Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Piala Dunia Selalu Punya Cara Menyatukan Banyak Orang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Piala Dunia Selalu Punya Cara Menyatukan Banyak Orang

Setiap empat tahun sekali, Piala Dunia selalu berhasil bikin jutaan orang begadang demi sepak bola. Tapi euforia itu seharusnya tak berhenti di layar televisi atau nobar semata.

T. Budianto
Last updated: Juni 20, 2026 8:52 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
Pengamat olahraga, Amir Machmud NS. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Piala Dunia bukan sekadar ajang mencari juara. Turnamen empat tahunan ini juga menjadi momen ketika orang-orang dari berbagai negara, budaya, hingga latar belakang bisa larut dalam semangat yang sama.

Pengamat olahraga, Amir Machmud NS menilai, kekuatan itu sudah melekat pada olahraga ini sejak lama. Menurutnya, perbedaan seolah melebur ketika pertandingan dimulai.

“Sepak bola ini menjadi pemersatu. Tidak pandang sekat apa pun, apakah geografi, ras, suku, agama. Betul-betul menjadi olahraga yang menyatukan semuanya,” kata Amir saat dimintai komentar via telepon, Sabtu (20/6/2026).

Baca juga: Gempita Piala Dunia 2026: Ketika Semarang Ikut Bermain di Luar Lapangan

Ia mengatakan setiap negara memiliki cara berbeda dalam mendukung tim favoritnya. Namun, semuanya memiliki satu tujuan yang sama, yakni menikmati pertandingan dan merasakan atmosfer kompetisi terbesar di dunia tersebut.

“Bangsa mana pun atas nama sepak bola ini menyimpan mindset yang sama, kehendak yang sama,” ujarnya. Menurut Amir, daya tarik itu membuat Piala Dunia selalu menjadi agenda yang dinanti dari generasi ke generasi.

Bahan Obrolan

Fenomena tersebut sudah terlihat sejak penyelenggaraan di Jerman Barat pada 1974 dan terus berlanjut hingga sekarang. Tak hanya menghadirkan tontonan, Piala Dunia juga memunculkan obrolan di berbagai sudut kota.

Mulai dari warung kopi, kantor, kampus, hingga lingkungan permukiman kembali ramai dengan diskusi soal pertandingan, prediksi skor, dan tim unggulan.

Amir menilai suasana seperti itu bisa menjadi energi positif bagi perkembangan olahraga di Indonesia. Antusiasme masyarakat, menurutnya, dapat menjadi motivasi untuk memperbaiki pembinaan dan meningkatkan kualitas kompetisi di dalam negeri.

Baca juga: Mau Nobar Piala Dunia? Jangan Asal Kumpul, Wajib Punya Lisensi

“Piala Dunia adalah event yang ditunggu-tunggu karena nanti akan memotivasi dan memberikan inspirasi bagi sepak bola lokal untuk mengembangkan diri,” pungkasnya.

Piala Dunia memang hanya berlangsung beberapa pekan, tetapi kualitas sepak bola Indonesia ditentukan oleh apa yang terjadi setelah sorak-sorai nobar usai. Sebab, mimpi tampil di panggung dunia tak lahir dari euforia, melainkan dari kompetisi yang benar-benar dibangun dengan serius. (bae)

You Might Also Like

Entaskan Kemiskinan, TP PKK-Baznas Jateng Berikan Pelatihan Usaha

Audit Abal-abal Bikin Ibu Pisah dari Bayinya, Pengacara Bella Ungkap Buktinya

Berkas Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Masuk Tipikor Semarang

1.700 Mangrove Nancep di Tambakrejo, Biar Laut Nggak Terus Makan Daratan

Bayi di Aceh Makan Mi Instan, Wartawan Menangis Saksikan Anak-anak Kelaparan

TAGGED:amir machmud nsheadlinepengamat bolapiala dunia 2026
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bapenda: Pajak Hiburan 40 Persen Amanat UU, Pemkot Sudah Beri Masa Transisi bagi Pelaku Usaha
Next Article Demam Piala Dunia Bisa Jadi Suntikan Semangat buat Kompetisi Lokal

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tren Positif Berlanjut, Gol Telat Hari Nur Selamatkan PSIS

GIIAS Semarang 2026 Kembali Digelar

Luthfi: Solar buat Melaut, Bukan Ditimbun

SIDANG TUNTUTAN--Bupati Pati Sudewo (memakai rompi tahanan) berjalan menuju mobil tahanan usai mengikuti sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (21/9/2026). (bae)

Sudewo Gak Bisa Jadi Pejabat Lagi?KPK Tambahkan Tuntutan Pencabutan Hak Dipilih

RICUH--Massa pendukung Bupati Sudewo tampak menunjuk-nunjuk jaksa KPK usai sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (21/9/2026). (bae)

Pendukung Sudewo Ngamuk, Berusaha Serang Jaksa di Ruang Sidang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pesawat Smart Air yang ngangkut bahan makanan tergelincir atau terpeleset di Lanny Jaya, Papua Pegunungan, beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Info

Pesawat Smart Air Terpeleset di Lanny Jaya, Polisi: Bawa Bahan Makanan, Gak Ada Korban Jiwa

Oktober 11, 2025
Info

Saat 2.500 Langkah Sunyi Menghidupkan Solo

Juni 17, 2026
Jaksa mengangkat sebagian uang sitaan korupsi Bank Jateng Rp10,9 miliar. (bae)
Hukum

Pamer Uang Rp10,9 Miliar, Jaksa Kejari Semarang: Sitaan Korupsi Bank Jateng

Desember 9, 2025
Peneliti Puskampol Indonesia, Andy Suryadi.
Hukum

Polisi Ubah TKP Kecelakaan, Puskampol: Pertebal Kejanggalan Kematian Iko Juliant

September 3, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Piala Dunia Selalu Punya Cara Menyatukan Banyak Orang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?