BACAAJA, TEMANGGUNG – Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Dusun Kauman, Desa Kaloran, Kecamatan Kaloran, Temanggung, lagi ramai dibahas warga.
Soalnya, bangunan koperasi itu ternyata berdiri sebagian di tanah kas desa dan sebagian lagi nutup akses jalan umum yang biasa dipakai warga buat akses harian.
Akibat polemik itu, pembangunan gedung akhirnya dihentikan sementara.
Bacaaja: Terungkap! Alasan Warga dan Petani Temanggung Ramai Tolak Pembangunan Batalion TNI
Bacaaja: Nyadran Ageng Bhumi Phala, Eskpresi Syukur dan Cinta Kasih Petani Temanggung kepada Alam
Komandan Kodim 0706/Temanggung, Hermawan Adi Nugroho, bilang progres bangunan sebenarnya sudah sekitar setengah jadi. Tapi pengerjaan belum selesai total, mulai dari atap sampai pintu kaca dan perlengkapan lainnya masih belum dipasang.
Menurut Hermawan, penghentian pembangunan dilakukan atas permintaan pemerintah pusat sambil menunggu solusi soal akses jalan pengganti untuk warga.
“Pembangunan ini sementara dihentikan dulu sampai ada keputusan lebih lanjut terkait penyelesaian jalan alternatif,” ujarnya usai jumpa pers di Makodim Temanggung, Rabu (27/5).
Awalnya, pembangunan KDMP disebut sudah lewat proses musyawarah desa dan lahan juga sudah diserahkan resmi oleh pemerintah desa. Tapi di tengah jalan, warga mulai protes karena bangunan koperasi berdiri di area yang bersinggungan langsung dengan jalan umum.
Video dan foto kondisi itu kemudian viral di media sosial.
Dandim ajak warga saweran bikin jalan baru
Buat meredam protes warga, pihak TNI bersama pemerintah desa kini menyiapkan jalan alternatif baru tepat di depan gedung koperasi.
Dandim pun mengajak masyarakat untuk ikut membantu iuran, demi kepentingan bersama.
Jalan baru itu rencananya punya panjang sekitar 80 meter dan lebar 4 meter.
“Jalan ini lebih representatif dibanding jalan sebelumnya yang lebarnya hanya 3 meter,” kata Hermawan.
Pembangunan jalan alternatif disebut dilakukan lewat karya bakti bersama aparat desa, TNI, dan masyarakat. Nantinya jalan bakal diaspal supaya akses warga tetap aman dan lancar.
Selain itu, desain jalan baru juga dibuat lebih landai dengan tambahan kaca tikungan cembung demi mengurangi risiko kecelakaan.
Meski begitu, polemik di tengah warga belum sepenuhnya reda. Sebab, banyak yang mempertanyakan kenapa gedung koperasi bisa dibangun sampai menutup akses jalan umum sejak awal.
Di sisi lain, pembangunan koperasi dipastikan bakal tetap dilanjutkan setelah persoalan akses selesai dibahas bersama pemerintah daerah dan DPRD.
Hermawan menegaskan program KDMP tetap dianggap penting karena diklaim bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Kami masih komunikasi sambil menunggu hasil keputusan DPR dan pihak Pemda,” tandasnya. (*)

