Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Goa Kreo Bukan Cuma Monyet, Ada Jejak Sunan Kalijaga yang Masih Dijaga
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Goa Kreo Bukan Cuma Monyet, Ada Jejak Sunan Kalijaga yang Masih Dijaga

Banyak orang datang ke Goa Kreo karena penasaran dengan kawanan monyet yang bebas berkeliaran di sekitar kawasan wisata. Tapi di balik tebing batu, jembatan ikonik, dan panorama Bendungan Jatibarang, tersimpan cerita yang usianya jauh lebih tua dari sekadar destinasi wisata.

T. Budianto
Last updated: Mei 30, 2026 4:09 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
BERIKAN MAKANAN: Wisatawan memberikan makanan kepada sejumlah monyet di Goa Kreo, Gunungpati, Semarang, Jumat (29/5/2026). (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Udara siang di kawasan Goa Kreo terasa sejuk meski matahari sedang terik. Dari atas jembatan yang membelah Bendungan Jatibarang, hamparan air terlihat tenang. Di sisi lain, suara monyet-monyet liar bersahutan menyambut pengunjung yang datang silih berganti.

Goa Kreo bukan sekadar tempat wisata biasa. Di balik tebing batu dan rimbunnya pepohonan, tersimpan cerita panjang yang masih dipercaya masyarakat hingga sekarang.

Di sebuah papan informasi yang berdiri tepat di dekat mulut goa, tertulis sejarah Goa Kreo yang berkaitan dengan perjalanan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk pembangunan Masjid Agung Demak.

Konon, Sunan Kalijaga menemukan pohon jati yang cocok dijadikan saka guru atau tiang utama masjid. Namun saat kayu itu dihanyutkan melalui sungai, pohon jati tersebut tersangkut di sela bebatuan kawasan yang kini dikenal sebagai Goa Kreo.

Baca juga: Dari Panggung ke Kera: Cara Semarang Bikin Tradisi Tetap ‘Hidup’

Dalam cerita itu, Sunan Kalijaga kemudian bertapa di dalam goa. Tak lama setelahnya, datang empat ekor kera yang membantu memindahkan kayu jati tersebut hingga akhirnya bisa dibawa ke Demak.

Sebelum pergi, Sunan Kalijaga meminta para kera menjaga kawasan itu. Dari situlah nama “Kreo” dipercaya berasal dari kata “Mangreho” yang berarti menjaga atau memelihara. Hingga sekarang, kawanan monyet masih hidup bebas di sekitar kawasan wisata dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Wisata Religi

Kepala UPTD Kreo dan Agro Wisata, Sugianto mengatakan, Goa Kreo memang tidak hanya menawarkan wisata alam, tetapi juga wisata sejarah dan religi.

“Goa Kreo ini napak tilasnya Sunan Kalijaga waktu mencari kayu jati untuk Masjid Demak. Jadi bukan cuma wisata biasa,” ujarnya saat di lokasi, Jum’at (29/5/2026).

Ia bercerita, sejak dirinya dilantik menjadi Kepala UPTD Kreo dan Agro Wisata pada Maret 2026 lalu, ada beberapa hal yang mulai didorong untuk pengembangan kawasan wisata tersebut.

Beberapa fasilitas seperti jogging track, area selfie, dan kolam renang sudah mulai dibenahi. Namun menurutnya masih ada fasilitas lain yang perlu ditambah, seperti gazebo untuk tempat berteduh hingga panggung hiburan bagi pengunjung.

Baca juga: Semarang Lagi Ramai, Target Wisatawan Dikit Lagi Tembus

“Kalau hujan kasihan pengunjung, tempat berteduhnya masih kurang. Itu yang sekarang sedang kami usulkan,” katanya. Di sisi lain, Goa Kreo juga punya tradisi tahunan yang masih terus dijaga warga sekitar, yakni Sesaji Rewanda. Tradisi itu biasanya digelar beberapa hari setelah Lebaran sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Desa Talun.

Warga membawa gunungan berisi hasil bumi seperti ketela, kacang, buah-buahan, dan berbagai hasil panen lain sebelum diarak bersama-sama. “Sesaji Rewanda itu bentuk syukur warga. Sudah jadi tradisi turun-temurun di sini,” kata Sugianto.

