Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Klitih Beraksi di Klaten, Ini yang Dilakukan Bupatinya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Klitih Beraksi di Klaten, Ini yang Dilakukan Bupatinya

Di hadapan keluarga korban, Hamenang menyampaikan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik. Menurutnya, korban yang mengalami luka cukup serius telah menjalani tindakan operasi dan kini sedang fokus menjalani masa penyembuhan.

Nugroho P.
Last updated: Juni 3, 2026 8:54 pm
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
ilustrasi klitih.
SHARE

BACAAJA, KLATEN – Suasana haru menyelimuti sebuah rumah di Desa Sidowayah, Kecamatan Klaten Tengah, saat rombongan Pemerintah Kabupaten Klaten datang menyambangi seorang pemuda yang tengah menjalani masa pemulihan akibat dugaan aksi klitih. Kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk kepedulian langsung kepada korban dan keluarga yang beberapa hari terakhir menghadapi situasi berat.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, hadir langsung untuk melihat kondisi korban sekaligus memastikan kebutuhan pemulihan mendapatkan perhatian. Kehadiran orang nomor satu di Klaten itu menjadi penguat moral bagi keluarga yang masih berupaya bangkit setelah peristiwa yang mengejutkan tersebut.

Korban diketahui merupakan pemuda berinisial A berusia 19 tahun. Ia diduga menjadi sasaran aksi klitih saat berada di wilayah Prambanan pada dini hari beberapa waktu lalu. Kejadian yang berlangsung menjelang perayaan Idul Adha itu sontak menyita perhatian masyarakat karena kembali memunculkan kekhawatiran soal keamanan di jalanan pada malam hari.

Dalam kunjungan tersebut, Hamenang tidak datang sendiri. Ia didampingi sejumlah pejabat daerah, termasuk perwakilan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Baznas Klaten. Rombongan menyempatkan diri berbincang dengan keluarga korban untuk mendengar langsung kondisi yang mereka alami sejak insiden terjadi.

Di hadapan keluarga korban, Hamenang menyampaikan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik. Menurutnya, korban yang mengalami luka cukup serius telah menjalani tindakan operasi dan kini sedang fokus menjalani masa penyembuhan.

Proses operasi tersebut menjadi langkah penting untuk memulihkan kondisi korban. Namun di balik penanganan medis yang telah dilakukan, tersimpan beban lain yang harus dipikul keluarga, yakni biaya pengobatan yang tidak sedikit.

Keluarga korban diketahui membiayai sendiri tindakan operasi yang diperlukan agar sang anak segera mendapatkan penanganan. Keputusan itu diambil karena kondisi korban membutuhkan tindakan cepat sehingga keluarga memilih mengutamakan keselamatan terlebih dahulu.

Fakta bahwa biaya operasi ditanggung secara mandiri menjadi perhatian pemerintah daerah. Hamenang mengaku tidak ingin keluarga korban harus menghadapi perjuangan itu sendirian, terutama ketika mereka masih fokus mendampingi proses penyembuhan anaknya.

“Hari ini kami mengunjungi keluarga yang menjadi korban klitih pada malam takbiran,” ujar Hamenang saat memberikan keterangan kepada awak media usai kunjungan.

Ia menjelaskan bahwa informasi mengenai biaya operasi yang dibayar sendiri oleh keluarga menjadi salah satu alasan pemerintah daerah bergerak cepat memberikan dukungan. Menurutnya, pemulihan korban harus menjadi perhatian bersama.

“Waktu lalu sudah operasi, dan ternyata biaya operasi kemarin ditanggung sendiri oleh keluarga,” ungkap Hamenang.

Karena itulah, pemerintah daerah menggandeng sejumlah pihak untuk membantu meringankan beban yang sedang dihadapi keluarga korban. Kehadiran Baznas dan instansi terkait diharapkan dapat memberikan dukungan nyata selama proses pemulihan berlangsung.

Pada kesempatan tersebut, bantuan berupa uang tunai diserahkan kepada keluarga korban. Bantuan itu berasal dari Dissosp3appkb dan Baznas Klaten sebagai bentuk dukungan untuk kebutuhan pemulihan pascaoperasi.

Meski nominal bantuan tidak diungkapkan secara rinci, kehadiran dukungan tersebut disambut baik keluarga. Bagi mereka, perhatian dari pemerintah menjadi suntikan semangat di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.

Hamenang juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, korban dalam kejadian itu ternyata bukan hanya satu orang. Ada korban lain yang turut mengalami dampak dari peristiwa yang sama.

“Dari informasi yang kami terima, Aldi ternyata tidak menjadi korban sendirian. Ada tiga korban dalam kejadian ini. Setelah ini kami akan berkoordinasi lebih lanjut terkait penanganannya,” kata Hamenang.

