Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rupiah Sempat Nyaris Tumbang, BJ Habibie Putar Arah Ekonomi Nasional
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Rupiah Sempat Nyaris Tumbang, BJ Habibie Putar Arah Ekonomi Nasional

Di tengah kondisi yang serba tidak pasti itu, nama Presiden ke-3 RI, B. J. Habibie, kembali ramai dibicarakan. Banyak yang penasaran bagaimana sosok yang awalnya lebih dikenal sebagai ahli pesawat justru mampu membawa rupiah pelan-pelan bangkit setelah Indonesia berada di titik paling rapuh. Apalagi saat itu kepercayaan publik terhadap pemerintah sedang jatuh dan investor asing memilih menjauh.

Nugroho P.
Last updated: Mei 21, 2026 8:40 pm
By Nugroho P.
7 Min Read
Share
BJ Habibie.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah yang belakangan kembali nyaris menyentuh Rp17.600 per dolar AS bikin banyak orang mendadak teringat masa-masa paling berat dalam sejarah ekonomi Indonesia. Angka itu bukan sekadar statistik pasar uang, tapi juga memunculkan trauma lama tentang krisis moneter 1998 yang dulu sempat mengguncang hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat. Harga kebutuhan pokok melonjak, perusahaan bertumbangan, PHK terjadi di mana-mana, dan suasana sosial ikut memanas.

Di tengah kondisi yang serba tidak pasti itu, nama Presiden ke-3 RI, B. J. Habibie, kembali ramai dibicarakan. Banyak yang penasaran bagaimana sosok yang awalnya lebih dikenal sebagai ahli pesawat justru mampu membawa rupiah pelan-pelan bangkit setelah Indonesia berada di titik paling rapuh. Apalagi saat itu kepercayaan publik terhadap pemerintah sedang jatuh dan investor asing memilih menjauh.

Kondisi Indonesia pada 1998 memang jauh dari kata aman. Rupiah yang sebelumnya masih ada di kisaran Rp2.000-an per dolar AS mendadak terjun bebas hingga menembus Rp17.000. Dampaknya terasa brutal. Harga sembako naik tak terkendali, cicilan utang perusahaan membengkak karena mayoritas berbasis dolar, sementara sektor perbankan seperti kehilangan napas.

Banyak perusahaan besar yang sebelumnya terlihat kokoh ternyata tidak siap menghadapi badai krisis. Pabrik berhenti produksi, ribuan pekerja kehilangan pekerjaan, dan masyarakat mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di saat bersamaan, gejolak politik ikut memanas hingga akhirnya Soeharto memutuskan mundur dari kursi presiden pada Mei 1998.

Masuknya Habibie ke Istana saat itu bahkan sempat dipandang sebelah mata. Tidak sedikit yang meragukan kemampuannya mengatasi krisis karena latar belakangnya bukan ekonom murni. Banyak pihak khawatir pergantian kepemimpinan justru membuat keadaan makin berantakan dan rupiah semakin tenggelam.

Namun situasinya perlahan berubah. Habibie memilih bergerak cepat membenahi fondasi ekonomi yang saat itu nyaris runtuh total. Salah satu fokus terbesarnya adalah sektor perbankan yang menjadi sumber keguncangan paling parah selama krisis berlangsung. Pemerintah sadar kalau bank tidak segera diselamatkan, roda ekonomi bakal makin sulit diputar.

Saat itu pemerintah mulai melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap bank nasional. Bank-bank bermasalah direkapitalisasi, sementara lembaga keuangan yang dianggap tidak sehat mulai ditata ulang. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan pasar sekaligus menenangkan masyarakat yang panik menyimpan uang di bank.

Di era itu juga muncul langkah penting berupa penggabungan empat bank pemerintah menjadi Bank Mandiri. Konsolidasi tersebut menjadi salah satu titik penting pemulihan sistem perbankan nasional. Pemerintah ingin menunjukkan bahwa negara masih punya kendali dan serius menyelamatkan sektor keuangan.

Habibie juga ikut mendorong penguatan posisi Bank Indonesia agar lebih independen dalam menentukan kebijakan moneter. Langkah ini dianggap penting karena pasar internasional membutuhkan kepastian bahwa kebijakan ekonomi tidak mudah diintervensi kepentingan politik sesaat.

Selain membenahi dalam negeri, Habibie sadar Indonesia juga harus memperbaiki citra di mata dunia internasional. Saat itu investor asing kehilangan rasa percaya terhadap Indonesia karena kondisi politik dan ekonomi dianggap terlalu berisiko. Kalau modal asing tidak kembali masuk, tekanan terhadap rupiah akan terus berat.

Karena itu pemerintah tetap melanjutkan kerja sama dengan International Monetary Fund atau IMF. Walau kebijakan IMF sempat menuai pro dan kontra, kerja sama tersebut dianggap penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia masih punya arah pemulihan ekonomi yang jelas di mata global.

Dukungan IMF bukan cuma soal pinjaman dana. Kehadiran lembaga itu ikut memberi sinyal ke pasar internasional bahwa Indonesia masih punya peluang bangkit. Efek psikologis inilah yang perlahan membuat kepercayaan investor mulai tumbuh lagi setelah sebelumnya nyaris hilang total.

Habibie juga mulai membuka ruang transparansi dalam kebijakan ekonomi. Pemerintah mencoba memperlihatkan bahwa pengelolaan ekonomi negara tidak lagi dilakukan secara tertutup seperti sebelumnya. Langkah ini pelan-pelan membuat pasar lebih tenang dan tekanan terhadap rupiah mulai berkurang.

Di sisi lain, pemerintah juga berusaha menenangkan masyarakat biasa yang saat itu dilanda ketakutan besar terhadap sektor perbankan. Banyak orang berbondong-bondong menarik tabungan karena khawatir bank bangkrut. Situasi seperti ini bisa sangat berbahaya karena memicu rush money.

