Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Peternak Unggas Curhat ke Luthfi, MBG Diminta Jadi Penyelamat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Peternak Unggas Curhat ke Luthfi, MBG Diminta Jadi Penyelamat

Kalau biasanya warga mengeluh harga telur mahal, kali ini ceritanya kebalik. Gudang peternak penuh, produksi melimpah, tapi harga justru ambruk.

T. Budianto
Last updated: Juni 10, 2026 4:52 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PANEN TELUR: Pekerja tengah memanen telur ayam di salah satu peternakan. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Ribuan ton telur ayam setiap hari mengalir dari kandang-kandang peternak di Jawa Tengah. Masalahnya, pasar tak sanggup menampung semuanya.

Kondisi itulah yang dibawa para peternak unggas yang tergabung dalam Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) saat bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, Rabu (10/6/2026).

Mereka datang membawa satu keresahan yang sama: telur melimpah, harga terjun bebas. Ketua Umum KPUS, Suwardi mengungkapkan, produksi telur di Jateng saat ini mencapai sekitar 2.300 ton per hari. Sementara kebutuhan pasar hanya berkisar 1.600 ton per hari dalam kondisi daya beli masyarakat yang normal.

Akibatnya, pasokan membengkak dan harga di tingkat peternak ikut tertekan. Saat ini telur di kandang hanya laku sekitar Rp21 ribu per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp26.500 per kilogram. “Biaya produksi naik terus, tapi harga telur justru turun,” keluh Suwardi.

Baca juga: Ternak Sehat, Peternak Sejahtera: Mohammad Saleh Dukung ‘Healing’ Hewan Gratis di Jateng

Menurutnya, kondisi ini membuat margin keuntungan peternak semakin tipis. Bahkan tak sedikit yang mulai kesulitan menjaga keberlanjutan usaha mereka.

KPUS pun berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa menjadi salah satu jalan keluar.

Mereka meminta Badan Gizi Nasional memperbesar penyerapan telur untuk kebutuhan dapur-dapur MBG di berbagai daerah. Para peternak juga berharap Gubernur dapat membantu mengoordinasikan penyerapan telur melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Jateng.

Sebelum bertemu gubernur, aspirasi serupa juga sudah disampaikan kepada Kementerian Pertanian. Bahkan kementerian disebut telah berkomunikasi dengan Badan Gizi Nasional terkait persoalan surplus produksi telur tersebut.

Solusi Konkret

Mendengar keluhan itu, Ahmad Luthfi langsung meminta Satgas MBG Provinsi Jateng bergerak cepat. Ia menginstruksikan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk mencari solusi konkret.

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Koperasi dan UMKM juga diminta menyiapkan langkah-langkah penanganan, mulai dari stabilisasi harga hingga memastikan pasokan pakan ternak tetap tersedia.

“Hari Jumat langsung lakukan koordinasi. MBG harus bisa menyerap tenaga kerja, bahan pokok penting, dan tepat sasaran. Ini juga berkaitan dengan inflasi,” tegas Luthfi.

Persoalan anjloknya harga telur sebelumnya juga sempat menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Temu Bisnis yang digelar di Gradhika Bhakti Praja, Semarang.

Baca juga: Produksi Daging Jateng Tertinggi Kedua, Anak Muda Diajak Terjun ke Peternakan

Menurut Luthfi, surplus produksi memang berdampak langsung pada rendahnya harga beli di tingkat peternak. Karena itu, diperlukan campur tangan pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan agar harga telur tidak terus berada di bawah standar acuan. “Telur harus bisa dinikmati masyarakat, peternaknya tetap untung, dan kesejahteraan warga juga meningkat,” ujarnya.

Di kandang, telur numpuk sampai bingung mau ke mana. Di sisi lain, peternak cuma bisa menghitung selisih antara biaya produksi dan harga jual yang makin menjauh. Ironisnya, saat stok melimpah, yang retak bukan cangkangnya, tapi harapan peternaknya. Kini semua mata tertuju pada MBG, semoga bukan cuma jadi program makan bergizi, tapi juga vitamin penyelamat bagi harga telur yang sedang kurang gizi. (tebe)

You Might Also Like

Surat Megawati Tegaskan Posisi Politik PDIP, Seperti Apa?

Balon Udara Bawa Petasan? Ending-nya Dimusnahkan Gegana

Sudah Delapan Hari Banjir Kepung Semarang

Sumur Pertamina di Subang Bocor dan Meledak, Dua Pekerja Jadi Korban

Polisi Adang Mahasiswa Massa Aksi Tugu Muda di Jalan Pemuda

TAGGED:ahmad luthfidinas ketahanan pangan jatengheadlinepemprov jatengpeternak unggas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dari Jateng untuk Jamu Aman, BPOM Luncurkan Idaman
Next Article Ratusan Produsen-Pembeli Dikumpulkan Demi Harga Tetap Waras

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid didampingi penasihat hukumnya meninggalkan ruang sidang usai divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Bantu Letjen Widi Samarkan Duit Korupsi BUMD Cilacap, Gus Yazid Dibui

CEK KESIAPAN MTQ - Dirjen Kemenag, Abu Rokhmad, Setelah menghadiri rapat checking terakhir kesiapan Provinsi Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (9/9/2026). (dul)

2.242 Peserta Siap Ramaikan MTQ Nasional di Semarang

JENGUK KORBAN: Menteri HAM RI, Natalius Pigai didampingi KaKanwil Kemenham Jateng, Mustafa Beleng saat meninjau korban dugaan keracunan program MBG di RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo, Grobogan, Selasa (13/1/2026). (ist)

Keracunan MBG Terbesar di Pati? 231 Siswa Tumbang, Operasional SPPG Gembong 1 Dihentikan Sementara

Panggung utama event MTQ Nasional di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang. (ist)

12 Venue MTQ Nasional Dilengkapi Posko Kesehatan, 306 Tim Medis Siaga

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid (kemeja hijau) duduk mendengarkan vonis putusan kasus TPPU, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Gus Yazid Hanya Divonis 1 Tahun dalam Kasus TPPU Lahan Cilacap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi proses pengamatan rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan.
Info

Sidang Isbat Digelar Hari Ini: Penentu Awal Bulan Ramadan Versi Pemerintah, Bisa Ditonton Live

Februari 17, 2026
Daerah

HUT Nggak Cuma Tiup Lilin, Semarang Kasih 17 “Kado Nyata”

April 13, 2026
Sepak Bola

Tahan Imbang Persebaya, PSIS: “Ini Modal Naik Kelas”

Juli 20, 2026
Peta radar lokasi penyemaian awan untuk mengalihkan hujan di daratan Jateng. (ist)
Info

Satu Ton Garam Disemai untuk Modifikasi Cuaca, Hujan di Jateng Dialihkan ke Laut Utara

Januari 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Peternak Unggas Curhat ke Luthfi, MBG Diminta Jadi Penyelamat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?