Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rupiah Makin Lesu, Perajin Tempe Semarang Ketar-ketir: Bahan Baku Kedelai Masih Impor
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Rupiah Makin Lesu, Perajin Tempe Semarang Ketar-ketir: Bahan Baku Kedelai Masih Impor

Pengusaha tempe di Semarang, Arif, ketar-ketir terhadap kondisi rupiah yang terus melemah. Kedelai bahan baku tempe masih didominasi impor.

R. Izra
Last updated: Juni 11, 2026 12:52 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
NYUT-NYUTAN - Perajin tempe di Semarang mengaku ketar-ketir tiap hari menghadapi pelemahan rupiah. Musababnya, bahan baku untuk tahu-tempe di Indonesia masih didominasi kedelai impor dari Amerika Serikat (AS). (dul)
NYUT-NYUTAN - Perajin tempe di Semarang mengaku ketar-ketir tiap hari menghadapi pelemahan rupiah. Musababnya, bahan baku untuk tahu-tempe di Indonesia masih didominasi kedelai impor dari Amerika Serikat (AS). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Tempe mungkin jadi makanan yang hampir selalu ada di meja makan masyarakat Indonesia. Murah, bergizi, dan gampang ditemukan. Tapi di balik produksi tempe yang terlihat biasa saja, ada keresahan yang terus menghantui para pengrajin: ketergantungan pada kedelai impor.

Saat nilai tukar rupiah melemah dan harga kedelai dunia naik, para pengrajin tempe menjadi salah satu kelompok yang paling cepat merasakan dampaknya.

Biaya produksi ikut melonjak, sementara ruang untuk menaikkan harga jual semakin sempit karena daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

Bacaaja: Rupiah Melemah UMKM Menjerit, Pengamat Ekonomi Undip Singgung Tahu dan Tempe
Bacaaja: Rupiah Melemah, Nasib Pedagang Kecil Ikut Tergerus: Nahan Harga, Untung Dikit Gak Apa

Kondisi itulah yang kini menjadi perhatian Arif, pengusaha tempe di kawasan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Menurutnya, sudah saatnya pemerintah lebih serius memperkuat produksi kedelai lokal agar pelaku usaha tidak terus bergantung pada pasokan dari luar negeri.

“Kalau bisa pemerintah memberi solusi. Kedelai lokal diperbanyak supaya tidak terus bergantung pada impor,” ujar Arif, Rabu (10/6/2026).

Menurut Arif, ketergantungan pada kedelai impor membuat harga bahan baku sulit diprediksi. Ketika dolar menguat atau terjadi gejolak pasar global, pelaku usaha kecil menjadi pihak yang paling terdampak karena harus menanggung kenaikan biaya produksi.

Padahal, industri tempe bukan sekadar usaha rumahan biasa. Selain menjadi sumber protein murah bagi masyarakat, sektor ini juga menyerap banyak tenaga kerja dan menjadi penopang ekonomi ribuan keluarga.

Setiap hari, usaha milik Arif mampu mengolah sekitar 100 hingga 200 kilogram kedelai menjadi tempe. Jumlah tersebut bahkan bisa bertambah saat permintaan pasar sedang tinggi.

“Kalau normal sekitar 100 sampai 150 kilogram per hari. Kalau pesanan lagi ramai bisa lebih dari 200 kilogram,” katanya.

Meski hingga saat ini produksi masih berjalan, Arif mengaku banyak pengrajin mulai waswas jika harga bahan baku terus merangkak naik. Sebab, semakin mahal kedelai, semakin tipis keuntungan yang bisa dibawa pulang.

Karena itu, ia berharap pemerintah tidak hanya fokus pada solusi jangka pendek, tetapi juga membangun kemandirian bahan baku dalam jangka panjang.

Dengan produksi kedelai lokal yang lebih kuat, industri tempe diyakini bisa lebih tahan menghadapi gejolak ekonomi global.

“Harapan kami sederhana, harga stabil dan usaha bisa berjalan normal. Kalau bahan baku aman, pedagang tenang, konsumen juga tidak terbebani,” ungkapnya.

Bagi para pengrajin tempe, persoalan kedelai bukan sekadar urusan bahan baku. Di baliknya ada keberlangsungan usaha, lapangan pekerjaan, hingga akses masyarakat terhadap sumber protein yang terjangkau.

Karena itu, memperkuat kedelai lokal bukan hanya soal pertanian, tetapi juga menjaga agar tempe tetap bisa dinikmati semua kalangan tanpa harus khawatir harganya ikut melambung. (dul)

You Might Also Like

Fans Qatar vs UEA Saling Lempar iPhone 17 Pro Max

Bangun Perumahan Hijau, Pemprov Gandeng Swasta

Bulog: Beras dan MinyaKita Aman Sampai Lebaran

Lebaran ke Solo? Jangan Lupa Mampir ke Safari Raya Festive

Botol Bekas Ditukar Lumpia, Cara Pemkot Ajak Warga Peduli Sampah

TAGGED:bahan bakuheadlineimporkedelai imporperajin tempe
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MENGEMAS - Pekerja sedang mengemas tembakau di sebuah gudang di Temanggung, sebelum disetor ke industri rokok. Aturan Tar dan Nikotin Ancam Nasib Petani Tembakau, Golkar-PPP Temanggung Bereaksi Keras
Next Article PIMPINAN LEGISLATIF - Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi Golkar, M Saleh. Apresiasi Program Speling, Saleh: Perluas hingga Masuk Desa Terpencil

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. (ist)

Kantin Sekolah Masuk Panggung, Dapur MBG Siap Berbagi Peran

Dapur MBG Jangan Asal Jalan, Gerindra Pasang Alarm Kualitas

Ilustrasi BPJS Kesehatan.

Kelas BPJS Bakal Berganti, Soal Layanan Jadi Perbincangan Baru

Bensin Campur Bioetanol Segera Jalan, Mobil Perlu Khawatir Nggak?

Hafal Alquran Dapat Bonus Rp1 Juta

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Bobby Nasution.
Politik

Gubsu Bobby Razia Pelat BL setelah Gagal Rebut 4 Pulau Aceh, DPR: Bisa Bikin Perpecahan Bangsa

September 29, 2025
Info

Akhir Tahun Mau Liburan? Waspada, La Nina Siap Bawa Hujan Segedhe Gaban

Desember 11, 2025
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan para kementerian teknis dalam rangka evaluasi pelaksanaan MBG, Minggu (28/9/2025) malam. Foto: dok/BiroPersKepresidenan
Nasional

KLB Keracunan MBG: Enam Langkah Pemerintah

September 29, 2025
Info

Soal Sampah, Pemprov Gaspol Gerakan Bersih-Bersih Bareng

Februari 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rupiah Makin Lesu, Perajin Tempe Semarang Ketar-ketir: Bahan Baku Kedelai Masih Impor
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?