Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: WFH atau “Weekend Tipis-Tipis”? Produktivitas Dipertanyakan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

WFH atau “Weekend Tipis-Tipis”? Produktivitas Dipertanyakan

WFH niatnya hemat energi, tapi kok malah rawan jadi “libur terselubung”? Kebijakan kerja dari rumah mulai dipertanyakan, bukan soal konsepnya, tapi cara mainnya.

T. Budianto
Last updated: April 7, 2026 6:27 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
ARAHAN GUBERNUR: Gubernur Ahmad Luthfi memberikan arahan saat memimpin apel pagi ASN di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Di balik tujuan efisiensi energi, kebijakan Work From Home (WFH) juga menyisakan pertanyaan besar: apakah sistem kerja ini benar-benar efektif, atau justru membuka celah penurunan produktivitas?

Ekonom Universitas Diponegoro (Undip), Nugroho SBM menilai, efektivitas WFH sangat bergantung pada bagaimana kebijakan ini dirancang dan diawasi. Salah satu sorotan utama adalah pemilihan hari pelaksanaan WFH yang jatuh pada hari Jumat. Menurutnya, keputusan ini berisiko menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.

“Ada kemungkinan menyimpang dari tujuan karena dianggap sebagai long weekend,” jelasnya saat dimintai konfirmasi, Selasa (7/4/2026). Alih-alih digunakan untuk bekerja dari rumah, WFH justru berpotensi dimanfaatkan sebagai waktu untuk bepergian. Jika hal ini terjadi, maka tujuan awal penghematan energi otomatis tidak tercapai.

Baca juga: Pemprov: Jumat Boleh WFH, Kecuali Eselon 1 dan 2

Selain itu, tantangan terbesar dari sistem WFH adalah pengawasan kinerja. Tanpa mekanisme kontrol yang jelas, sulit memastikan bahwa pegawai tetap bekerja secara optimal. “Produktivitas tenaga kerja bisa menurun jika tidak ada mekanisme pengawasan yang baik,” tegasnya.

Masalah ini menjadi semakin kompleks ketika tidak ada indikator yang jelas untuk mengukur output kerja selama WFH. Berbeda dengan kerja di kantor yang lebih mudah dipantau secara langsung, sistem kerja jarak jauh membutuhkan pendekatan berbasis hasil, bukan sekadar kehadiran.

Efisiensi Biaya

Di sisi lain, WFH sebenarnya membuka peluang efisiensi biaya, baik bagi pemerintah maupun perusahaan. Pengurangan penggunaan listrik, bahan bakar, dan operasional kantor dapat menekan pengeluaran secara signifikan.

Namun, efisiensi ini bersifat kondisional. Jika masyarakat justru menggunakan waktu WFH untuk aktivitas di luar rumah, maka penghematan tersebut menjadi tidak relevan.

Baca juga: Jumat WFH, Dinas Dipangkas, ASN Jateng Diajak Lebih “Hemat Mode”

Nugroho juga menekankan pentingnya batasan dalam penerapan kebijakan ini. Sektor pelayanan publik dan pendidikan, menurutnya, harus tetap berjalan secara langsung agar tidak mengganggu layanan masyarakat. Dengan berbagai catatan tersebut, ia menyimpulkan bahwa WFH lebih tepat dijadikan kebijakan situasional, bukan permanen.

Karena kalau kerja dari rumah rasanya kayak liburan, yang bahaya bukan cuma listrik yang gak jadi hemat, tapi juga target kerja yang diam-diam ikut “off”. (dul)

You Might Also Like

Perpus Rasa Kafe, Pemkot Siap Bikin Warga Betah Baca

Kunjungi UKSW, Gibran-Taj Yasin Ngantin Bareng Mahasiswa

Guru di Probolinggo Dipenjara Gara-gara Gaji Dobel, Pakar: Salah Administrasi, Bukan Korupsi

MBG TV Viral Duluan, BGN Kaget Belakangan: “Itu Bukan Program Kami”

Reaktivasi Jalur Kereta Api Kedungjati-Tuntang Paling Mungkin Direalisasikan, Asalkan. . .

TAGGED:headlinenugroho sbmpemprov jatengWFH
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sawah Kebanjiran, Luthfi Jamin Stok Pangan Masih Aman
Next Article Nawal Yasin Ajak Pesantren Hidupkan Lagi “DNA Literasi”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PEMERIKSAAN HEWAN - Petugas kesehatan hewan memeriksa calon hewan kurban.

Jelang Iduladha, Pemprov Jateng Waspadai Cacing Hati hingga Penyakit Menular Hewan Kurban

RUTINITAS MUSIMAN: Sampai kapan banjir dan longsor di Kota Semarang dianggap sebagai rutinitas musiman yang “wajar” terjadi?

Banjir Datang Lagi, Mangkang Kebanjiran Lagi: Warga sampai Hafal Polanya

PETINGGI PARPOL - Sekretaris DPD PDIP Jateng, Sumanto. (fhm)

Ketua DPRD Jateng Ungkap PR Besar Demokrasi Indonesia: Bukan Sekadar soal Pemilu

PASAR JUMAT - Keramaian Pasar Jumat di Semarang Zoo jelang malam hari, Jumat (22/5/2026). (dul)

Pasar Jumat Semarang Zoo Tempat Healing Murah Warga, Jajanan Lengkap Harga Bersahabat

SIAP TAMPIL--Pelawak Jarwo Kwat pada Jumat (22/5/2026), menjelaskan kesan-kesannya jelang penampilannya di pertunjukan teater Keraton Siluman. (bae)

Gladi Resik Keraton Siluman, Jarwo Kwat Akui Main Teater Lebih Ribet tapi Lebih Seru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

1.049 Pejabat Pemprov Dilantik, Luthfi Gaspol Merit System

Januari 15, 2026
Info

Tol Bawen-Yogya Disiapin Fungsional H-10 Lebaran

Maret 2, 2026
Terdakwa korupsi Bank BNI, Cik Mel (baju putih) menunduk sambil menangis saat dengar pembacaan tuntutan di pengadilan, Senin (13/10/2025). (bae)
Hukum

Cik Mel Merengek sampai Tersungkur di Depan Hakim, Dituntut 8,5 Tahun karena Korupsi

Oktober 13, 2025
Daerah

Kinerja Dipercepat, Pemprov Terapkan SOTK Baru

Januari 16, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: WFH atau “Weekend Tipis-Tipis”? Produktivitas Dipertanyakan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?