Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Transportasi Hijau Tak Cukup Bermodal Baterai
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Transportasi Hijau Tak Cukup Bermodal Baterai

T. Budianto
Last updated: Juni 22, 2026 10:52 am
By T. Budianto
5 Min Read
Share
Ilustrasi: Elektrifikasi moda transportasi publik di Semarang. (Foto: Ist)
SHARE

Tajuk Rencana

 

KOTA SEMARANG mengambil satu langkah yang patut diapresiasi. Rencana mengganti armada bus diesel Trans Semarang dengan bus listrik di Koridor I bukan sekadar pergantian moda transportasi, melainkan simbol perubahan arah pembangunan kota menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Di tengah meningkatnya tekanan terhadap kualitas udara perkotaan dan komitmen Indonesia menekan emisi karbon, elektrifikasi angkutan umum memang menjadi pilihan yang sulit ditolak.

Namun, setiap langkah maju selalu menyimpan pertanyaan yang tidak boleh diabaikan. Di balik euforia hadirnya bus listrik, ada pekerjaan rumah yang justru jauh lebih besar daripada sekadar membeli armada baru.

Modernisasi transportasi publik tidak boleh berhenti pada pergantian mesin. Yang lebih penting adalah memastikan perubahan itu benar-benar meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.

Sebab, masyarakat tidak memilih transportasi umum karena jenis bahan bakarnya, melainkan karena layanan yang cepat, nyaman, aman, tepat waktu, dan mudah diakses.

Fakta bahwa bus listrik yang akan dioperasikan memiliki kapasitas lebih kecil dibanding armada diesel perlu menjadi perhatian serius. Jika sebelumnya satu armada mampu mengangkut lebih banyak penumpang, maka pengurangan kapasitas harus diimbangi dengan frekuensi perjalanan yang lebih rapat. Tanpa penyesuaian tersebut, risiko antrean yang lebih panjang dan kepadatan penumpang pada jam sibuk bukanlah sesuatu yang mustahil terjadi.

Modernisasi seharusnya tidak menghadirkan paradoks. Jangan sampai teknologi menjadi lebih canggih, tetapi pelayanan justru mengalami kemunduran.

Persoalan lain yang tidak kalah penting adalah kesiapan infrastruktur pendukung. Bus listrik tidak hanya membutuhkan jalan yang baik, tetapi juga jaringan pengisian daya yang andal, sistem kelistrikan yang stabil, teknisi yang terlatih, serta rantai pasok suku cadang yang siap setiap saat. Ketika salah satu mata rantai itu belum siap, maka risiko gangguan operasional akan semakin besar.

Transportasi publik adalah layanan yang tidak mengenal istilah “menunggu”. Penumpang menuntut kepastian. Satu armada yang gagal beroperasi karena persoalan teknis dapat berdampak pada keterlambatan ratusan bahkan ribuan pengguna setiap harinya.

Di sisi lain, elektrifikasi juga tidak boleh melupakan manusia yang berada di balik kemudi. Pengemudi dan teknisi merupakan bagian paling penting dalam sistem transportasi. Teknologi secanggih apa pun tidak akan memberikan pelayanan terbaik apabila kesejahteraan sumber daya manusianya tertinggal.

Berjalan Seiring

Karena itu, perhatian terhadap pelatihan, keselamatan kerja, peningkatan kompetensi, hingga kesejahteraan para pengemudi harus berjalan seiring dengan investasi kendaraan listrik. Transformasi transportasi bukan hanya soal mengganti kendaraan, tetapi juga meningkatkan kualitas manusia yang mengoperasikannya.

Ada pula aspek yang kerap luput dari perbincangan, yakni keberlanjutan lingkungan secara menyeluruh. Bus listrik memang tidak menghasilkan emisi dari knalpot, tetapi sumber energi listrik yang digunakan serta pengelolaan limbah baterai tetap menjadi tantangan yang harus dijawab. Jangan sampai konsep transportasi hijau hanya berpindah dari polusi udara menjadi persoalan limbah di masa depan.

Semarang memiliki peluang besar menjadi pelopor transportasi publik berbasis listrik di tingkat daerah. Tetapi status sebagai pelopor harus dibuktikan melalui keberhasilan implementasi, bukan hanya seremoni peluncuran armada baru.

