Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Prabowo Sebut RI Teman Sejati AS, Publik Beri Peringatan: Sejarah ’65 Belum Tuntas
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Prabowo Sebut RI Teman Sejati AS, Publik Beri Peringatan: Sejarah ’65 Belum Tuntas

R. Izra
Last updated: Februari 21, 2026 10:14 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
TEMAN DEKAT -Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C, pada Jumat (20/2/2026). (Kemenko Perekonomian)
TEMAN DEKAT -Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C, pada Jumat (20/2/2026). (Kemenko Perekonomian)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto bilang Indonesia adalah “teman sejati” Amerika Serikat (AS). Pernyataan itu ia sampaikan saat Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2) waktu setempat.

“Kami selalu mencoba meyakinkan Amerika Serikat bahwa Indonesia adalah teman sejati, meskipun secara politik kami memiliki tradisi non-blok,” kata Prabowo.

Secara garis besar, pesannya simpel: Indonesia mau hubungan yang makin erat dengan AS, tapi tetap pegang prinsip bebas aktif. Dekat, tapi nggak mau kelihatan memihak.

Bacaaja: Prabowo-Trump Sepakat: Indonesia Kena Tarif 19 Persen, Produk AS Bebas Bea Masuk RI
Bacaaja: Cerita Prabowo ‘Hilangkan’ 48 Juta Jiwa Penduduk Indonesia saat Lapor Trump di Forum BoP

Dalam forum itu, Prabowo juga menyebut Indonesia bukan lagi “raksasa yang tertidur”. Menurutnya, Indonesia sedang bangkit dan siap jadi pemain penting di kawasan.

Ia bahkan menyinggung bahwa hubungan RI–AS sudah terjalin sejak masa awal kemerdekaan dan Amerika disebut pernah membantu Indonesia di masa-masa kritis.

Narasinya terdengar optimistis. Tapi di luar ruangan gala, publik nggak cuma lihat masa depan—mereka juga ingat masa lalu.

AS di balik sejarah kelam Indonesia

Kalau bicara soal hubungan Indonesia–Amerika, sulit menghindari satu bab gelap sejarah: peristiwa 1965.

Sejumlah dokumen yang telah dideklasifikasi pemerintah AS menunjukkan adanya dukungan politik dan intelijen Amerika terhadap militer Indonesia pada masa pergolakan pasca-30 September 1965.

Dalam periode itu, terjadi pembantaian massal terhadap orang-orang yang dituduh terkait Partai Komunis Indonesia (PKI). Korbannya diperkirakan ratusan ribu jiwa.

Isu ini bukan teori konspirasi pinggiran. Arsip-arsip diplomatik AS yang dibuka ke publik memperlihatkan bagaimana pemerintah Amerika saat itu melihat perubahan rezim di Indonesia sebagai kemenangan strategis dalam konteks Perang Dingin.

Artinya, hubungan “teman sejati” ini punya sejarah yang kompleks, bahkan traumatis.

Prabowo menegaskan Indonesia menghormati semua kekuatan besar dan ingin bersahabat dengan semua bangsa. Prinsip bebas aktif disebut sebagai fondasi utama.

Secara konsep, itu ideal. Indonesia nggak mau terjebak blok mana pun. Mau fleksibel, mau jadi penengah.

Tapi di era persaingan geopolitik yang makin panas, publik juga makin kritis. Kedekatan ekonomi dan politik dengan satu kekuatan besar pasti punya implikasi.

Apalagi ketika memori sejarah belum sepenuhnya direkonsiliasi.

Catatan lama keterlibatan Amerika

Nggak salah membangun kemitraan strategis. Dunia sekarang memang butuh kolaborasi, investasi, dan kerja sama dagang.

Tapi menyebut “teman sejati” juga berarti siap melihat hubungan itu secara jujur, termasuk sisi kelamnya.

Generasi sekarang mungkin nggak hidup di 1965. Tapi dampaknya masih terasa sampai hari ini.

Jadi mungkin pertanyaannya bukan cuma: seberapa dekat Indonesia dengan Amerika?

Tapi juga: seberapa siap kita berdamai dengan sejarah sebelum melangkah makin jauh? (*)

You Might Also Like

Pamer Uang Rp10,9 Miliar, Jaksa Kejari Semarang: Sitaan Korupsi Bank Jateng

SBY Sebut Negara Bisa Runtuh Jika Pemimpin Letakkan Diri di Atas Hukum, Sindir Siapa?

Wacana Pilkada lewat DPRD Diprotes Keras, tapi Partai Macam Gerindra Bodo Amat, Mengapa?

Menolak Pembayaran Tunai Itu Melanggar Hukum Lho! DPR Soroti Praktik Cashless

Ketua Siwo: Wartawan Olahraga Harus Jadi Bagian dari Solusi, Bukan Sekadar Penonton

TAGGED:amerika serikatasheadlineindonesiaprabowo subiantoteman sejati
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Main Curang Ekspor, Ngirimnya Kratom, Bilangnya Kopi
Next Article Setahun Luthfi-Yasin, Konsep Collaborative Government Jadi Andalan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Daging Kurban Baru Datang Bolehkah Dicuci? Simak Jawabannya

Iduladha Datang Lagi Tapi Banyak Orang Masih Bingung Hukum Kurban

Orang Sudah Mampu Tapi Kurban Cuma Sekali Seumur Hidupnya, Gimana Ini?

Motor Mahar Belum Jalan Pengantinnya Malah Pergi Duluan Tengah Malam

Tas Isi Ratusan Juta Ketinggalan Toilet Malah Balik Utuh, Masih Ada Orang Baik

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Anak Jateng Didorong Naik Level di Jepang

Januari 24, 2026
Daerah

Program MBG Jateng Dipuji, Jadi Barometer Nasional

Agustus 5, 2025
Olahraga

Bukan Kaleng-Kaleng! Ini 5 Atlet Indonesia Paling Ngebut di 2025

Januari 1, 2026
Ekonomi

Investor Silakan Masuk, Luthfi: Tapi Jangan Lupa Warga Lokal

Mei 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Prabowo Sebut RI Teman Sejati AS, Publik Beri Peringatan: Sejarah ’65 Belum Tuntas
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?