Pernyataan tersebut membuka fakta bahwa insiden yang terjadi tidak hanya menyisakan luka bagi satu keluarga. Karena itu, pemerintah daerah berencana melakukan koordinasi lebih lanjut guna memastikan seluruh korban mendapatkan perhatian yang diperlukan.

Kasus ini kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya aksi kekerasan jalanan yang masih muncul di sejumlah daerah. Meski berbagai upaya pencegahan terus dilakukan, praktik yang dikenal dengan istilah klitih itu masih menjadi ancaman yang membuat warga resah.

Peristiwa yang menimpa pemuda asal Sidowayah tersebut menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga aparat penegak hukum memiliki peran penting dalam mencegah aksi serupa terulang.

Dalam kesempatan itu, Hamenang juga menyampaikan pesan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas pada malam hari. Ia mengimbau warga untuk mengurangi kegiatan di luar rumah jika tidak ada kebutuhan yang benar-benar mendesak.

Menurutnya, langkah sederhana seperti membatasi aktivitas malam dapat membantu mengurangi risiko menjadi korban tindak kekerasan di jalan. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kalangan remaja yang sering menghabiskan waktu di luar rumah hingga larut malam.

Tak hanya itu, Hamenang juga mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam pergaulan yang mengarah pada tindakan negatif maupun kelompok yang melakukan aksi kekerasan. Ia menilai tidak ada manfaat yang bisa diperoleh dari keterlibatan dalam kelompok semacam itu.

“Menjadi anggota klitih itu apa keuntungannya? Yang ada justru merugikan semua pihak,” tegasnya.

Kini, fokus utama keluarga adalah memastikan kondisi korban terus membaik dari hari ke hari. Sementara itu, perhatian pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan menjadi energi tambahan agar proses pemulihan berjalan lancar, sekaligus menjadi momentum memperkuat upaya pencegahan agar kasus serupa tidak kembali menghantui warga Klaten. (*)

You Might Also Like

Polisi Sebut ‘Salam Tempel’ Sabu di PN Semarang Sudah Lama Direncanakan

Dimaafkan Korban, Chiko Pengedit Konten Cabul Cuma Dituntut Tujuh Bulan Bui

Gerindra Terseret Pusaran Korupsi Rektorat Unsoed

STNK Mirip Banget Aslinya, Sindikat Pasuruan Akhirnya Tumbang Terbongkar

Kemenkum Jateng Gas Sinkronisasi Perda dengan UU Ciptaker

TAGGED:klatenklitih
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KESBANGPOL KENDAL - Kepala Kesbangpol Kendal, Alfebian Yulando. (ist) Viral Polemik Tambang Galian C di Kendal, Kesbangpol Ajak Warga Duduk Bareng Cari Solusi
Next Article Napas Terasa Berat? Tujuh Sinyal Paru-Paru Minta Diperhatikan Serius

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

LUDES TERBAKAR-Belasan rumah di lingkungan Asrama Polisi Kota Lama Semarang ludes terbakar, Sabtu (5/9/2026) sore. (bae)

15 Rumah Aspol di Kota Lama Semarang Ludes Terbakar

KEBAKARAN--Petugas tampak berjaga di sekitar lokasi kebakaran Asrama Polisi di dekat Satpas Satlantas Polrestabes Semarang, Kota Lama, Sabtu (5/9/2026). (bae)

Asrama Polisi di Kota Lama Semarang Terbakar, Kabut Asap Ganggu Wisatawan

Ilustrasi skyquake atau gempa langit.

BMKG Sebut Gempa Langit, Ihwal Dentuman Suara Misterius di Bandung dan Sekitarnya

TERSANGKA - Tampang MDFS, pria Blora tersangka kasus pembunuhan terhadap Mozza Axillia Gunarsa. (ist)

Begini Tampang Pria Blora Pembunuh Mozza, Statusnya Kini Tersangka

Bukan Cuma Lapangan Pancasila, Semarang Ikut ‘Dandan’ Sambut MTQ

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Aipda Robig Zaenudin berjalan dengan membusungkan dada usai menjalani sidang tuntutan di PN Semarang, Selasa (8/7/2025). (bae)
Hukum

Robig Polisi Pembunuh Siswa SMK Kendalikan Peredaran Sabu, Dipindah ke Nusakambangan

April 24, 2026
Hukum

2026 Dibuka Tawuran di Manggarai, DPRD Usul Bansos Disetop

Januari 3, 2026
Hukum

Dewan Pers Dukung Uji Materi UU Pers: Biar Wartawan Gak Lagi Was-Was Saat Liputan

September 6, 2025
Tampang Agus Ratmono, terduga pelaku perampokan sadis keluarga juragan sate di Boyolali.
Hukum

Polisi Tangkap Rampok Sadis Boyolali di Kudus, Keluarga Korban Curiga Motif Utang Piutang

Januari 31, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Klitih Beraksi di Klaten, Ini yang Dilakukan Bupatinya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?