BACAAJA, BANJARMASIN – Operasi penyelamatan penumpang Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa mulai membuahkan hasil. Hingga Minggu (13/9/2026), sebanyak 86 orang dilaporkan telah dievakuasi oleh sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Dari jumlah tersebut, 15 orang dinyatakan selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara itu, 70 orang lainnya masih menjalani proses pendataan serta verifikasi oleh tim gabungan SAR.
Evakuasi dilakukan secara bertahap dengan bantuan kapal-kapal yang melintas di sekitar area pencarian. Tim penyelamat masih berupaya memastikan kondisi seluruh penumpang dan awak kapal yang berada dalam daftar manifes.
Berdasarkan data sementara, TB TCP berhasil mengevakuasi 38 orang. Kemudian, TB Majuhan IX menyelamatkan 16 orang, dengan rincian 15 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.
Sementara itu, MV Handa turut mengevakuasi 32 orang. Jika digabungkan, total korban yang sudah dievakuasi mencapai 86 orang.
Meski demikian, status 70 orang lainnya belum bisa dipastikan. Tim di lapangan masih melakukan pendataan, identifikasi, dan pencocokan informasi untuk memastikan keberadaan mereka.
Kapal Hilang Kontak Saat Cuaca Buruk
Kapal Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026) pukul 10.13 GMT. Kapal tersebut membawa 243 orang yang terdiri dari penumpang dan awak kapal.
Perjalanan awal kapal disebut berjalan normal. Namun, saat memasuki wilayah Laut Jawa, kondisi cuaca dilaporkan memburuk hingga komunikasi dengan kapal terputus.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan kapal mulai hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA.
“Posisi terakhir kapal yang diterima berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin,” ujar I Putu dalam konferensi pers di Banjarmasin, Minggu pagi.
Laporan mengenai kapal yang hilang kontak diterima Kantor SAR Banjarmasin sekitar pukul 04.10 WITA. Informasi tersebut disampaikan General Manager PT Virgo, Yoel Rihi.
Mendapat laporan itu, Kantor SAR Banjarmasin langsung mengerahkan sejumlah unsur untuk melakukan pencarian. KN SAR Laksamana yang membawa 24 personel diberangkatkan menuju titik perkiraan terakhir kapal sekitar pukul 05.30 WITA.
Pencarian juga diperkuat dengan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HZ-3601 milik Wing Udara 2 Skadron 400 Lanudal Juanda. Helikopter tersebut bertolak dari Surabaya menuju area pencarian pada pukul 09.22 WITA.
Unsur udara dikerahkan untuk membantu memantau permukaan laut. Tim berharap bisa menemukan tanda-tanda keberadaan sekoci, puing kapal, maupun penumpang yang masih berada di perairan.
Pada sekitar pukul 09.29 WITA, posisi terakhir KN SAR Laksamana terpantau berada di koordinat 03°53’41.94″ S – 114°26’41.82″ E.
Kantor SAR Banjarmasin meminta keluarga penumpang dan masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Tim gabungan memastikan proses pencarian dan evakuasi terus dilakukan, sementara perkembangan terbaru akan disampaikan melalui jalur resmi. (*)

