BACAAJA, SEMARANG- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi Semarang dalam Genggaman Saya (SDGS) sebagai pusat layanan digital yang memudahkan berbagai urusan warga hanya lewat satu genggaman.
Menurut Agustina, kehadiran SDGS merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik agar lebih sederhana, cepat, dan mudah diakses kapan saja.
“Kalau dulu warga harus datang ke kantor pelayanan atau membuka banyak aplikasi berbeda, sekarang cukup satu aplikasi. Urusan administrasi, kesehatan, pembayaran tagihan, informasi kota, hingga pengaduan masyarakat bisa dilakukan lebih mudah melalui SDGS,” ujar Agustina, Rabu (24/6/2026).
Baca juga: Satu Aplikasi Buat Semua Urusan, Pemkot Luncurkan SDGs
Lewat aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengurus berbagai dokumen kependudukan, seperti akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga layanan perpindahan penduduk tanpa harus datang ke kantor pelayanan.
Tak hanya itu, warga juga bisa mengambil nomor antrean di puskesmas maupun rumah sakit daerah secara daring, sehingga tak perlu datang lebih awal hanya untuk mengantre.
SDGS juga menyediakan berbagai layanan pembayaran dan informasi tagihan, mulai dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), tagihan air PDAM, hingga pajak kendaraan.
Informasi Kota
Salah satu fitur yang menjadi daya tarik adalah akses informasi kota secara real time. Warga dapat memantau kondisi lalu lintas melalui CCTV, melihat tinggi muka air di rumah pompa saat musim hujan, hingga mengetahui kondisi kebersihan lingkungan melalui kamera pemantau yang terintegrasi dengan sistem kota.
“Informasi yang cepat akan membantu warga mengambil keputusan yang lebih cepat pula. Mau berangkat kerja bisa cek kondisi jalan terlebih dahulu, saat hujan bisa memantau kondisi wilayah sekitar, dan jika ada persoalan bisa langsung melapor melalui Lapor Semar,” jelasnya.
Pemkot berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan SDGS agar pelayanan publik menjadi lebih dekat, cepat, dan transparan. Aplikasi tersebut dapat diunduh secara gratis melalui Google Play Store maupun App Store.
Baca juga: Semarang Masuk Smart City ASEAN, Agustina: Jangan Kebanyakan Aplikasi, Warga Malah Bingung
Menariknya, SDGS tidak hanya ditujukan bagi warga Kota Semarang. Wisatawan, pelaku usaha, maupun masyarakat dari luar daerah juga dapat mengakses berbagai informasi melalui fitur masuk sebagai tamu.
“Semakin banyak warga yang menggunakan SDGS, semakin mudah pula masyarakat mendapatkan layanan dan informasi kota. Kami ingin seluruh kebutuhan dasar warga dapat diakses hanya melalui satu genggaman,” kata Agustina.
Melalui SDGS, Pemkot terus mendorong digitalisasi pelayanan publik agar semakin efisien, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Katanya hidup di era digital harus serba praktis. Maka ukuran keberhasilan bukan lagi seberapa banyak aplikasi yang terpasang di ponsel, tetapi seberapa sedikit warga dipersulit saat membutuhkan pelayanan. (tebe)

