Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Main Curang Ekspor, Ngirimnya Kratom, Bilangnya Kopi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Main Curang Ekspor, Ngirimnya Kratom, Bilangnya Kopi

Kalau biasanya kopi yang bikin melek, kali ini justru bikin aparat waspada. Modusnya simpel tapi nekat: isi kontainer kratom, di dokumen ditulis kopi. Untung belum keburu berlayar jauh, akal-akalan ini keburu kebongkar.

T. Budianto
Last updated: Februari 21, 2026 3:41 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
DIBAWA KE KEJAKSAAN: Dua dari empat tersangka ekspor kratom dibawa ke Kejaksaan, Jumat (20/2/2026) (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Akal-akalan ekspor kratom akhirnya kebongkar. Dua tersangka, MR dan ME, resmi dilimpahkan dari Bea Cukai Tanjung Emas ke Kejaksaan Negeri Kota Semarang, Jumat (20/2/2026).

Dengan pelimpahan ini, total sudah ada empat orang yang jadi tersangka. Sebelumnya, dua nama lain, WI dan AS, lebih dulu diserahkan pekan lalu. “Untuk hari ini kami menerima dua tersangka, MR dan ME, berikut barang bukti. Keduanya ditahan lanjutan 20 hari,” ujar Kasi Intel Kejari Kota Semarang, Lilik Hariyadi.

Baca juga: Bea Cukai Jateng-DIY Musnahin Barang Ilegal Senilai Rp76 Miliar, Ini Rinciannya

Kasus ini bermula dari upaya ekspor kratom dalam bentuk remahan. Barang yang dilarang ekspor itu rencananya dikirim dari Pontianak ke India lewat Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Supaya bisa lolos, dokumen ekspornya diduga dimanipulasi. Isi kontainer kratom, tapi di atas kertas ditulis sebagai kopi. “Barang yang dilarang ini dalam bentuk remahan. Namun dalam dokumen ekspor diberitahukan sebagai kopi,” kata Lilik.

Upaya ekspor tersebut keburu digagalkan penyidik Bea Cukai sekitar Agustus-September 2025. Dari hasil penyidikan, ada lima kontainer yang dijadikan barang bukti. “Barang buktinya ada lima kontainer,” tambahnya.

Peran Broker

MR dan ME disebut berperan sebagai broker yang mencarikan jalur ekspor dan berasal dari Jakarta. Sementara WI dan AS merupakan pihak PPJK yang bertugas mengurus dokumen kepabeanan.

Meski begitu, perkara ini dipastikan tak menimbulkan kerugian negara secara finansial. Barang belum sempat diekspor dan tidak berkaitan dengan penerimaan negara.

“Ini terkait barang yang dilarang untuk diekspor dan pemalsuan dokumen. Untuk kerugian negara tidak ada,” tegas Lilik. Para tersangka dijerat pasal kepabeanan dengan ancaman maksimal delapan tahun penjara. Dalam aturan terbaru, ketentuan pidana minimum sudah tidak lagi diatur.

Baca juga: Tujuh Juta Batang Rokok Ilegal & Ribuan Liter Miras Dimusnahkan Bea Cukai Semarang

Kratom (Mitragyna speciosa) di Indonesia saat ini berada dalam posisi abu-abu atau masa transisi, di mana secara klinis memiliki efek candu seperti narkotika, namun regulasi hukumnya masih digodok pemerintah.

BNN (Badan Narkotika Nasional) sendiri mengategorikan kratom sebagai Narkotika Golongan I (jenis baru/NPS) karena efeknya yang menyerupai narkoba dan berpotensi menimbulkan kecanduan (adiksi) seperti morfin. (bae)

You Might Also Like

Ketua Hanura Jateng Bambang Raya Diborgol, Tetap Nyengir dan Ngaku Nggak Salah

Kontraktor Ngaku Setor Duit Rp125 Juta ke “Orangnya” Sudewo untuk Garap Proyek Ini

BREAKING NEWS: Giliran Bupati Cilacap Kena OTT KPK

Polisi Belum Bisa Simpulkan Kasus Tewasnya Dosen Untag

Respons Agustina Wilujeng setelah Terseret dalam Dakwaan Korupsi Chromebook

TAGGED:bea cukaikratom
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sambut Arus Mudik, Perbaikan Jalan Dideadline Rampung H-10 Lebaran
Next Article TEMAN DEKAT -Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C, pada Jumat (20/2/2026). (Kemenko Perekonomian) Prabowo Sebut RI Teman Sejati AS, Publik Beri Peringatan: Sejarah ’65 Belum Tuntas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BEASISWA KHUSUS - Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, memberikan keterangan mengenai beasiswa khusus untuk santri, Sabtu (22/8/2026). (dul)

Tinggal di Pesantren dan Aktif di Kampus, Syarat Dapat Beasiswa Pemprov Jateng

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Sekda Jateng) Sumarno. (dul)

Pemprov Jateng Dukung Pengembangan Geotermal, Sekda: Suara Warga Gak Boleh Diabaikan

NAIK KA--Pengguna jasa kereta api berada di Stasiun Semarang Tawang. (ist)

Libur Panjang Maulid Nabi, 124 Ribu Penumpang Kereta Padati Stasiun Daop Semarang

BEASISWA KHUSUS - Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, memberikan keterangan mengenai beasiswa khusus untuk santri, Sabtu (22/8/2026). (dul)

Kabar Gembira! Ada Beasiswa Rp6 Juta per Orang untuk 420 Santri Ma’had Aly Jateng

LEPAS RS TERAPUNG - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto melepas keberangkatan Kapal Laksamana Malahayati --rumah sakit terapung yang sekaligus mengangkut bantuan logistik untuk korban gempa NTT-- dari Cilegon menuju Flores, Kamis (20/8/2026) malam.

PDIP Kirim Kapal Medis Malahayati ke Flores, Bantu Korban Gempa NTT

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Bella Puspita Sari menangis di pengadilan usai sidang pembacaan peninjauan kembali, Senin (4/5/2026). (bae)
Hukum

Ratapan Tangis Bella Pecah di Penjara, Tak Kuasa Tahan Rindu kepada Anak Bayinya

Mei 4, 2026
Hukum

Di Lapas Semarang, Razia Narkoba Sampai 18 Kali Sebulan

April 29, 2026
Ilustrasi petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Hukum

Istri Bupati Pemalang Dijemput KPK pada Tengah Malam, Camat Ditangkap setelah Rapat

Juli 29, 2026
KIAI CABUL--Tampang Achmad Fauzi alias Abah Khan, pengasuh ponpes di Kota Semarang yang cabuli santriwatinya, mengenakan kaus 'Ngopeni Nglakoni' saat digelandang ke kantor Kejari Kota Semarang, Rabu (24/6/2026). (ist)
Hukum

Abah Khan Kiai Cabul Semarang Diseret ke Pengadilan, Sidang Digelar Tertutup

Juli 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Main Curang Ekspor, Ngirimnya Kratom, Bilangnya Kopi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?