Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gugat Pernyataan Pejabat di Media, TAGP Hadirkan Ahli Dewan Pers
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Gugat Pernyataan Pejabat di Media, TAGP Hadirkan Ahli Dewan Pers

TAGP meminta majelis hakim menyatakan pernyataan Penata Layanan Operasional KSOP Kelas IV Tegal yang dimuat di Tribun Jateng pada 18 September 2025 sebagai perbuatan melawan hukum.

R. Izra
Last updated: Juni 12, 2026 11:02 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
AHLI--Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pers, Abdul Manan meninggalkan ruang sidang usai dimintai keterangan di sidang gugatan TAGP vs Kemenhub di PTUN Semarang, Kamis (11/6/2026). (bae)
AHLI--Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pers, Abdul Manan meninggalkan ruang sidang usai dimintai keterangan di sidang gugatan TAGP vs Kemenhub di PTUN Semarang, Kamis (11/6/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Koalisi Advokasi Pelaut Migran Gugat Penguasa (TAGP) menghadirkan ahli dari Dewan Pers dalam sidang gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Kamis (11/6/2026).

Keterangan ahli diharapkan bisa memberi pandangan soal dampak pernyataan pejabat publik yang disampaikan melalui media massa serta mekanisme hak jawab dan hak koreksi.

Tim hukum TAGP, Safali, mengatakan pemeriksaan ahli menjadi bagian penting untuk menguji apakah pernyataan pejabat publik yang dipublikasikan media sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Bacaaja: Rupiah Ambles APBN Jebol? Pakar Undip Sorot Kebijakan Pemerintah Naikkan BBM
Bacaaja: Cerita Ngeri Mantan Awak Kapal, Menangis Sedih Lihat Jenazah Teman Disimpan di Freezer

“Kami mendatangkan ahli di depan pers ini mau mengidentifikasi lebih dalam, bagaimana statement pejabat publik di media, termasuk apa dampak ketika pejabat publik itu memberikan statement yang bertentangan dengan undang-undang,” ujar Safali.

Menurut dia, pihaknya menggugat pernyataan dua pejabat Kementerian Perhubungan yang dimuat di media karena dinilai menegasikan keberadaan SIP3MI dan berpotensi merugikan perlindungan awak kapal migran Indonesia.

Dalam petitumnya, TAGP meminta majelis hakim menyatakan pernyataan Penata Layanan Operasional KSOP Kelas IV Tegal yang dimuat di Tribun Jateng pada 18 September 2025 sebagai perbuatan melawan hukum. Pernyataan itu menyebut Surat Menteri Perhubungan menegaskan SIUKAK merupakan satu-satunya legalitas bagi perusahaan keagenan awak kapal di bawah Kemenhub.

TAGP juga menggugat pernyataan pejabat Kementerian Perhubungan yang dimuat Merdeka.com pada 19 September 2025. Dalam pemberitaan tersebut disebutkan perusahaan yang tidak menyesuaikan akan dihapus dari situs DJPL dan perizinannya dicabut, serta SIUKAK menjadi satu-satunya legalitas sehingga perusahaan tidak perlu lagi mengurus SIP3MI atau SIP2MI.

Selain meminta kedua pernyataan itu dinyatakan sebagai perbuatan melawan hukum, TAGP juga meminta para pejabat terkait menarik pernyataan tersebut melalui siaran resmi Kementerian Perhubungan.

Safali menilai pernyataan yang beredar di media telah berdampak langsung pada hak konstitusional awak kapal migran.

“Nah, bagi kami ya statement tersebut justru merugikan gitu ya, merugikan hak konstitusi khusus daripada awak kapal perikanan migran.”

Ia juga menyoroti mekanisme koreksi yang muncul setelah pemberitaan terbit. Menurutnya, klarifikasi justru dilakukan oleh panitia penyelenggara acara, bukan oleh pejabat yang mengeluarkan pernyataan.

