BACAAJA, GROBOGAN- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi sukses meramaikan kegiatan Car Free Day (CFD) dengan menjual hasil program ketahanan pangan yang dikelola warga binaan.
Produk yang dijual meliputi 25 kilogram telur, 20 ikat kangkung, serta 10 kilogram terong ungu dan hijau. Menariknya, seluruh hasil panen tersebut ludes terjual hanya sekitar 20 menit setelah stan dibuka.
Antusiasme masyarakat itu jadi sinyal kalau program pembinaan di Lapas Purwodadi mulai menunjukkan hasil nyata. Produk yang dihasilkan dinilai berkualitas, sehat, dan layak bersaing di tengah masyarakat.
Baca juga: Dari Lahan Nganggur, Lapas Purwodadi Panen 100 Kilo Terong
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan sekaligus upaya mewujudkan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Di sisi lain, Lapas Purwodadi juga terus memperketat keamanan internal. Sabtu (23/5/2026) malam, jajaran lapas menggelar razia gabungan bersama aparat penegak hukum sebagai langkah deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).
Razia Lapas
Razia dimulai pukul 21.30 WIB dengan menyasar sejumlah kamar hunian di Blok Yudhistira, Blok Bima, Blok Bisma, hingga Blok Wanita. Kegiatan dipimpin langsung Kepala Lapas Purwodadi, Erik Murdiyanto dan melibatkan jajaran petugas lapas, CPNS, serta personel TNI dan Polri.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan, mulai dari paku, baterai, sendok logam, korek api, pecahan kaca, hingga sabuk dan tali.
Erik menegaskan razia rutin maupun insidental akan terus dilakukan demi menjaga situasi lapas tetap aman dan kondusif. “Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Razia akan terus kami lakukan sebagai langkah deteksi dini serta upaya memberantas barang-barang terlarang,” tegasnya.
Baca juga: Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat
Seluruh barang hasil razia kemudian didata dan diamankan untuk dimusnahkan sesuai prosedur. Kalau pagi warga binaan sibuk panen kangkung dan jual telur, malamnya petugas sibuk razia kamar.
Lapas Purwodadi tampaknya lagi serius membuktikan kalau pembinaan bukan cuma soal menjalani hukuman, tapi juga belajar hidup lebih tertib, dan mungkin lebih produktif daripada sebagian orang yang masih rebahan nunggu gajian. (tebe)

