BACAAJA, SEMARANG – Kemarau datang, kekeringan pun mengancam. Sejumlah daerah di Jateng bahkan sudah mulai mengajukan bantuan air bersih karena sumber air untuk kebutuhan sehari-hari mulai berkurang.
Kepala Pelaksana BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, Pemprov bersama pemerintah kabupaten dan kota sudah menyiapkan langkah antisipasi sejak awal.
Baca juga: Kekeringan Mengintai, Ada Wilayah Jateng Dua Bulan Nggak Hujan
BPBD bertugas memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. “Untuk BPBD fokus pada layanan kebutuhan air bersih masyarakat,” kata Bergas saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2026).
Menurut dia, hingga saat ini sudah ada sebelas daerah di Jateng yang menyalurkan air bersih kepada masyarakat. Penyaluran dilakukan setelah ada permintaan dari pemerintah desa maupun kecamatan yang diteruskan ke BPBD kabupaten/kota.
“Saat ini terdapat sebelas kabupaten/kota sudah melakukan penyaluran air bersih ke masyarakat,” ujarnya.
Cadangan Air
Persiapan menghadapi musim kemarau memang sudah dilakukan jauh sebelum kondisi mengering seperti sekarang. Pada Mei 2026, BPBD Jateng bersama pemerintah kabupaten/kota telah menyiapkan 123 juta liter air bersih sebagai cadangan untuk menghadapi potensi kekeringan.
Saat itu, BPBD juga memetakan sedikitnya 18 kabupaten/kota yang diperkirakan berpotensi terdampak kekeringan.
Baca juga: Kekeringan Mengintai: Kota dan Desa Sama-Sama Terancam
Cadangan air tersebut sudah disiapkan agar bisa segera didistribusikan ketika kebutuhan masyarakat meningkat.
Air bersih memang bisa dikirim dengan truk. Tapi solusi jangka panjang tak cukup datang lewat tangki. Sebab, setiap musim kemarau seharusnya bukan lagi kejutan tahunan, melainkan ujian tentang seberapa siap kita menjaga sumber air sebelum benar-benar habis. (bae)

