Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Waspada! Densus: Selain Medsos, Game Online Jadi Pintu Masuk Paham Radikal
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Waspada! Densus: Selain Medsos, Game Online Jadi Pintu Masuk Paham Radikal

Kalangan muda, terutama milenial dan Gen Z sangat akrab dengan media sosial (medsos) dan game onlie. Densus menyebut, game online dan medsos seringkali jadi pintu masuk penyebaran IRET.

R. Izra
Last updated: Juni 18, 2026 7:29 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
BACAAJA.CO GOES TO SCHOOL - Bacaaja.co berkolaborasi dengan SCU Semarang dan SMKN 5 Semarang menggelar "Bacaaja.co Goes to School: Cegah IRET Kalangan Gen-Z di Ruang Digital", yang digelar di kampus SCU, Kamis (18/6/2026). (dul)
BACAAJA.CO GOES TO SCHOOL - Bacaaja.co berkolaborasi dengan SCU Semarang dan SMKN 5 Semarang menggelar "Bacaaja.co Goes to School: Cegah IRET Kalangan Gen-Z di Ruang Digital", yang digelar di kampus SCU, Kamis (18/6/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Siapa sangka, media sosial dan game online yang tiap hari jadi tempat nongkrong digital anak muda ternyata juga bisa dimanfaatkan buat nyebarin paham radikal. Karena itu, generasi Gen Z diminta lebih waspada dan nggak gampang percaya dengan orang atau informasi yang ditemui di dunia maya.

Isu ini jadi salah satu pembahasan utama dalam kegiatan bacaaja.co Goes to School bertajuk “Cegah IRET Kalangan Gen-Z di Ruang Digital” yang digelar di Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang, Kamis (18/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diajak memahami kalau penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) sekarang nggak lagi dilakukan secara terang-terangan. Modusnya makin berkembang dan ikut menyesuaikan kebiasaan anak muda yang aktif di ruang digital.

Bacaaja: Bacaaja.co Goes to School, Ajak Pelajar Semarang  Melek Bahaya IRET di Dunia Digital
Bacaaja: Pengakuan Siswa SMAN 6 Semarang: Auto Melek Isu Radikalisme Usai Meet & Greet Densus

Chief Operating Officer (COO) bacaaja.co, Puji Utami, ngungkapin kalau media sosial dan game online saat ini jadi dua platform yang cukup rentan dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyasar generasi muda.

“Fokus utama yang kami angkat adalah bagaimana media sosial dan game online bisa menjadi ruang yang dimanfaatkan untuk menyebarkan paham-paham ekstrem. Dari berbagai laporan yang ada, korbannya bukan cuma satu dua orang, tapi sudah cukup banyak dan bahkan menyasar anak usia sekolah,” ujar Puji.

Menurutnya, pelajar SMP hingga SMA kini menjadi target yang cukup rentan karena sebagian besar aktivitas mereka nggak jauh dari internet, media sosial, dan berbagai platform digital lainnya.

Karena itu, bacaaja.co terus menggelar program edukasi ke sekolah-sekolah agar anak muda punya bekal yang cukup untuk mengenali berbagai bentuk propaganda maupun ajakan yang mencurigakan di internet.

“Kami ingin anak-anak muda punya pemahaman yang cukup sehingga nggak gampang percaya dengan informasi yang beredar di internet dan nggak mudah terpengaruh ajakan-ajakan yang mengarah pada paham ekstrem,” katanya.

Sementara itu, Katim Semarang Raya Satgas Wilayah Jawa Tengah Densus 88 Antiteror, Iptu Yusuf, mengungkapkan kalau pola penyebaran paham radikal saat ini memang sudah berubah mengikuti perkembangan teknologi.

Menurutnya, salah satu modus yang ditemukan adalah memanfaatkan game online sebagai pintu masuk membangun komunikasi dengan calon target.

“Awalnya dari interaksi biasa saat bermain game. Setelah akrab, komunikasi diarahkan ke ruang chat yang lebih tertutup. Dari situ mulai dilakukan pendekatan secara bertahap,” jelas Yusuf.

