Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Budiman Cs Didatangi Mahasiswa, Forum Diskusi Berubah Jadi Adu Argumen
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Budiman Cs Didatangi Mahasiswa, Forum Diskusi Berubah Jadi Adu Argumen

Sebuah diskusi bertema Pancasila yang awalnya berjalan santai di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) mendadak berubah tegang. Sejumlah mahasiswa merangsek ke panggung, mengejar pejabat yang hadir, hingga membuat forum yang semula dirancang sebagai ruang dialog berubah menjadi arena kritik terbuka terhadap pemerintah.

T. Budianto
Last updated: Juni 16, 2026 4:43 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
DIKELILINGI MAHASISWA: Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dn Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dikelilingi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UGM, Senin, (15/6/2026) malam. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA– Forum diskusi bertajuk “Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia” yang digelar di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Sleman, Senin, (15/6/2026) malam berakhir ricuh setelah sekelompok mahasiswa menggeruduk acara dan menuntut dialog langsung dengan para pejabat yang hadir.

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah pejabat negara, yakni Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko.

Awalnya acara berlangsung kondusif. Para narasumber mendapat kesempatan menyampaikan pandangan mereka di hadapan peserta. Namun suasana berubah ketika Budiman Sudjatmiko mulai berbicara. Sejumlah mahasiswa tiba-tiba merangsek menuju area panggung dan menyampaikan protes.

Situasi yang semula terkendali kemudian memanas. Budiman disebut meninggalkan lokasi setelah turun dari panggung, sementara Nusron Wahid dan Sudaryono sempat berjalan kaki dan mendapat pengawalan setelah dikejar oleh massa mahasiswa di kawasan kampus.

Baca juga: PMKRI Semarang Kecewa, Kekuasaan telah Menjinakkan Budiman

Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa UGM mengaku sengaja mendatangi forum tersebut untuk menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Mesa dari Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM mengatakan, pihaknya menilai para pejabat yang hadir tidak layak berbicara mengenai nilai-nilai Pancasila apabila masih ada kebijakan yang dianggap mengabaikan aspirasi masyarakat.

“Mereka tidak layak membicarakan Pancasila selagi Indonesia masih membungkam suara rakyat,” ujar Mesa.

Menurutnya, aksi protes tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Ia bahkan menilai pemerintah saat ini tidak cukup hanya diberi masukan secara halus, tetapi harus dihadapkan langsung pada kritik yang muncul dari masyarakat.

Mesa juga menyebut aksi kejar-kejaran yang terjadi bukanlah tujuan utama demonstrasi. Menurutnya, situasi itu muncul karena para pejabat dianggap menghindari pertanyaan dan tuntutan mahasiswa. “Aksi kejar-kejaran itu sebetulnya karena mereka menghindar,” katanya.

Budiman Disorot

Sorotan khusus diarahkan kepada Budiman Sudjatmiko yang dahulu dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Mesa menilai sosok yang pernah menjadi inspirasi bagi banyak mahasiswa itu kini berada di posisi yang berbeda dan dianggap tidak lagi mewakili semangat perjuangan rakyat kecil.

Meski demikian, mahasiswa menegaskan mereka tidak menolak kedatangan pejabat negara ke kampus. Mereka justru menginginkan ruang dialog yang terbuka, jujur, dan tidak dipenuhi data yang dianggap sekadar membangun citra positif pemerintah.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan permintaan maaf kepada mahasiswa yang tidak dapat mengikuti jalannya diskusi secara optimal akibat insiden tersebut.

Menurut Sudaryono, dirinya bersama Nusron Wahid dan Budiman Sudjatmiko datang ke UGM memang untuk berdialog secara terbuka dengan mahasiswa. “Kami datang ke UGM memang untuk berdiskusi,” ujar Sudaryono.

Baca juga: Teror ke Ketua BEM UGM Bertubi, Giliran Dituding Gelapkan Uang

Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya meninggalkan lokasi untuk menghindari dialog. Bahkan, kata dia, setelah situasi memanas dirinya bersama rombongan sempat kembali dan duduk bersama mahasiswa di area sekitar kampus untuk melanjutkan diskusi.

