Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mendesak, Normalisasi Sungai Plumbon
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Mendesak, Normalisasi Sungai Plumbon

Banjir di Semarang ternyata bukan lagi sekadar urusan hujan deras dan pompa telat nyala. Di Mangkang Kulon, Sungai Plumbon disebut sudah terlalu sempit buat menahan air yang tiap tahun datang makin brutal. Setelah tanggul jebol lagi, pemerintah kini mulai bicara solusi permanen: pelebaran sungai, relokasi warga, sampai huntara.

T. Budianto
Last updated: Mei 20, 2026 9:14 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SUNGAI PLUMBON: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mendampingi Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengecek penanganan tanggul Sungai Plumbon yang jebol, Selasa, (19/5/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Penanganan banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, mulai masuk fase serius.

Nggak cuma tambal darurat, pemerintah pusat dan daerah sekarang mulai menyiapkan langkah jangka panjang supaya wilayah itu nggak langganan tenggelam tiap musim hujan. Kolaborasi itu melibatkan BNPB, Pemprov Jateng, Pemkot Semarang, sampai BBWS Pemali-Juana.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan titik tanggul yang jebol sudah ditutup sementara agar air tidak kembali masuk ke permukiman warga. “Langkah darurat sudah dilakukan. Setelah ini akan masuk penanganan permanen,” katanya saat meninjau lokasi banjir, Selasa (19/5/2026).

Baca juga: Tanggul Sungai Plumbon Jebol, Huntara Disiapkan

Masalahnya ternyata bukan cuma tanggul yang rapuh. Sungai Plumbon sendiri disebut sudah nggak sanggup lagi menampung debit air. Kepala BBWS Pemali-Juana Sudarto menjelaskan, kapasitas sungai makin menyempit, sementara kerusakan di wilayah hulu bikin aliran air makin liar saat hujan deras datang.

Karena itu solusi yang disiapkan bukan sekadar normalisasi biasa. “Sungai harus dilebarkan,” ujar Sudarto. Rencananya lebar Sungai Plumbon bakal diperbesar dari sekitar 10 meter menjadi 25 meter. Proyek normalisasi itu akan membentang sepanjang kurang lebih 22 kilometer.

Bukan pekerjaan kecil. Karena untuk melebarkan sungai, pemerintah harus melakukan pembebasan ratusan bidang lahan di bantaran sungai. BBWS mencatat dari total sekitar 318 bidang yang dibutuhkan, baru 92 bidang yang berhasil dibebaskan sejak 2024.

Pembangunan Huntara

Di sisi lain, pemerintah juga mulai memikirkan nasib warga terdampak banjir. BNPB menyiapkan pembangunan hunian sementara atau huntara bagi warga yang rumahnya sudah tidak aman dihuni.

Sementara warga yang memilih tinggal di rumah saudara bakal mendapat bantuan sewa hunian Rp600 ribu per bulan sampai rumah tetap selesai dibangun. “Nanti akan dibantu sampai hunian permanen selesai,” kata Suharyanto.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyebut, total ada 333 kepala keluarga atau sekitar 1.252 jiwa terdampak banjir di wilayah Tugu, Ngaliyan, dan Semarang Barat.

Baca juga: Soal Normalisasi Kali Plumbon, Pemkot Tunggu Pemerintah Pusat

Menurutnya, proses pembersihan lumpur pascabanjir berjalan cukup cepat berkat kerja gabungan BPBD, Damkar, DPU, dan BBWS. Meski begitu, pemerintah masih mendata rumah-rumah yang kemungkinan harus direlokasi permanen karena berada di titik rawan banjir.

“Kami masih menghitung mana yang harus direlokasi dan bagaimana penanganannya,” ujar Agustina. Data BBWS menunjukkan Sungai Plumbon sebenarnya sudah berkali-kali memberi “peringatan”. Dalam beberapa tahun terakhir tercatat tujuh kali banjir besar dengan total 18 titik tanggul jebol.

Dan mungkin itu inti masalahnya: banjir di Semarang bukan lagi sekadar bencana musiman, tapi alarm keras kalau sungai yang dipaksa sempit akhirnya memilih meluap. (tebe)

You Might Also Like

Dari Coding ke Solusi Nyata, Anak Muda Jateng Adu Inovasi AI

Harga BBM Terbaru Per 1 April 2026: Pertalite Tidak Naik, tapi Dibatasi

Doa Jamaah Haji Buat Presiden, Pesan Niam Jadi Obrolan Panjang

Ngintip dan Rekam Teman Wanita di Toilet GOR Sritex, Pria Gempal Tak Berkutik Ditangkap Polisi

Trump vs Paus Leo: Nyinyir Dibalas Santai, “Saya Nggak Takut”

TAGGED:BBWSbpbdpemkot semarangpemprov jatengsungai plumbon
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SPMB SMA/SMK Resmi Dibuka, Luthfi: No Titip, No Jastip
Next Article CUKAI - Ilustrasi pita cukai rokok. (ist) Purbaya Pastikan Cukai Rokok Tahun Depan Gak Naik, Angin Segar untuk IHT

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tiga Kelurahan Semarang Jadi Pilot Project Kampung Perdamaian

35 Peserta Lolos Tes Potensi Calon Komisi Informasi Jateng

Pemkot Dorong Pertanian Terpadu Semarang

Dua Atlet PSE Semarang Bawa Pulang Medali Asian Games 2026

Udara Sekitar TPA Jatibarang Terdampak Polusi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Timnas Voli Putra Indonesia berhasil menjuarai turnamen SEA V League 2025 di Jakarta International Veledrome, Minggu (20/7/2025) malam.
Olahraga

Sapu Bersih Leg 2, Timnas Voli Juarai SEA V League 2025

Juli 21, 2025
KOSTUM UNIK--Pelari bersayap mengikuti Soekarno Run SOC 2026 di Surakarta, Minggu (28/6/2026). (bae)
Info

Peri Bersayap hingga Trio Manekin Ikut Ramaikan Soekarno Run 2026

Juni 28, 2026
Ekonomi

BTC Solo Kian Sepi, DPRD Jateng Minta Pedagang Online dan Mobile Ditata

Juli 15, 2026
MINTA MAAF - Pengacara Hotman Paris Hutapea meminta maaf setelah perkataannya menuai kecaman secara luas.
Info

“Lu Punya Otak Gak?” Tuai Kecaman Organisasi Wartawan, Hotman Paris Minta Maaf

Juli 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mendesak, Normalisasi Sungai Plumbon
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?