BACAAJA, SEMARANG– Ratusan atlet muda dari berbagai daerah memadati Sirkuit Sepatu Roda Jatidiri dalam ajang Kejuaraan Sepatu Roda Nasional Semarang Open by Bara Skating Klub 2026, Jumat (3/7/2026).
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin yang membuka langsung kejuaraan tersebut menegaskan bahwa setiap kompetisi memiliki makna lebih besar daripada sekadar menentukan siapa yang menjadi juara.
Menurutnya, keberanian seorang atlet untuk melangkah ke lintasan sudah menjadi kemenangan pertama yang layak diapresiasi.
“Kompetisi ini bukan soal siapa yang berdiri di podium. Anak-anak yang berani masuk lintasan hari ini sudah menjadi pemenang karena mampu mengalahkan dirinya sendiri dan memiliki keberanian untuk berkompetisi,” ujar Iswar.
Baca juga: 800 Atlet Padel Serbu Semarang, Rekor Nasional Auto Pecah!
Ia menilai tantangan yang akan dihadapi generasi muda di masa depan jauh lebih kompleks. Karena itu, mental yang kuat perlu dibangun sejak usia dini melalui berbagai pengalaman, termasuk mengikuti kompetisi olahraga.
Bagi Iswar, setiap pertandingan adalah ruang belajar yang tidak bisa digantikan oleh teori. Menang memang membanggakan, tetapi belajar menerima kekalahan, menghadapi tekanan, lalu bangkit kembali justru menjadi proses yang membentuk karakter.
Tukar Pengalaman
Selain menjadi ajang mengasah kemampuan, Semarang Open juga menjadi wadah mempertemukan atlet-atlet muda dari berbagai provinsi. Iswar mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas pertemanan, bertukar pengalaman, dan saling belajar.
“Gunakan kesempatan ini untuk saling mengenal dan bertukar pengalaman. Jadikan setiap pertandingan sebagai proses belajar. Semoga selama berada di Kota Semarang, adik-adik membawa pulang pengalaman yang menyenangkan,” tuturnya.
Tak hanya berdampak bagi dunia olahraga, penyelenggaraan kejuaraan nasional ini juga memberi efek ekonomi bagi Kota Semarang. Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, hingga keluarga peserta ikut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan berbagai usaha masyarakat.
Baca juga: KONI Semarang Gaspol, Siap Jadi Tuan Rumah Kece!
Pemkot Semarang pun mengapresiasi Bara Skating Klub yang konsisten menggelar Semarang Open sebagai wadah pembinaan atlet usia dini. Iswar berharap kejuaraan tersebut terus melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus memperkuat posisi Kota Semarang sebagai salah satu tuan rumah berbagai event olahraga nasional.
“Tidak semua atlet membawa pulang medali, tetapi setiap peserta membawa pulang pengalaman. Teruslah berlatih, jaga sportivitas, dan jangan pernah berhenti mengembangkan kemampuan,” pungkasnya.
Di era yang sering mengukur sukses dari jumlah piala, Semarang Open mengingatkan satu hal sederhana: medali memang bisa dipajang di lemari, tapi mental juara justru dibawa seumur hidup. (tebe)

