Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tujuh Tokoh Jateng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Tujuh Tokoh Jateng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Urusan jadi pahlawan ternyata tidak sesederhana punya nama besar lalu tinggal menunggu gelar. Di Jawa Tengah, tujuh tokoh diajukan sebagai calon Pahlawan Nasional 2026.

T. Budianto
Last updated: Agustus 29, 2026 2:08 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
Pelaksana Harian Kepala Dinas Sosial Jateng, Isriadi Widodo. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Tujuh tokoh asal Jawa Tengah masuk dalam daftar usulan calon Pahlawan Nasional 2026. Dari tujuh nama tersebut, dua merupakan usulan baru, yakni KH Sholeh Darat dari Kota Semarang dan Raden Mas Margono Djojohadikusumo dari Banyumas.

Lima nama lainnya merupakan tokoh yang sebelumnya sudah pernah diajukan, tetapi belum mendapatkan persetujuan Presiden. Pemprov Jateng memilih kembali meneruskan usulan tersebut melalui mekanisme yang berlaku.

Yang perlu digarisbawahi, Pemprov Jateng memastikan pengusulan dua nama baru itu berasal dari masyarakat, bukan tiba-tiba muncul dari meja pemerintah.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Sosial Jateng, Isriadi Widodo mengatakan, proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional dilakukan secara berjenjang. Usulan dari masyarakat terlebih dahulu dikaji di tingkat daerah. Setelah persyaratan dinilai lengkap dan mendapatkan rekomendasi gubernur, usulan kemudian diteruskan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

“Jateng untuk yang diusulkan di tahun 2026 itu sebenarnya dua, KH Sholeh Darat dari Kota Semarang, dan Raden Mas Margono Djojohadikusumo dari Banyumas,” kata Isriadi.

Baca juga: Kirab KH Sholeh Darat, Agustina: Selama Saya Menjabat, Jalan Terus

Untuk Margono, usulan datang dari Seruan Eling Banyumasan, sebuah paguyuban masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan Banyumas. Usulan tersebut bahkan sudah disampaikan sejak Maret 2025.

Setelah melewati proses evaluasi dan melengkapi berbagai persyaratan di tingkat provinsi, rekomendasi Gubernur Jateng kemudian diteruskan kepada Kementerian Sosial pada 6 April 2026.

Menurut Isriadi, Margono memiliki jasa besar dalam bidang ekonomi pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Salah satu kiprahnya yang paling dikenal adalah keterlibatannya dalam pendirian Bank Negara Indonesia (BNI).

Jejak Margono tidak hanya berada di dunia perbankan. Ia juga tercatat sebagai anggota BPUPKI dan pernah menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pada masa awal kemerdekaan.

Perundingan Penting

Selain itu, Margono disebut terlibat dalam sejumlah perundingan penting pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, termasuk Perjanjian Roem-Roijen dan Konferensi Meja Bundar.

Nama Margono kemudian ikut menjadi perhatian karena hubungan keluarganya dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Namun, Isriadi menegaskan bahwa pengusulan tersebut tidak berkaitan dengan posisi Prabowo sebagai Presiden. Menurut dia, dasar pengusulan tetap pada jasa dan kontribusi Margono bagi bangsa.

“Kalau momennya pas pada saat Pak Prabowo jadi presiden, ya mungkin kebetulan saja. Yang jelas, dari pengusul memang ada jasa-jasa beliau yang perlu diangkat,” katanya.

Tahap berikutnya masih harus melalui proses penilaian sebelum akhirnya menjadi pertimbangan Dewan Gelar. Keputusan pemberian gelar Pahlawan Nasional sendiri berada di tangan Presiden.

Baca juga: Agustina: Usulan KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional Masuk Tahap Verifikasi

Karena itu, Pemprov Jateng juga tidak bisa memastikan kapan keputusan akhir akan keluar. Pemerintah daerah hanya bisa mengusulkan dan mengikuti seluruh tahapan yang telah ditentukan.

“Itu hak prerogatif Pak Presiden. Kita tidak bisa menyampaikan rentang waktunya, dan tidak bisa mengintervensi pertimbangan beliau,” pungkas Isriadi.

Dengan begitu, tujuh tokoh tersebut kini masih berada dalam fase penantian. Ada yang baru diusulkan, ada pula yang sudah beberapa kali diperjuangkan.

Pada akhirnya, gelar Pahlawan Nasional memang bukan perkara cepat-cepatan masuk daftar. Jasa, rekam jejak, kajian sejarah, hingga keputusan akhir pemerintah pusat menjadi bagian dari perjalanan panjangnya.

Kalau jadi pahlawan cukup karena punya koneksi, mungkin antreannya sudah penuh sejak dulu. Untungnya kali ini yang dibawa ke meja pengkajian bukan kartu keluarga elite, melainkan catatan jasa dan sejarah. Soal nanti dapat gelar atau belum, biar negara yang memutuskan, bukan grup WhatsApp keluarga. (tebe)

You Might Also Like

Sidang Nadiem Makin Panas, Tuntutan Belasan Tahun Bikin Geger

DPRD Jateng Singgung “Haus Viral” di Kalangan Pelajar

Rakyat Kena Prank! DPR Hapus Tunjangan Rumah Rp 50 Juta, tapi Dana Reses Naik Jadi Rp 702 Juta

Luthfi Resmikan SMA Negeri Khusus Olahraga di Jateng: Siap Cetak Atlet Berprestasi

Akhir Tahun Mau Liburan? Waspada, La Nina Siap Bawa Hujan Segedhe Gaban

TAGGED:headlineKH Sholeh Daratpemprov jatengusulan pahlawan nasional
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sapi, Ayam, dan Kolam Pancing Bisa Jadi Destinasi, KKN UPGRIS Lirik Potensi Tamansari
Next Article CJIBF 2026 Bawa Potensi Rp19,07 Triliun ke Jateng

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

OTT KPK di BNPB, Siapa yang Disikat?

Rp380 Juta Kerugian Negara, Kasus Kades Karangsari Masuk Jaksa

Indonesia Bidik 10 Besar di Nagoya

PSIS Datangkan Felipe Cadenazzi, Bomber Argentina dengan Rekam Jejak 27 Gol

KUNJUNGAN INDUSTRI - Kenalkan industri telekomunikasi, PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah terima kunjungan dari SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten, di Semarang.

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah Terima Kunjungan Industri SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Papan promosi Lumpia Semarang di Jalan Pandanaran, Kamis (12/3/2026). (dul)
Info

Lumpia Oleh-oleh Khas Semarang yang Wajib Dibawa saat Mudik Lebaran

Maret 13, 2026
PANIC BUYING: Antrean panjang warga di sebuah SPBU di kawasan Ngaliyan, Kota Semarang, Selasa (31/3/2026). Isu kenaikan harga BBM membuat warga panic buying. (dul)
Fokus

Rupiah Ambles APBN Jebol? Pakar Undip Sorot Kebijakan Pemerintah Naikkan BBM

Juni 12, 2026
Info

Wayang Jawa-Betawi Satukan Perantau di Blok M Hub

Juni 21, 2026
Wakil Ketua DPRD Jateng yang juga Ketua DPD Golkar Jateng, M Saleh.
Info

M Saleh Dukung Jateng Pasang Target Gila PON 2028: Tembus 3 Besar, Sabet 150 Emas!

April 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tujuh Tokoh Jateng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?