Keberhasilan sejati diukur dari meningkatnya jumlah masyarakat yang beralih menggunakan transportasi umum, berkurangnya kemacetan, membaiknya kualitas udara, dan hadirnya pelayanan yang semakin memuaskan.

Pemkot Semarang patut diapresiasi karena berani memulai. Keberanian mengambil langkah pertama memang penting. Namun yang lebih penting adalah konsistensi mengawal setiap tahap pelaksanaannya dengan evaluasi yang terbuka, berbasis data, dan melibatkan publik.

Elektrifikasi Trans Semarang semestinya menjadi awal dari reformasi transportasi publik yang lebih menyeluruh. Armada baru harus diikuti perbaikan manajemen operasional, penataan jalur khusus, integrasi antarmoda, digitalisasi layanan, hingga peningkatan disiplin berlalu lintas. Tanpa itu semua, bus listrik hanya akan menjadi wajah baru yang masih menjalankan sistem lama.

Pada akhirnya, masyarakat tidak sedang menunggu bus yang lebih senyap atau lebih modern. Mereka menunggu transportasi publik yang benar-benar dapat diandalkan setiap hari.

Sebab dalam dunia pelayanan publik, ukuran keberhasilan bukanlah seberapa canggih kendaraan yang digunakan, melainkan seberapa besar perubahan yang benar-benar dirasakan oleh warga.

Bus listrik memang dapat menjadi simbol kemajuan. Tetapi kemajuan yang sesungguhnya baru lahir ketika teknologi, pelayanan, infrastruktur, dan kepentingan masyarakat bergerak dalam arah yang sama. Jika salah satunya tertinggal, maka yang melaju hanyalah armadanya, sementara sistem transportasinya tetap berjalan di tempat. (*)

You Might Also Like

Viral Aksi Buang Kucing di Jembatan Kartini Semarang, Polisi Gercep Amankan Pelaku

Prabowo Naikin Tukin TNI-Kemenhan, Giliran Gaji Guru Bilang Gak Ada Uangnya

Mohammad Saleh: BUMD Jangan Cuma Numpang Nama, Saatnya Fokus Nambah PAD

Proyek Giant Sea Wall Pantura Dimulai

Kudus Kota Kotor, Dapat Sanksi Kementerian LH Gegara Pengelolaan Sampah Gak Beres

TAGGED:brtelektrifikasi trans semarangheadline
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Semarang Makin Harmonis, Budaya dan Pembangunan Jalan Bareng
Next Article Tim Biliar Wartawan Jateng Mulai Panaskan “Mesin”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Uang Bertanda Tangan Purbaya Mulai Diburu Kolektor

Seniman senior Yogyakarta Susilo Nugroho, yang dikenal luas lewat karakter ikonik Den Baguse Ngarsa.

Den Baguse Ngarsa Berpulang, Dunia Seni-Budaya Jogja Kehilangan Salah Satu Cahaya Terangnya

Jepang Kekurangan Tenaga Sopir

Tren Positif Berlanjut, Gol Telat Hari Nur Selamatkan PSIS

GIIAS Semarang 2026 Kembali Digelar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Banjir Ganas di Pakistan: Ratusan Nyawa Melayang, 200 Orang Masih Hilang

Agustus 18, 2025
Plesir

Lebaran ke Solo? Jangan Lupa Mampir ke Safari Raya Festive

Maret 17, 2026
SIDANG TPPU--Jaksa sedang menghadap hakim untuk menunjukkan bukti transaksi yang diduga bagian dari aliran TPPU BUMD Cilacap, Senin (22/6/2026). (bae)
Hukum

Mobil LC Pak Widi, Jaksa Bongkar Jejak Duit TPPU Korupsi BUMD Cilacap

Juni 23, 2026
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah saat rapat dengan Kementerian Keuangan RI di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (19/8/2025). Foto: dok.
Ekonomi

Rombongan Pimpinan BEI & OJK Mundur setelah IHSG Rontok, DPR: Itu Belum Cukup

Januari 31, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Transportasi Hijau Tak Cukup Bermodal Baterai
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?