“Justru kami datang untuk berdiskusi. Bahkan, saat mobil kami dicegat dan kami dicari-cari, kami keluar lagi dan duduk bersila di aspal untuk melanjutkan dialog,” katanya.

Peristiwa tersebut menjadi potret bahwa ruang diskusi antara pemerintah dan mahasiswa masih menyimpan banyak ketegangan. Di satu sisi pemerintah mengaku siap berdialog, sementara di sisi lain mahasiswa merasa suaranya belum benar-benar didengar.

Ironisnya, acara yang diberi tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia” justru berakhir dengan saling mengejar di jalan kampus. Mungkin masalahnya bukan kurangnya forum diskusi, melainkan terlalu banyak orang yang ingin bicara dan terlalu sedikit yang benar-benar mau mendengar. (tebe)

You Might Also Like

Bank Jateng Beri Kredit Ratusan Miliar Rupiah ke Sritex Tanpa Agunan, Gak Cek Ulang Pula!

Gara-Gara Speed Trap, Kisruh Anggota DPRD di Medan Berujung Laporan Polisi

DPRD Jateng Minta BUMD Jangan Cuma Berdagang

Pantura Lumpuh, 15 Km Macet di Genangan Sayung

Mahjong Naik Kelas: Dari Meja Permainan Jadi Ruang Nongkrong dan Fellowship

TAGGED:budiman sudjatmikoheadlinenusron wahidsudaryonougm
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SAKSI SIDANG--Istri mantan Pangdam IV/Diponegoro Letjen TNI Widi Prasetijono, Novita Permatasari (batik) difoto usai bersaksi di sidang pencucian uang korupsi, Senin (15/6/2026). (bae) Ngeri! Istri Eks-Pangdam Widi Ungkap Aliran Duit Korupsi Rp18,5 M Buat Kampanye Prabowo
Next Article Bukan Cuma Ngaji, Santri Juga Harus Kuat Mental

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TOLAK SEKBER - Sejumlah pegiat lintas seni-budaya di Kota Solo menolak pendirian Sekber oleh kelompok yang mengeklaim sebagai ahli waris Bonrojo, Selasa (15/9/2026).

Keinginan Ahli Waris Sri Wedari Ingin Dirikan Sekber Mendapat Penolakan, Sengketa Bonrojo Memanas

Tak Mau Kalah dari Game Online, Xiangqi Kudus Bidik Pelajar

Warga Ambal Diajak Sigap Hadapi Ancaman Longsor

Bupati Nonaktif Cilacap Minta Dibebaskan: “Saya Tak Pernah Perintah Kumpulkan THR”

Agustina Ajak Kafilah MTQ Keliling Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

KERJA SAMA--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama Dubes Prancis, Fabien Penone dalam acara pembukaan pemeran di Lawang Sewu, Kamis (6/8/2026). (bae)
Info

Peluang Penulis Lokal Semarang Berangkat ke Prancis, Pemkot Siapkan Program Residensi Sastra

Agustus 7, 2026
Sepak Bola

Terkendala Administrasi, Tiga Pemain Asing PSIS Gagal Tampil

Januari 11, 2026
Bus Trans Jateng terlibat kecelakaan beruntun di Purworejo, Sabtu (11/4/2026). Satu korban dilaporkan tewas dalam peristiwa kecelakaan maut itu. (ist)
Info

Trans Jateng Kecelakaan Beruntun di Purworejo: Jupiter Ringsek di Kolong Bus, 1 Orang Tewas

April 11, 2026
SIDANG KORUPSI--Hakim memeriksa saksi meringankan dalam sidang perkara Fadia Arafiq, Kamis (3/9/2026). (bae)
Hukum

Bupati Fadia Arafiq Ngaku Kaya Sejak Lahir, Lha Kok Korupsi?

September 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Budiman Cs Didatangi Mahasiswa, Forum Diskusi Berubah Jadi Adu Argumen
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?