Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Suhadi Pertanyakan Makam Leluhur yang Diduga Tertimbun Mal Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Suhadi Pertanyakan Makam Leluhur yang Diduga Tertimbun Mal Semarang

Suhadi mempertanyakan keberadaan tiga makam leluhurnya yang diduga kini berada di bawah area parkir sebuah mal di Semarang.

R. Izra
Last updated: Juni 10, 2026 8:03 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
TAGIH MAKAM--Suhadi, ahli waris keluarga KGPH Soetodjo Harjonagoro, mempertanyakam makam leluhirnya yang diduga ditimbun mal Semarang, Selasa (9/6/2026). (bae)
TAGIH MAKAM--Suhadi, ahli waris keluarga KGPH Soetodjo Harjonagoro, mempertanyakam makam leluhirnya yang diduga ditimbun mal Semarang, Selasa (9/6/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Bangunan megah, parkiran luas, pengunjung hilir mudik. Tapi di balik ramainya salah satu mal di Kota Semarang, keluarga Suhadi menyebut ada sejarah yang ikut terkubur.

Suhadi mempertanyakan keberadaan tiga makam leluhurnya yang diduga kini berada di bawah area parkir mal.

Bukan minta dipindah ke tempat mewah, keluarga hanya ingin makam itu dikembalikan atau minimal diberi penanda agar jejak sejarah tidak hilang begitu saja.

Bacaaja: Ziarah ke Makam Kartini: Perempuan Nggak Cukup Pintar, Harus Punya Arah
Bacaaja: Gramedia Jalma Semarang: Toko Buku Kayak Tempat Healing, Ada Playground dan Kafe

“Makam eyang dan kedua putranya yang waktu Jepang masuk dibantai oleh Jepang karena memang eyang itu berdarah Belanda,” kata Suhadi, Selasa (9/6/2026).

Makam yang ia maksud ialah pusara Maria Mentel dan dua anaknya yang menjadi korban pembantaian saat pendudukan Jepang. Kini, berdasarkan penelusuran keluarga, lokasi itu sudah berubah total menjadi area parkir.

“Sekarang ya sudah rata, diratakan dengan tanah itu untuk tempat parkir mal,” ujarnya.

Yang tersisa bukan batu nisan atau pagar makam, melainkan foto-foto lama yang masih disimpan keluarga. Suhadi menilai keberadaan makam itu bukan sekadar urusan ahli waris, tetapi juga bagian dari sejarah Kota Semarang.

“Iya. Karena itu fakta sejarah,” tegasnya.

Ia juga menyebut leluhurnya merupakan pejuang bawah tanah yang ikut memimpin perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ironisnya, kata dia, jejak sejarah itu kini nyaris tak menyisakan tanda.

Saat pembangunan mal dilakukan, Suhadi mengaku keluarga sama sekali tidak pernah diajak bicara. Tidak ada pemberitahuan, apalagi musyawarah.

Kalau permintaan itu terus diabaikan, keluarga memilih jalur hukum. Mereka juga menegaskan tidak akan memperpanjang Hak Guna Bangunan (HGB) yang berkaitan dengan lahan tersebut.

“Ya akhirnya kita selesaikan secara hukum. Kami tidak akan memperpanjang HGB,” ujar Suhadi.

Kuasa hukum keluarga Suhadi, Novel Al Bakrie, mengatakan tiga makam itu berada di kawasan bekas gelanggang olahraga Semarang yang kini berubah menjadi pusat perbelanjaan.

Menurutnya, hilangnya makam tersebut bukan persoalan sepele.

“Ini sangat-sangat bernilai sejarah yang tinggi terkait kedudukannya sebagai istri PB IX yang sekarang dihilangkan begitu saja. Ini bahaya, ini penghilangan sejarah,” kata Novel.

Ia pun melempar pesan kepada pengelola mal. Jangan sampai bangunan megah berdiri, tapi sejarah justru ikut dicor dan ditutup aspal. Sebab jika persoalan ini tak diselesaikan, ahli waris mengaku siap membawa sengketa tersebut ke ranah pidana maupun perdata. (bae)

You Might Also Like

Kafilah MTQ Dapat Tiket dan Jemputan

Chiko Pembuat Konten Cabul ‘Skandal Smanse’ Dihukum 1 Tahun Penjara, Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa

Catur Cina Nggak Main-main: Kudus Jadi Arena, Anak-anak Jadi Jagoan

Kota Lama Paling Laris Selama Libur Nataru, Gratisan Memang Juara

Raja Media Dahlan Iskan Tersangka Penggelapan, Pelapornya Jawa Pos

TAGGED:headlinemakam hilangmakam leluhurmakam tertimbun malparkiran malSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MINYAK GORENG - Ilustrasi Minyakita yang semakin sulit didapat di pasaran. Minyakita Tiba-tiba Hilang dari Pasaran Bikin Panik, Pedagang: Tiap Hari Ada yang Nanyain
Next Article AKADEMISI - Pengamat ekonomi dan kebijakan publik, sekaligus akademisi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Nugroho SBM. Rupiah Melemah UMKM Menjerit, Pengamat Ekonomi Undip Singgung Tahu dan Tempe

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid didampingi penasihat hukumnya meninggalkan ruang sidang usai divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Bantu Letjen Widi Samarkan Duit Korupsi BUMD Cilacap, Gus Yazid Dibui

CEK KESIAPAN MTQ - Dirjen Kemenag, Abu Rokhmad, Setelah menghadiri rapat checking terakhir kesiapan Provinsi Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (9/9/2026). (dul)

2.242 Peserta Siap Ramaikan MTQ Nasional di Semarang

JENGUK KORBAN: Menteri HAM RI, Natalius Pigai didampingi KaKanwil Kemenham Jateng, Mustafa Beleng saat meninjau korban dugaan keracunan program MBG di RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo, Grobogan, Selasa (13/1/2026). (ist)

Keracunan MBG Terbesar di Pati? 231 Siswa Tumbang, Operasional SPPG Gembong 1 Dihentikan Sementara

Panggung utama event MTQ Nasional di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang. (ist)

12 Venue MTQ Nasional Dilengkapi Posko Kesehatan, 306 Tim Medis Siaga

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid (kemeja hijau) duduk mendengarkan vonis putusan kasus TPPU, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Gus Yazid Hanya Divonis 1 Tahun dalam Kasus TPPU Lahan Cilacap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Guru Agama di Batang Paksa Siswi Nonton Bokep dan Cabuli Berkali-kali

September 21, 2025
BUKA PAMERAN - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri membuka pameran sejarah dan arsip foto ‘Meretas Jalan Demokrasi’ dalam memperingati 30 tahun peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli), di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026). Megawati merasa TIM sekarang terasa borjuis. Ia meminta Pramono mengembalikan TIM sebagai rumah seniman. (Dok PDIP)
Info

Megawati Sentil TIM Kini Borjuis dan Tak Ramah Seniman, Titahkan Pramono: Kembalikan Seperti Dulu

Juli 23, 2026
Sepak Bola

Pemain PSIS Tetap Dapat ‘PR’ Latihan Selama Jeda Liga

Maret 6, 2026
Info

Gen Z Paling Banyak, Cancer Paling Ramai: Peta Penduduk Indonesia Bikin Zodiak Ikut Disorot

Agustus 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Suhadi Pertanyakan Makam Leluhur yang Diduga Tertimbun Mal Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?