BACAAJA, JAKARTA — Momen tak terduga muncul di peringatan May Day 2026. Di tengah suasana yang harusnya penuh solidaritas, ribuan buruh justru kompak teriak “tidak!” saat ditanya Prabowo Subianto, apakah program Makan Bergizi Gratis (MBG) bermanfaat atau tidak.
Video momen itu langsung viral di medsos. Reaksinya? Campur aduk. Ada yang kaget, ada juga yang langsung nge-judge kalau buruh nolak program pemerintah.
Video buruh terdiak “tidak!” itu pun langsung viral di media sosial (medsos). Hal ini bikin bos buruh sibuk klarifikasi.
Bacaaja: Puluhan Santri Diduga Keracunan MBG saat Prabowo Kunjungi Cilacap, 22 Orang Rawat Inap
Bacaaja: Tragis! Balita 2 Tahun di Cianjur Meninggal usai Santap MBG, Ratusan Lainnya Tumbang
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, langsung turun tangan buat meluruskan.
Menurut dia, jawaban “tidak!” dari buruh lebih karena faktor kondisi, bukan bentuk penolakan.
“Banyak yang jawab tidak karena mereka masih lajang dan belum merasakan langsung manfaat program itu,” jelasnya.
Jadi, menurut Gani, bukan karena program MBG dianggap gagal, tapi lebih karena belum kena sasaran pribadi mereka.
Kalau dilihat full version-nya, kata Andi Gani, respons buruh sebenarnya beda-beda. Yang sudah berkeluarga, justru banyak yang kasih respons positif.
“Yang sudah berkeluarga terlihat merasakan manfaatnya,” katanya.
Ia juga menepis anggapan kalau teriakan “tidak!” itu sengaja buat mempermalukan Prabowo di depan publik. Menurutnya, narasi itu terlalu dipaksakan.
“Nggak ada niat seperti itu. Hubungan buruh dengan Presiden justru sangat baik,” tegasnya.
Bahkan, kehadiran Prabowo di perayaan May Day dua tahun berturut-turut disebut sebagai bukti kalau pemerintah lagi berusaha dekat dengan buruh.
Andi Gani minta satu hal penting: jangan langsung ambil kesimpulan dari video potongan.
“Jangan disimpulkan buruh menolak program pemerintah. Itu tidak benar,” ujarnya. (*)

