BACAAJA, TEMANGGUNG- Priovinsi Jawa Tengah jadi penyumbang daging tertinggi kedua di Indonesia. Prestasi ini bikin sektor peternakan kian dilirik. Dirjen Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, bilang, kontribusi besar itu datang dari sapi, kambing, domba, dan unggas.
“Kami apresiasi apa yang sudah dilakukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas,” katanya di Agro Center Soropadan, Temanggung, Sabtu (27/9). Hendra bilang, produksi unggas di Jateng bahkan sudah surplus.
Sampai bisa diekspor keluar negeri. Tapi untuk susu dan daging sapi, stoknya masih butuh tambahan. Karena itu, sektor peternakan harus terus dikuatkan. Bukan cuma buat jaga ketahanan pangan, tapi juga jadi penopang ekonomi.
Peternak Tradisional
Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno, yang hadir mewakili gubernur, punya pesan khusus. Anak muda diminta ikut melirik dunia peternakan. “Kita ingin berswasembada pangan, apalagi Jawa Tengah ini sebagai penumpu pangan nasional. Selain pertanian, peternakan juga lebih diupayakan lagi. Karena untuk menunjang kebutuhan protein,” katanya.
Sumarno tahu, kebanyakan peternak di Jateng masih tradisional. Ternak cuma dianggap kerja sambilan dari bertani. “Kalau orang Jawa bilangnya samben. Maka harus saudara kita ini didukung agar lebih besar. Lebih penting lagi mengajarkan cara beternak yang baik,” ujarnya.
Potensi Jateng sebenarnya luar biasa. Ada Itik Tegal, Ayam Kedu, Domba Batur, sampai Sapi Jabres. Tinggal siapa yang mau serius garap. Dan di situlah anak muda seharusnya masuk. (bae)

