Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Serakah Ya! Tak Cukup Korupsi di Pati, Sudewo Juga Terima Rp3,8 M dari Proyek Jalur Kereta
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Serakah Ya! Tak Cukup Korupsi di Pati, Sudewo Juga Terima Rp3,8 M dari Proyek Jalur Kereta

R. Izra
Last updated: Juni 15, 2026 4:52 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
SIDANG KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo (baju batik) ikuti sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (15/6/2026). (bae)
SIDANG KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo (baju batik) ikuti sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (15/6/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Sidang perdana Bupati Pati nonaktif Sudewo mengungkap dugaan aliran uang miliaran rupiah dari proyek jalur kereta api.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, jaksa menyebut total uang dan gratifikasi yang diterima Sudewo mencapai sekitar Rp3,8 miliar.

Penerimaan uang itu berasal dari sejumlah kontraktor proyek Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Bacaaja: Ratusan Pendukung Minta Sudewo Dibebaskan
Bacaaja: Warga Pati Syukuran Gelar Tumpengan Usai Bupati Sudewo Kena OTT KPK

Jaksa Penuntut Umum Joko Hermawan mengatakan, pada tahap pertama Sudewo menerima uang dengan total Rp1.371.500.000.

“Terdakwa menerima hadiah yaitu menerima uang yang seluruhnya berjumlah Rp1,37 miliar,” kata Joko di depan majelis hakim, Senin (15/6/2026).

Jaksa merinci, uang itu diduga berasal dari tiga kontraktor. Masing-masing Nur Widayat sebesar Rp450 juta, Ferry Septha Indrianto alias Ferry Gareng Rp200 juta, dan Dion Renato Sugiarto Rp721,5 juta.

Menurut jaksa, pemberian itu berkaitan dengan posisi Sudewo saat masih menjadi anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan transportasi.

Selain uang tersebut, Sudewo juga didakwa menerima gratifikasi yang dianggap sebagai suap. Nilainya mencapai Rp2,34 miliar dalam bentuk uang serta barang senilai Rp165 juta.

Jika digabungkan, total nilai suap dan gratifikasi yang didakwakan kepada Sudewo mencapai sekitar Rp3,87 miliar.

Kasus ini merupakan pengembangan dugaan korupsi proyek pembangunan jalur kereta api di lingkungan DJKA Kementerian Perhubungan.

Sebelumnya, perkara tersebut sudah menyeret sejumlah pejabat dan pihak swasta ke pengadilan.

Di hari yang sama, Sudewo juga menjalani sidang dakwaan lain terkait dugaan penerimaan uang dalam proses pengisian perangkat desa saat menjabat sebagai Bupati Pati. (bae)

You Might Also Like

Ratusan Pendukung Minta Sudewo Dibebaskan

Sekda Banyumas Mundur seusai Diperiksa KPK

Jateng Bakal Nerapin Hukuman Kerja Sosial, tapi Gak Semua Napi Bisa

Kabar Gembira buat Ojol dan Pekerja Lepas, DPRD Jateng Setujui Raperda Perlindungan Pekerja Informal

Bekasi Bukan Sekali Ade Koswara Saja, Lha ini Jejak Kepala Daerah Masuk Radar KPK

TAGGED:bupati patiheadlinekorupsi jalur keretasudewo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gempita Piala Dunia 2026: Ketika Semarang Ikut Bermain di Luar Lapangan
Next Article Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Mensesneg Sebut Anggaran MBG Dipangkas, Menkeu Purbaya: Belum Tentu

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi petani gagal panen karena sawahnya kebanjiran.

Asuransi Rp6 Juta per Hektare untuk Petani Padi di Jateng, Skema Antisipasi Gagal Panen

TKP PENGGELEDAHAN - Polisi memasang police line di Ponpes Putri Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, yang menjadi lokasi penggeledahan.

Pengamat Sorot Dugaan Intimidasi Polisi Bersenjata Terhadap Santri Putri di Sukoharjo

Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), gak lagi pensiun dari politik dan jadi rakyat biasa. Ia kini ngaku siap mati-matian keliling Indonesia demi menangkan PSI.

Jokowi Tiba di PN Jakarta Timur, Siap Tunjukkan Ijazah?

Medik Veteriner Madya Distanak Jateng, drh. Anang Yusuf. (dul)

Ambil 330 Sampel Susu dan Darah, Distanak Jateng Perketat Pengawasan Ternak

Dasco Diseret Isu Cawapres, Sebut Ada Pengalihan Isu

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Mahasiswa KKN Jadi Mitra Pemprov Bangun Desa

Juli 7, 2026
Hukum

22 Siswa SMK Pelaku Perusakan Sekolah di Kebumen Diamankan

Mei 11, 2026
Akses jalan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, kabupaten Jepara, Jateng, tertutup material longsor, Sabtu (10/1/2026).
Info

Satu Desa di Jepara Terisolasi, Longsor Brutal Tutup Total Jalur Kajang–Tempur

Januari 10, 2026
SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)
Hukum

Pencabutan Hak Politik Fadia Arafiq Harga Mati, KPK Tak Mau Negosiasi

Oktober 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Serakah Ya! Tak Cukup Korupsi di Pati, Sudewo Juga Terima Rp3,8 M dari Proyek Jalur Kereta
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?