Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sekolah Negeri Lagi Diuji, Respati Ajak Warga Solo Balik Percaya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Sekolah Negeri Lagi Diuji, Respati Ajak Warga Solo Balik Percaya

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan dirinya punya komitmen untuk melakukan transformasi pendidikan negeri supaya kualitas dan kepercayaan publik bisa meningkat lagi.

Nugroho P.
Last updated: Juli 4, 2026 9:46 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Wali Kota Solo Respati Ardi.
Wali Kota Solo Respati Ardi.
SHARE

BACAAJA, SOLO – Sejumlah SD negeri di Kota Solo masih menghadapi persoalan minimnya jumlah murid baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Kondisi ini membuat pemerintah kota mulai menyiapkan langkah pembenahan agar sekolah negeri kembali jadi pilihan utama masyarakat.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan dirinya punya komitmen untuk melakukan transformasi pendidikan negeri supaya kualitas dan kepercayaan publik bisa meningkat lagi.

Menurut Respati, pembenahan tidak hanya menyasar fasilitas sekolah, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama tenaga pendidik yang menjadi ujung tombak pendidikan.

“Dan saya komitmen, saya komitmen untuk mentransformasi pendidikan negeri,” kata Respati di Solo, Sabtu, 4 Juli 2026.

Ia mengajak masyarakat agar kembali mempertimbangkan sekolah negeri sebagai tempat pendidikan anak-anak mereka. Pemerintah kota, kata dia, siap melakukan berbagai perbaikan demi menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik.

Respati menilai sekolah negeri tetap memiliki potensi besar jika didukung peningkatan mutu guru, sarana belajar, dan lingkungan pendidikan yang nyaman bagi siswa.

“Percayakan kepada kami di pendidikan negeri, sekolah negeri. Ayo kembali lagi ke sekolah negeri. Saya akan komit untuk meningkatkan kapasitas guru, fasilitas untuk bisa jadi sekolah negeri lagi,” ujarnya.

Ia tidak menampik bahwa saat ini masih ada beberapa sekolah dasar negeri yang jumlah siswanya tergolong minim. Namun kondisi tersebut justru menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perubahan yang lebih menyeluruh.

Transformasi pendidikan, menurutnya, menjadi jalan agar sekolah negeri kembali punya daya tarik di tengah banyaknya pilihan pendidikan yang tersedia saat ini.

“Beberapa ya minim (murid). Tapi intinya kami akan fokus ke depan untuk transformasi pendidikan negeri. Jadi pendidikan negeri bisa diminati lagi oleh masyarakat,” katanya.

Saat ditanya soal kemungkinan regrouping atau penggabungan sekolah yang kekurangan murid, Respati memilih melihat situasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Ia menegaskan fokus utamanya saat ini bukan soal penggabungan sekolah, melainkan membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan negeri di Kota Solo.

“Ya kita lihat mekanismenya, ketentuannya. Tapi yang jelas fokus saya hari ini merubah, mentransformasi pendidikan negeri agar mendapatkan kepercayaan kembali terhadap masyarakat,” tambahnya.

Salah satu sekolah yang menjadi sorotan adalah SDN Tegalayu di kawasan Purwosari, Kecamatan Laweyan. Hingga penutupan SPMB 2026, sekolah tersebut hanya mendapatkan lima calon siswa baru.

Jumlah itu jauh lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi gambaran perubahan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar sekolah.

Ketua SPMB SDN Tegalayu, Arie Wibowo, menjelaskan bahwa dari lima siswa baru tersebut, dua berasal dari jalur afirmasi dan tiga lainnya dari jalur domisili.

“Kalau sama tahun lalu, jelas penurunan. Karena tahun lalu kita dapat 18 siswa baru, kemudian tahun ini baru 5 anak,” kata Arie.

Ia mengungkapkan salah satu penyebab berkurangnya jumlah pendaftar adalah perubahan fungsi kawasan di sekitar sekolah. Wilayah yang dulunya didominasi permukiman warga kini perlahan berubah menjadi area bisnis dan komersial.

Perkembangan usaha, pertokoan, hotel, hingga bangunan komersial lainnya membuat jumlah penduduk yang tinggal di sekitar sekolah semakin berkurang dari tahun ke tahun.

“Kemudian kampung sini juga sebenarnya mengecil karena perluasan tempat usaha. Jadi, sebagian itu kan tanah warga dialihfungsi, dibeli sama pemilik usaha yang besar di samping sekolah. Kemudian warganya banyak yang pindah itu,” terangnya.

Fenomena ini menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah negeri di wilayah perkotaan. Bukan hanya soal kualitas pendidikan, tetapi juga perubahan demografi yang ikut memengaruhi jumlah calon siswa.

Pemerintah Kota Solo berharap transformasi yang dilakukan nantinya bisa menjawab tantangan tersebut, sehingga sekolah negeri tetap relevan dan kembali menjadi pilihan favorit bagi masyarakat di masa mendatang. (*)

You Might Also Like

Dosen Unwahas Terbang ke India, Perdalam Ilmu Mitigasi Bencana

Jangan Overprotective! Psikolog: Anak Butuh Belajar Gagal, Jatuh, dan Bangkit

Dua Bulan Nunggak, Honorer Sekolah Jabar Kena Imbas Aturan Baru

Ratusan SD di Kudus Tanpa Kepsek, Guru Diajak Naik Level

Prabowo Mau Bahasa Prancis Masuk Kelas Sekolah Indonesia

TAGGED:respatirespati adisdnSolo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kemarau Mulai Ngegas, Delapan Desa Cilacap Kebagian Kiriman Air Bersih
Next Article Seribu Mangrove, Seribu Harapan: Rotary Club Semarang Bimasena Satukan Komunitas Jaga Pesisir

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SEGEL RUSUN--Satpol PP menyegel kamar di Rusun Kudu, Kota Semarang, Rabu (19/8/2026). (ist)

Puluhan Rusun Kudu Semarang Disegel, Satpol PP: Penghuni Gak Mau Bayar

Mobil polisi keluar dari area PN Semarang sesaat setelah pengungkapan kasus sabu di pengadilan, Selasa (18/8/2026) sore. (bae)

Polisi Sebut ‘Salam Tempel’ Sabu di PN Semarang Sudah Lama Direncanakan

ILUSTRASI KEBAKARAN: Petugas pemadam kebakaran Pemkab Jepara berupaya melakukan pemadaman api di pabrik bahan baku tas dan sepatu PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang terbakar, Sabtu (17/1/2026). (Damkar Jepara)

Rp33,4 Miliar Hangus Jadi Abu, Estimasi Kerugian 447 Kasus Kebakaran di Jateng

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).

Kelakuan! Dua Oknum Polisi Nyaris Dihajar Massa, Ketahuan Peras Warga Gresik dengan Dalih Judol

ILUSTRASI - Ilustrasi tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki gunung di atas ketinggian. (ai)

Tragis! Remaja 16 Tahun Tewas Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Miris!! Rusa Taman Sriwedari Makan Sampah

Juni 6, 2026
Pendidikan

Jangan Keliru, Tiga Sekolah Ini Beda Jalur

Juli 21, 2026
Pendidikan

Gempa Flores, Kampus NTT Diminta Utamakan Keselamatan

Agustus 18, 2026
Pendidikan

Sidang Tesis S2 Pakai Kostum Cosplay

Juli 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sekolah Negeri Lagi Diuji, Respati Ajak Warga Solo Balik Percaya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?