BACAAJA, SEMARANG – Warga Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, kembali dibuat resah dengan kondisi Jalan Untung Suropati yang rusak parah. Lubang di sejumlah titik, permukaan jalan bergelombang, hingga debu tebal akibat lalu lalang truk galian C bikin aktivitas warga terganggu dan pengguna jalan waswas.
Kerusakan paling parah terlihat di sekitar lampu lalu lintas hingga kawasan dekat SPBU Kalipancur. Meski berkali-kali ditambal, jalan tersebut tak pernah benar-benar pulih. Baru beberapa hari diperbaiki, kondisinya sudah rusak lagi karena terus dilintasi kendaraan bertonase besar.
Samto (47), penjual mi ayam yang sudah lama berjualan di kawasan itu, mengaku kondisi jalan seperti ini sudah berlangsung hampir dua tahun.
Bacaaja: Jalan Rusak: Ujian Keseriusan Tata Kelola Infrastruktur Daerah
Bacaaja: Perbaikan Jalan Kalipancur Dikebut
“Sudah berkali-kali ditambal, mungkin sampai tujuh kali. Tapi baru dua atau tiga hari dilewati truk besar, rusak lagi. Jadi perbaikannya hanya sementara,” katanya, Senin (7/7/2026).
Menurut Samto, truk galian C memang ikut mempercepat kerusakan jalan. Namun ia menilai persoalan ini juga membutuhkan solusi dari pemerintah, bukan sekadar tambal sulam.
“Yang kasihan itu masyarakat. Tahunya jalan rusak ya salah galian C, padahal setahu saya dulu pihak proyek juga sempat ada niat memperbaiki jalan,” ujarnya.
Selain jalan berlubang, warga juga dihantui potensi kecelakaan. Meski hingga kini belum ada korban jiwa, Samto khawatir kondisi tersebut bisa memakan korban jika terus dibiarkan.
“Truk lewat setiap hari, bahkan hari libur juga jalan. Kami khawatir suatu saat ada kecelakaan karena jalannya memang rusak,” ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan Arif (35), penjual angkringan di dekat SPBU Kalipancur. Menurutnya, saat musim kemarau, debu dari aktivitas truk menjadi masalah yang tak kalah mengganggu.
“Kalau siang debunya luar biasa. Harusnya ada penyemprotan supaya tidak beterbangan. Di sini belum pernah ada penyemprotan, padahal jalan ini dipakai masyarakat setiap hari,” katanya.
Arif berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah nyata. Menurutnya, warga sudah terlalu lama menghadapi kondisi jalan yang rusak tanpa solusi permanen.
“Harapannya jalan diperbaiki dengan benar, bukan cuma ditambal. Kalau memang belum bisa dibangun total, setidaknya lubang-lubangnya segera ditangani supaya mengurangi risiko kecelakaan. Debunya juga harus dikendalikan karena sangat mengganggu,” tuturnya.
Bagi warga Kalipancur, persoalan ini bukan lagi sekadar soal jalan berlubang. Mereka ingin ada solusi yang benar-benar menyelesaikan masalah, sehingga keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan warga tidak terus dikorbankan setiap hari. (dul)

