BACAAJA, SEMARANG- Kota Semarang dinilai memiliki peluang besar menjadikan sport tourism sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Bukan sekadar menghadirkan pertandingan atau perlombaan, penyelenggaraan event olahraga diyakini mampu menghidupkan berbagai sektor usaha, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi hingga hiburan.
Pakar Ekonomi sekaligus akademisi Universitas Diponegoro (Undip), Prof Dr Nugroho SBM mengatakan, dampak ekonomi dari sport tourism dapat dilihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Menurutnya, ada tiga sektor yang paling cepat merasakan manfaat ketika sebuah kota rutin menjadi tuan rumah ajang olahraga.
“Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, sektor transportasi dan pergudangan, serta sektor kesenian, hiburan, dan rekreasi akan ikut bergerak. Ketiga sektor itu menjadi indikator yang paling terlihat dalam PDRB,” katanya, Rabu (29/7/2026).
Baca juga: Agustina Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Daerah
Ia menjelaskan, meningkatnya jumlah atlet, ofisial, maupun penonton yang datang ke Semarang akan mendorong okupansi hotel dan penginapan. Restoran, rumah makan, hingga kafe juga berpotensi kebanjiran pelanggan selama penyelenggaraan event berlangsung.
Di saat yang sama, kebutuhan mobilitas peserta maupun penonton akan ikut menggerakkan sektor transportasi. Tak hanya angkutan umum, jasa penyewaan kendaraan hingga layanan transportasi daring juga berpeluang menikmati peningkatan permintaan.
Efek Ganda
Menurut Nugroho, dampak ekonomi tersebut tidak berhenti pada tiga sektor utama itu. Penyelenggaraan event olahraga juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang menyebar ke berbagai lini usaha.
“Semakin besar event yang digelar, semakin besar pula perputaran uang yang terjadi. Dampaknya bukan hanya dirasakan penyelenggara, tetapi juga pelaku usaha yang berkaitan dengan kebutuhan wisatawan olahraga,” ujarnya.
Ia menilai, jika Semarang mampu menghadirkan kalender event olahraga secara rutin, manfaat ekonominya akan semakin terasa. Selain meningkatkan aktivitas usaha, kondisi tersebut juga berpotensi menambah penerimaan daerah melalui meningkatnya aktivitas ekonomi di sektor perhotelan, restoran, transportasi, hingga hiburan.
Baca juga: Sport Tourism Dongkrak Ekonomi, Pemprov Genjot Event Lari di Tiap Daerah
Karena itu, Nugroho menilai sport tourism tidak seharusnya dipandang hanya sebagai agenda olahraga semata. Menurutnya, sektor ini dapat menjadi instrumen untuk menggerakkan ekonomi daerah apabila dikelola secara berkelanjutan dan didukung penyelenggaraan event yang konsisten.
“Kalau dikelola dengan baik dan event olahraga terus diselenggarakan secara berkelanjutan, sport tourism bisa menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Kota Semarang,” pungkasnya.
Di era sekarang, kemenangan sebuah kota tak selalu ditentukan dari berapa banyak trofi yang dibawa pulang. Kadang, yang lebih penting justru berapa banyak kamar hotel terisi, warung yang laris, dan UMKM yang ikut tersenyum. Sebab saat peluit akhir berbunyi, ekonomi yang benar-benar menang adalah hadiah terbesar dari sebuah pertandingan. (dul)

