIMA KUNJUNGAN - 96 siswa SMK Bina Utama Kendal didampingi enam guru melaksanakan kunjungan industri ke kantor PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah di Semarang. PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah Terima Kunjungan Industri SMK Bina Utama Kendal
Next Article UU Perampasan Aset Dinilai Jadi Senjata Lawan Korupsi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Fakta Rumah Dinas TNI Disulap Jadi Markas Judol, 11 Orang Diciduk

Napi Narkoba Bakal Dibina di Pulau Buaya, Ini Rencana Yusril

Brimob Maluku Dilaporkan Pacar, Dugaan Paksa Gugurkan Kandungan

Gen Z Purbalingga Diajak Kritis, Pajak Bukan Sekadar Bayar

17 Motor Diamankan, Polisi Sisir Lokasi Balap Liar Banjarnegara

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Dari Bali Sampai Madura, Sekolah Rakyat Terus Bertambah Cepat

Juni 7, 2026
AKSI MEMANAS - Mahasiswa perserta aksi massa membakar ban di depan kantor Gubernur Jateng (Gubernuran), di Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (15/6/2026). Aksi sempat memanas, hingga sejumlah mahasiswa mengaku dikejar aparat berpakaian preman. (dul)
Info

Demo di Semarang Memanas! Ban Dibakar hingga Mahasiswa Dikejar Aparat Berpakaian Sipil

Juni 15, 2026
POHON TUMBANG--Petugas membersihkan pohon yang tumbang di Jalan Pandanaran Semarang, Jumat (4/9/2026). (ist)
Info

Tragis! Dua Korban Tewas Pohon Tumbang Pandanaran Ternyata Suami Istri

September 5, 2026
Pendidikan

Guru PAUD Kesejahteraannya Minus, Pejabat Ini Klaim Bakal Memperjuangkannya

September 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tak Sekadar Maulid, Tim Penelitian UIN Walisongo Belajar Moderasi Islam di Pulau Pinang Malaysia
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?