Untuk mengatasi kepanikan itu, pemerintah memberikan jaminan terhadap dana simpanan masyarakat di bank. Kebijakan ini jadi semacam penenang di tengah suasana yang penuh ketidakpastian. Publik mulai percaya uang mereka tetap aman meski kondisi ekonomi sedang kacau.

Perlahan efeknya mulai terasa. Aktivitas perbankan yang sempat lumpuh mulai bergerak lagi. Orang-orang tidak lagi terlalu panik menyimpan uang di bank dan sistem keuangan nasional sedikit demi sedikit kembali menemukan ritmenya.

Habibie juga tahu bahwa krisis tidak hanya soal angka di pasar uang, tapi juga soal dapur masyarakat. Karena itu pemerintah berusaha menjaga harga kebutuhan pokok agar tidak makin liar. Sebab kalau harga pangan terus melonjak, situasi sosial bisa semakin panas.

Pemerintah saat itu menahan kenaikan harga BBM bersubsidi dan tarif listrik supaya inflasi tidak makin meledak. Langkah tersebut memang cukup berat bagi anggaran negara, tetapi dianggap penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah masa pemulihan ekonomi.

Strategi menjaga kebutuhan dasar masyarakat itu ikut membantu meredam tekanan sosial. Konsumsi rumah tangga tetap bergerak meski pelan, dan kondisi masyarakat tidak semakin terpuruk. Di tengah situasi sulit, stabilitas sosial menjadi modal penting agar pemulihan ekonomi bisa berjalan.

Gabungan berbagai langkah tadi akhirnya mulai menunjukkan hasil. Rupiah yang sempat terpuruk perlahan bangkit kembali. Aliran modal asing mulai masuk, sistem perbankan lebih stabil, dan kepercayaan pasar terhadap Indonesia perlahan pulih.

Dalam masa pemerintahan Habibie, rupiah bahkan berhasil menguat hingga berada di kisaran Rp6.550 per dolar AS. Angka itu menjadi salah satu simbol bahwa Indonesia berhasil keluar dari fase paling gelap krisis moneter, meski proses pemulihan ekonomi tetap membutuhkan waktu panjang setelahnya.

Kini saat rupiah kembali berada dalam tekanan, banyak orang mulai membandingkan situasi sekarang dengan era 1998. Walau kondisi ekonomi Indonesia saat ini dinilai berbeda, kisah Habibie tetap sering dijadikan contoh bagaimana kepercayaan pasar, stabilitas perbankan, dan ketenangan pemerintah bisa sangat menentukan arah ekonomi sebuah negara. (*)

You Might Also Like

Gaji Baru Masih Diolah, Sabar Dulu Ya!

Ekonomi Kota Semarang Ngebut, Dompet Warga Ikut?

UMK Rp5 Jutaan Cuma di Jabodetabek, Jateng Masih Jaga Jarak

Luthfi Ngebut Kembangkan Pelabuhan, Target Dongkrak Ekonomi Jateng Lewat Logistik

Fajar 2026 Bikin Omzet UMKM Naik Berkali Lipat

TAGGED:BJ Habibbiekrisisrupiah melemah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SAMPAIKAN KETERANGAN - Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Djoko Susilo menyampaikan keterangan dalam konferensi pers dugaan penghimpunan dana ilegal yang dijalankan Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) di Markas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kamis (21/5/2026). (eka) Bos Koperasi BLN Ditahan! Skema Ponzi Rp4,6 Triliun Terungkap, Korban Tembus 41.000 Orang
Next Article Menteri HAM, Natalius Pigai. Pigai Sudah Nonton Pesta Babi, Tapi Pilih Tetap Diam

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SIDANG KORUPSI--Sejumlah saksi dari unsur kepala desa memberi keterangan di sidang kasus korupsi Bupati Pati, Rabu (19/8/2026). (bae)

Ada OTT KPK di Pati, Sejumlah Kades Tiba-tiba Ngaku Kehilangan HP

Ratusan Hektare Lahan di Jateng Terbakar, Karhutla Capai 166 Kasus

Flying Fox Bermasalah, Mahasiswi UIN Saizu Dievakuasi

WNA DIDEPORTASI--Warga asing asal Afghanistan berinisial MEM (jubah putih) dideportasi dari Indonesia. (ist)

Izinnya Sih Kuliah, tapi Malah Buka Restoran! WN Afghanistan Dideportasi

Timah RI Masih Bocor ke Malaysia dan Singapura

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

71 Kopdes Merah Putih di Boyolali Dapat “Senjata Baru”: Pikap 4×4 Buat Gas Ekonomi Desa

April 9, 2026
Ekonomi

Siswa Diajak Belajar Jadi Bos Sejak Sekolah

Juni 5, 2026
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat mendiskusikan persoalan sumur minyak tua di Jateng bersama SKK Migas Jabanusa, Kamis (11/9/2025). Di Jawa Tengah terdapat sekitar 5.300 sumur minyak tua siap dioptimalkan menjadi “ATM energi” sesuai Permen ESDM No. 14/2025. Pemerintah dan SKK Migas mendorong pengelolaan sumur oleh BUMD, KUD, atau UMKM dengan teknologi tepat guna, demi meningkatkan PAD dan swasembada energi secara aman.. Foto: dok/humas
DaerahEkonomi

5.300 Sumur Minyak di Jateng Siap Balik Jadi ATM Energi

September 11, 2025
Ekonomi

37 Persen Kopdes Jateng Masih Jalan Santai Banget

Agustus 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rupiah Sempat Nyaris Tumbang, BJ Habibie Putar Arah Ekonomi Nasional
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?