Sementara itu, ahli Dewan Pers, Abdul Manan menjelaskan bahwa hak jawab hanya dapat digunakan oleh pihak yang merasa dirugikan secara langsung, sedangkan hak koreksi bisa diajukan oleh siapa saja.

Ia menegaskan, apabila media melakukan koreksi, perubahan tersebut harus dijelaskan secara terbuka. “Kalau media dapat koreksi, harus disebut apa yang dikoreksi dan dikoreksi jadi apa, serta disertai tanggal koreksi,” ujarnya di persidangan.

Abdul Manan juga menjelaskan perbedaan koreksi dan ralat. Koreksi dilakukan atas permintaan pihak luar, sedangkan ralat merupakan perbaikan yang dilakukan redaksi karena menemukan kesalahan sendiri. (bae)

You Might Also Like

Divonis Bersalah Tapi Tak Perlu Masuk Penjara Lagi, Kok Bisa?

Istri Bupati Pemalang Dijemput KPK pada Tengah Malam, Camat Ditangkap setelah Rapat

Tangis Happy Ending Amsal Sitepu, Hakim Tipikor Vonis Bebas Videografer Profil Desa

Puasa Tinggal Hitungan Hari, Polrestabes Gelar Operasi Pekat

Gengs! YLBHI Tegaskan Korban Keracunan MBG Bisa Gugat Pemerintah, Begini Caranya

TAGGED:dewan persKoalisi Advokasi Pelaut Migran Gugat Penguasamediatagp
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PANIC BUYING: Antrean panjang warga di sebuah SPBU di kawasan Ngaliyan, Kota Semarang, Selasa (31/3/2026). Isu kenaikan harga BBM membuat warga panic buying. (dul) Rupiah Ambles APBN Jebol? Pakar Undip Sorot Kebijakan Pemerintah Naikkan BBM
Next Article SPOT WISATA - Gang Baru di Pecinan, Kranggan, Semarang, menjadi salah satu daya tarik wisata di Kota Lumpia. (dul) Dari Gang Baru Pecinan ke Desa Wisata, Mimpi Besar Kranggan yang Beranjak Jadi Nyata

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BERBAGI - HUT ke-26, PLN Icon Plus salurkan santunan kepada anak yatim dan dhuafa melalui enam yayasan, serta bantuan kepada dua masjid di sekitar operasional perusahaan.

Berbagi pada Usia ke-26, PLN Icon Plus Hadir untuk Anak Yatim dan Dhuafa

Ilustrasi BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan Ditutup? Begini Infonya

Agustina Genjot Ketahanan Pangan Semarang: Dari Kebun Warga hingga Pasar Murah

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Orang Kebagian Peluang Kerja

Tinggal Satu Titik Api di Gunung Lawu, Luthfi Minta Petugas Jangan Pulang Dulu

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

INTEROGASI WNA--Petugas Imigrasi menginterogasi WNA China dan WNI yang diduga terlibat dalam aksi love scamming dari Semarang. (ist)
Hukum

4 Warga China Ditangkap di Semarang, Terlibat Sindikat Love Scamming Internasional

Juni 7, 2026
NYARIS BENTROK--Massa pro versus kontra Sudewo berhadap-hadapan di dekat pengadilan, Senin (10/8/2026). (bae)
Hukum

Memanas! Massa Pro-Kontra Sudewo Berhadapan di Pengadilan Tipikor Semarang

Agustus 10, 2026
Hukum

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Demokrasi Kembali Diuji

Maret 15, 2026
DIBAWA PETUGAS: Chiko Radityatama Agung Putra, kreator konten cabul saat dibawa petugas menuju penjara. (Foto: Bae)
Hukum

Begini Tampang Chiko Pengedit Konten Mesum, Melempem saat Digelandang ke Penjara!

Januari 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gugat Pernyataan Pejabat di Media, TAGP Hadirkan Ahli Dewan Pers
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?