Tak hanya wisata dan budaya, geliat ekonomi warga sekitar juga mulai tumbuh bersama ramainya pengunjung. Beberapa kios UMKM milik warga kini mulai dibangun di kawasan wisata.

Salah satu yang sedang dipersiapkan menjadi kuliner khas Goa Kreo adalah “Sego Ketek”, makanan sederhana berupa nasi urap yang dibungkus daun jati. “Harapannya nanti orang datang ke Goa Kreo bukan cuma lihat monyet atau bendungan, tapi juga ingat makanan khasnya,” ujarnya sambil tersenyum.

Meski masih menghadapi kendala akses transportasi menuju lokasi wisata, Sugianto optimistis Goa Kreo perlahan bisa semakin dikenal luas.  Baginya, Goa Kreo bukan hanya soal destinasi wisata. Tempat itu juga menyimpan cerita, tradisi, dan jejak sejarah yang masih hidup hingga hari ini. (dul)

You Might Also Like

Bekas Gubernur Jabar Ridwan Kamil Diperiksa KPK: Biar Cepet Clear!

Kabar Duka dari Sumatera saat Natal Tiba, Korban Jiwa Tembus 1.129 Orang

Hukuman Diperberat, Andhi Pusing Mikir Cara Balikin Rp152 Miliar Duit Korupsi ke Pemda Cilacap

ASN & PPPK di Semarang Wajib Gabung Koperasi Merah Putih, Deadline 30 Agustus!

Daftar 7 Bupati/Wali Kota Hasil Pilkada 2024 yang Terjaring OTT KPK, Dua dari Jateng

TAGGED:goa kreoheadlinepemkot semarangwisata semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pakar: Insentif Kendaraan Listrik Jangan Cuma Parkir di Kota
Next Article WISATA SPEEDBOAT - Pengunjung Waduk Jatibarang, Semarang, swafoto di dermaga wisata speedboat. (dul) Sudah Ada Sejak 2015, Wisata Speedboat di Semarang Ternyata Banyak yang Belum Tahu

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KOLABORASI - Direksi PLN Icon Plus dan IconGreen menyamakan langkah sekaligus memperkuat sinergi antaranak perusahaan PLN Group dalam mendukung pengembangan bisnis dan percepatan transisi menuju energi bersih.

Tukar Best Practice, Cara PLN Icon Plus dan IconGreen Perkuat SDM Hadapi Industri Masa Depan

TERIMA KUNJUNGAN--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyambut tim Kemensos yang menelaah usulan gelar pahlawan nasional, Selasa (14/7/2026). (ist)

Agustina: Usulan KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional Masuk Tahap Verifikasi

Viral Nama Bayi MBG Subianto, Ibunya Santai Saja

Janji Umroh Murah Eh.. Berujung Laporan Polisi

Dokter PPDS Ditemukan Meninggal Dekat Area RSUD

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Aksi ikonik penyerang sayap PSG Khvicha Kvaratskhelia. Aksi terbang ini diproyeksikan jadi logo baru Ligue 1.
Sepak Bola

Ligue 1 Resmi Ganti Logo? Aksi Terbang Kvara Layak Diabadikan

Januari 3, 2026
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko njelasin soal antisipasi mudik 2026. (ist)
Info

Strategi Pemprov Jateng Urai Macet Mudik Lebaran: Andalkan CCTV dan Posko

Februari 27, 2026
Buruh dan mahasiswa menggelar aksi May Day di Semarang, Jumat (1/5/2026). (bae)
Info

Tuntut Upah Layak, KASBI Jateng: Buruh Lajang Minimal Rp9 Juta Per Bulan

Mei 1, 2026
Penumpang bersiap menaiki bus listrik armada BRT Trans Semarang.
Tumbuh

Dorong Transportasi Hijau, Pemkot Semarang dengan Bus Masifkan Bus Listrik

Maret 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Goa Kreo Bukan Cuma Monyet, Ada Jejak Sunan Kalijaga yang Masih Dijaga
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?