BACAAJA, SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendorong kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu berkembang dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
Menurut Saleh, UMKM merupakan salah satu pilar utama perekonomian Jawa Tengah. Dengan jumlah pelaku usaha yang telah mencapai lebih dari empat juta unit, sektor ini memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu akses permodalan harus terus diperluas agar pelaku usaha bisa berkembang dan naik kelas,” ujar Saleh di Semarang.
Bacaaja: Dampingi Bahlil Resmikan Listrik Gratis di Purworejo, M Saleh: Pebuhi Hak Dasar Warga
Bacaaja: Anggaran Lagi Diketatkan, Saleh Minta Nasib 1.814 Guru Honorer Jangan Diabaikan
Ketua DPD Golkar Jawa Tengah itu menilai, perluasan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah menjadi salah satu solusi yang perlu terus diperkuat. Sebab, keterbatasan modal masih menjadi kendala utama yang dihadapi banyak pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha maupun memperluas pasar.
“Skema KUR dengan bunga rendah perlu terus didorong karena sangat membantu UMKM mengembangkan usaha tanpa terbebani biaya pembiayaan yang tinggi,” katanya.
Saleh juga mendorong perbankan, termasuk Bank Jateng, untuk lebih aktif mendukung sektor UMKM melalui program pembiayaan yang mudah diakses dan sesuai kebutuhan pelaku usaha.
Menurutnya, kondisi keuangan Bank Jateng saat ini cukup kuat untuk memperluas penyaluran kredit produktif. Hingga Maret 2026, Bank Jateng mencatat aset sebesar Rp93,97 triliun dengan penyaluran kredit mencapai Rp63,66 triliun dan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 22 persen.

“Ini menjadi modal yang baik untuk memperbesar dukungan kepada sektor produktif, terutama UMKM yang punya peran besar dalam menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya.
Selain permodalan, Saleh menekankan pentingnya pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, hingga penguatan pemasaran agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing dan berkembang lebih jauh.
Ia optimistis peluang UMKM di Jawa Tengah masih terbuka lebar. Apalagi, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 tercatat mencapai 5,89 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.
“Momentum pertumbuhan ekonomi ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat sektor UMKM. Kalau UMKM tumbuh kuat, ekonomi daerah juga akan semakin kokoh,” pungkasnya. (*)

