BACAAJA, JAKARTA – Gempa bumi mengguncang tiga wilayah di berbagai belahan dunia dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.
Gempa besar mengguncang Venezuela, California Utara, dan Jepang, sejak Rabu (24/6) hingga Kamis (25/6/2026). Venezuela jadi negara terparah. Korban jiwa diperkirakan mencapai puluhan ribu bahkan seratusan ribu jiwa.
Gempa pertama berkekuatan magnitudo 5,6 terjadi di pesisir California Utara. Beberapa jam kemudian, Venezuela diguncang gempa kembar magnitudo 7,2 dan 7,5 yang memicu kerusakan luas serta korban jiwa.
Bacaaja: Gempa 4.7 SR Guncang Padang, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami
Bacaaja: Gempa M 7,7 Guncang Filipina, Picu Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia
Tak lama berselang, Jepang juga diguncang gempa magnitudo 6,9 di lepas pantai Prefektur Iwate.
Meski terjadi di lokasi yang berjauhan, rentetan gempa ini menunjukkan tingginya aktivitas tektonik global dalam waktu hampir bersamaan.
Venezuela paling parah, proyeksi korban tembus 100.000 jiwa
Dari tiga peristiwa tersebut, Venezuela menjadi wilayah yang terdampak paling serius. Gempa kembar yang terjadi hanya berselang 39 detik itu mengguncang wilayah Yaracuy dan terasa hingga Caracas.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menyebut sedikitnya 32 orang tewas dan sekitar 700 orang mengalami luka-luka. Sejumlah bangunan dilaporkan runtuh, sementara ratusan petugas penyelamat masih melakukan pencarian korban.
Yang bikin situasi makin mengkhawatirkan, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperingatkan jumlah korban berpotensi bertambah signifikan.
Berdasarkan analisis statistik, terdapat kemungkinan korban jiwa mencapai ribuan hingga puluhan ribu orang karena banyak bangunan di area terdampak tergolong rentan terhadap guncangan gempa.
USGS mencatat peluang terbesar berada pada kisaran 10.000 hingga 100.000 korban jiwa. Namun angka tersebut masih berupa proyeksi untuk kebutuhan mitigasi bencana, bukan jumlah korban yang sudah terkonfirmasi.
Menurut para ahli, banyak bangunan di Venezuela merupakan konstruksi lama yang dibangun sebelum standar tahan gempa diterapkan secara luas, sehingga lebih berisiko mengalami keruntuhan saat terjadi gempa besar.
California dan Jepang ikut diguncang
Sebelumnya, gempa magnitudo 5,6 mengguncang California Utara dan disebut sebagai salah satu yang terkuat di kawasan tersebut sejak 1940. Sejumlah toko melaporkan barang-barang berjatuhan dari rak akibat getaran.
Sementara di Jepang, gempa magnitudo 6,9 terjadi di lepas pantai Prefektur Iwate saat jam sibuk pagi. Guncangan sempat menghentikan operasional kereta cepat Tohoku Shinkansen, meski hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan besar.
Jepang sendiri memang berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang dikenal sebagai salah satu wilayah paling aktif secara tektonik di dunia. (*)

