Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: IKA Lemhannas Jateng-LPMK Banyumanik Dekatkan Pancasila dengan Gen Z
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

IKA Lemhannas Jateng-LPMK Banyumanik Dekatkan Pancasila dengan Gen Z

Di era ketika perhatian anak muda sering berpindah hanya dalam hitungan detik, menanamkan nilai-nilai Pancasila tak lagi bisa mengandalkan cara lama. Menyadari tantangan itu, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Lemhannas Jateng bersama Forum LPMK Banyumanik memilih jalur yang lebih akrab dengan generasi muda: dunia digital. Pancasila tak lagi sekadar dibaca saat upacara, tetapi diajak hadir dalam konten kreatif yang dekat dengan keseharian Gen Z.

T. Budianto
Last updated: Juni 2, 2026 2:26 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
NILAI PANCASILA: Pengurus dan anggota IKA Lemhannas Jateng bersama Forum LPMK Kecamatan Banyumanik, serta sejumlah tokoh masyarakat berfoto usai peluncuran program penguatan nilai Pancasila yang dikemas dengan pendekatan kreatif dan digital bagi pelajar serta remaja Kota Semarang, belum lama ini. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni, Forum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kecamatan Banyumanik bersama Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Lemhannas Jateng, Pemerintah Kecamatan Banyumanik, dan Kesbangpol Kota Semarang meluncurkan gerakan baru untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda.

Kolaborasi ini hadir sebagai respons terhadap perubahan pola pikir pelajar, generasi milenial, dan Generasi Z yang tumbuh di tengah derasnya arus digitalisasi dan banjir informasi global.

Menurut penyelenggara, pembacaan teks Pancasila dalam upacara formal selama ini dinilai belum cukup untuk membangun penghayatan yang mendalam jika tidak dibarengi pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Perbedaan tingkat pemahaman antara generasi pendahulu dengan generasi muda saat ini menjadi salah satu alasan lahirnya program bertajuk “Pemantapan Nilai-Nilai Pancasila Bagi Pelajar dan Remaja”.

Baca juga: Ikal Lemhannas Jateng Siapkan Sekolah Bela Negara

Program tersebut dirancang untuk menggabungkan kreativitas, kecepatan adaptasi, dan kemampuan teknologi informasi yang dimiliki anak muda ke dalam aktivitas positif yang berlandaskan nilai kebangsaan.

Ketua IKA Lemhannas Jawa Tengah, Sri Puryono mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya nyata untuk menjaga agar nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman. “Kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk merawat nilai-nilai Pancasila agar tetap hidup di dada generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Program tersebut juga bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai gotong royong, toleransi, serta musyawarah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi pelajar dan remaja di Kecamatan Banyumanik maupun Kota Semarang secara umum.

Agenda Utama

Salah satu agenda utama dalam program ini adalah Lomba Video Pendek bertema “Cerita Kita, Nilai Pancasila”. Kompetisi ini menjadi ruang bagi pelajar dan remaja untuk mengekspresikan bagaimana nilai-nilai Pancasila hadir dan diterapkan di lingkungan sekitar mereka.

Peserta yang berasal dari kategori SMP, SMA, hingga Karang Taruna diminta membuat video berdurasi 30 hingga 90 detik dengan pendekatan kreatif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sebagai puncak kegiatan, sebanyak 100 peserta terbaik akan diundang mengikuti Diskusi Remaja bertema “Pancasila Bagi Generasi Milenial dan Gen Z”.

Baca juga: Ratusan Dosen Digembleng Jadi Agen Pancasila

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang dialog untuk membedah tantangan sosial, budaya, dan teknologi yang dihadapi generasi muda saat ini. Sri Puryono menegaskan, pendekatan berbasis teknologi digital menjadi salah satu cara agar Pancasila tidak lagi dipandang sebagai hafalan formalitas semata.

“Melalui terobosan berbasis teknologi digital ini, diharapkan Pancasila tidak lagi dipandang sebagai hafalan formalitas belaka, melainkan menjelma menjadi gaya hidup dan pemandu moralitas yang organik bagi generasi muda Kota Semarang dalam menjawab tantangan masa depan,” katanya.

Dulu orang mengenal Pancasila lewat buku pelajaran dan upacara bendera. Sekarang tantangannya berbeda: bagaimana membuat lima sila tetap hidup di tengah notifikasi, algoritma, dan tren yang berganti setiap hari. Sebab jika konten receh bisa viral dalam semalam, rasanya tak ada alasan nilai-nilai Pancasila kalah bersaing untuk masuk ke beranda generasi muda. (tebe)

You Might Also Like

Sejumlah Sekolah di Jateng Ramai-ramai Tolak MBG, BGN Pasrah: Boleh Kok!

Diguyur Hujan Sejak Pagi, Jalan WR Supratman Kalibanteng Tergenang, Warga Mulai Waswas

Harga Pangan di Semarang Merangkak Naik, Kata Wali Kota Masih Aman

Jateng Siap “Kunci” Lahan Pertanian Lewat Perda

3.200 Warga Mengungsi, Dampak 450 Rumah Ludes Terbakar di Penjaringan Jakarta Utara

TAGGED:harlah pancasilaika lemhanaspancasilapemprov jatengsri puryono
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sate Berujung Maut, Menantu Klaim Dikasih Jampi-Jampi Bukan Racun
Next Article Mengapa Kita Bicara Semakin Cepat dan Nyaring?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Buya Yahya Tegas soal Manipulasi Data di Tempat Kerja

UAH Ingatkan Jangan Tunggu Tua untuk Bertaubat

Gus Baha Pernah Tak Punya Uang, Ini Doanya, Bisa Ditiru

LANTIK PEJABAT: Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyalami Wakapolda baru, Brigjen Pol Andi Herindra Rahmawan dalam acara sertijab di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Kamis (15/10/2026). (ist)

Kapolda Baru Rombak Pejabat Polda Jateng dan Sejumlah Kapolres, Simak Daftarnya

SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)

Pencabutan Hak Politik Fadia Arafiq Harga Mati, KPK Tak Mau Negosiasi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Nasional

Banjir Sumatera Empat Perusahaan Disegel, Cuma Administratif?

Desember 12, 2025
Ilustrasi Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Hukum

Masuk Gedung Tinggalin KTP? Pelanggaran Undang-undang yang Dinormalisasi

Februari 18, 2026
Politik

Megawati: “Kudatuli Bukan Debu Sejarah, Itu Luka Demokrasi yang Belum Selesai”

Juli 22, 2026
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Nasional

Hanura Desak Prabowo Kejar Dalang Karhutla

Agustus 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: IKA Lemhannas Jateng-LPMK Banyumanik Dekatkan Pancasila dengan Gen Z
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?