Ia menyebut pola seperti itu pernah ditemukan di Jawa Tengah. Bahkan sepanjang 2025 ada sekitar 22 anak yang teridentifikasi membutuhkan pendampingan terkait paparan paham ekstrem.

Meski begitu, Yusuf menegaskan penanganan yang dilakukan lebih mengedepankan pendekatan psikologis dan sosial dengan melibatkan keluarga serta berbagai pihak terkait.

Senada dengan itu, akademisi SCU, Dr. dr. Gregorius Yoga Panji Asmara, S.H., M.H., C.L.A., C.C.D., C.M.C., menilai kemampuan berpikir kritis menjadi bekal paling penting bagi generasi muda di era digital.

Menurutnya, nggak semua informasi yang muncul di internet bisa langsung dipercaya. Karena itu, anak muda perlu membiasakan diri untuk mengecek ulang informasi dan memahami konteks sebelum ikut menyebarkan atau mempercayainya.

“Ketika anak-anak memiliki karakter yang kuat dan kemampuan berpikir kritis, mereka nggak akan mudah kebawa arus informasi ataupun pengaruh yang mengarah pada paham ekstrem,” ujarnya.

Lewat kegiatan ini, para pelajar diharapkan nggak cuma jadi pengguna media sosial yang aktif, tapi juga lebih cerdas, kritis, dan peka terhadap berbagai ancaman yang bisa muncul di ruang digital. Sebab di era sekarang, ancaman nggak selalu datang di dunia nyata, tapi juga bisa nyusup lewat layar ponsel yang setiap hari ada di genggaman. (dul)

You Might Also Like

Lemparan Batu dan Botol saat Aksi May Day, Berbuah Tuntutan Tiga Bulan Penjara

Guru Depok Tewas Terikat, Sosok Pemotor Masih Misterius

Sirene Ilegal, Strobo Imitasi, Jalanan Jadi Panggung Arogansi: Publik Teriak “Stop Tot-Tot Wuk-Wuk!”

Liga 4 Jateng Panas: Suporter Turun ke Lapangan, Panitia Kena Lempar Batu

Buruh Media Tertekan, FSPM Independen Ajak Melawan Lewat Serikat Pekerja

TAGGED:bacaaja goes to schoolDensus 88game onlineiretmedsosSCU Semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article NOBAR DI BAR--Tamu Grand Candi berkumpul di Teratai Lounge, bar hotel, menunggu siaran pertandingan Piala Dunia. (ist) Grand Candi Tebus Lisensi Rp10 Juta untuk Gelar Nobar Eksklusif di Teratai Lounge
Next Article Mau Pindah ke Mobil Listrik? Jateng Bilang: Pajaknya Tetap Nol

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pasar Modal Disorot, DPR Minta Bursa Bergerak Lebih Terbuka Lagi Sekarang

Hampir Sepuluh Jam Diperiksa, Sony Pilih Irit Bicara Usai Keluar Kejagung

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Gibran Dorong Banyak Pihak Turun Bareng Bersama di MBG

Kursi SD Jogja Masih Banyak Kosong, Sekolah Putar Otak Cari Murid

Operasi Langit Digeber, Kalteng Ngebut Cegah Karhutla Sebelum Makin Meluas

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sirkular

BUMN Kompak! PLN IP & PGE Gaspol Kembangkan Energi Panas Bumi

Agustus 20, 2025
Info

Hati-Hati Ya, Mudik Lebaran 2026 Cuacanya Masih Ekstrem

Februari 21, 2026
Chiko Radityatama Agung Putra menunduk saat dengar putusan kasus pidananya di PN Semarang, Kamis (5/3/2026). (bae)
Hukum

Chiko Pembuat Konten Cabul ‘Skandal Smanse’ Dihukum 1 Tahun Penjara, Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa

Maret 6, 2026
BELLA MENANGIS--Terpidana kasus penggelapan, Bella Puspita Sari menangis teringat anaknya usai sidang PK di pengadilan, Senin (11/5/2026). (bae)
Hukum

Jerit Tangis Bella di PN Semarang, Sudah Lama Terpisah dari Bayinya: “Saya Pengen Pulang!”

Mei 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Waspada! Densus: Selain Medsos, Game Online Jadi Pintu Masuk Paham Radikal
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?