BACAAJA, GROBOGAN– Semangat memberantas narkoba digaungkan lewat Rapat Koordinasi Akselerasi Implementasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bertema “Gerakan Aksi Sinergi P4GN Optimal Lintas Sektor Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai Dari Anak (Gas Pol Ananda Bersinar)” yang digelar BNN Jateng di Pendopo Kabupaten Grobogan, Kamis, (11/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur penting mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi vertikal hingga pemangku kepentingan dari wilayah eks-Karesidenan Semarang. Salah satu yang hadir adalah Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto.
Rakor dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan yang mewakili Bupati Grobogan. Hadir pula Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani, Kepala Kesbangpol Jateng Harso Susilo, Kepala BNNP Jateng, Forkopimda, hingga para kepala OPD.
Baca juga: Kangkung sampai Telur Lapas Purwodadi Diserbu Warga
Lewat forum tersebut, seluruh peserta diajak memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkotika sekaligus meningkatkan upaya pencegahan sejak dini.
Erik Murdiyanto menegaskan, jajaran pemasyarakatan siap mendukung penuh program P4GN. Menurutnya, langkah-langkah seperti deteksi dini, pengawasan yang lebih ketat, hingga pembinaan warga binaan menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan lapas tetap bersih dari narkoba.
Namun yang paling menarik, Erik membawa usulan yang cukup mendapat perhatian peserta rapat. Ia mendorong adanya program pelatihan anti narkoba khusus bagi petugas pemasyarakatan yang difasilitasi oleh BNNP Jawa Tengah, baik melalui sistem e-learning maupun pelatihan tatap muka.
Perbarui Pengetahuan
Menurutnya, petugas lapas perlu terus memperbarui pengetahuan mereka tentang bahaya narkoba, pola peredaran terbaru, teknik deteksi dini, hingga langkah penanganan ketika ditemukan indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkotika di lingkungan pemasyarakatan.
“Kalau petugas semakin paham modus dan pola peredaran narkoba, maka upaya pencegahan dan pengawasan juga akan semakin maksimal. Kami berharap ada program pembelajaran yang terstruktur dan berkelanjutan,” kata Erik.
Gagasan tersebut langsung mendapat respons positif dari peserta rakor. Mereka menilai peningkatan kapasitas SDM aparatur menjadi salah satu kunci penting dalam memperkuat implementasi program P4GN.
Baca juga: Razia Dadakan + Tes Urine: Lapas Purwodadi Nggak Mau Kecolongan di Balik Jeruji
Dengan bekal kompetensi yang terus diperbarui, petugas lapas diharapkan tidak hanya mampu menjaga keamanan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah masuknya jaringan narkoba ke lingkungan pemasyarakatan.
Melalui Rakor Gas Pol Ananda Bersinar ini, seluruh pihak diharapkan semakin solid membangun gerakan bersama melindungi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, dari ancaman narkotika sekaligus mewujudkan Jawa Tengah yang lebih bersih dari peredaran gelap narkoba.
Di era ketika bandar narkoba makin kreatif mencari celah, petugas negara juga nggak bisa cuma modal seragam dan kewaspadaan. Sebab perang melawan narkoba hari ini bukan soal siapa yang paling galak, tapi siapa yang paling siap belajar membaca modus sebelum kejahatan itu keburu masuk lewat pintu yang dianggap aman. (tebe)

