Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rayakan Hari Bhakti Pemasyarakatan, Petugas Lapas Summit Attack ke Sindoro
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Rayakan Hari Bhakti Pemasyarakatan, Petugas Lapas Summit Attack ke Sindoro

Biasanya peringatan hari besar instansi identik sama upacara formal atau potong tumpeng. Tapi yang ini beda jalur, secara harfiah. Jajaran petugas pemasyarakatan di Jateng merayakan Hari Bhakti Pemasyarakatan dengan naik gunung. Bukan sekadar cari udara segar, tapi juga bawa pesan soal solidaritas yang nggak berhenti di balik tembok lapas.

T. Budianto
Last updated: Mei 3, 2026 8:03 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PUNCAK SINDORO: Tim ekspedisi Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) foto bersama di puncak Gunung Sindoro (3.153 mdpl) , Temanggung, Sabtu, (2/5/2026) pagi. (Foto:Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 yang jatuh pada 27 April 2026 dirayakan dengan cara yang anti-mainstream. Tim dari Ditjen Pemasyarakatan Jateng menggelar ekspedisi pendakian ke Gunung Sindoro, Temanggung, akhir pekan lalu.

Pelepasan tim dilakukan langsung oleh Kakanwil Ditjenpas Jateng, Mardi Santoso, di basecamp jalur Kledung, Desa Kledung, Parakan, Temanggung, Jumat (1/5/2026) pagi.

Dalam sambutannya, Mardi menegaskan pendakian ini bukan sekadar seremoni, tapi simbol kebersamaan, soliditas, dan sinergi antarjajaran pemasyarakatan. Selain mempererat kekompakan, kegiatan ini juga jadi momentum buat lebih peduli pada alam sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mental.

Baca juga: Nggak Mau Kecolongan, Lapas Purwodadi Sidak Kamar Warga Binaan

“Kami mengapresiasi seluruh panitia dan peserta yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan tetap mengutamakan keselamatan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya. Ia berharap nilai-nilai kebersamaan yang didapat selama pendakian bisa terus kebawa ke rutinitas kerja sehari-hari.

Tim yang ikut pun bukan kaleng-kaleng. Deretan pejabat imigrasi dan pemasyarakatan turun langsung, Kabid Pembimbingan Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Jateng, Muhamad Susanni, Kalapas Kelas IIA Pasir Putih Nusakambangan Andi Yudho Sutijono sebagai ketua tim, hingga Kalapas Kelas IIB Batang Nurhamdan dan Kalapas Kelas IIB Purwodadi Erik Murdiyanto.

Rute Favorit

Total ada 89 peserta dari jajaran Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), termasuk dari Jateng, Lampung, DKI Jakarta hingga Sumbar. Mereka menempuh jalur Kledung, rute favorit pendaki Sindoro yang terkenal dengan trek nanjaknya yang “to the point”, tanpa basa-basi.

Perjalanan nggak cuma soal fisik, tapi juga soal mental. Tim sempat bermalam di Sunrise Camp di ketinggian 2.423 mdpl, spot yang terkenal dengan panorama matahari terbit yang bisa bikin capek terasa “worth it”.

Setelah itu, summit attack dimulai Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Dengan suhu dingin yang makin menusuk dan jalur yang makin menguras tenaga, tim akhirnya tiba di puncak Gunung Sindoro di ketinggian 3.153 mdpl sekitar pukul 05.30 WIB.

Baca juga: Di Lapas Semarang, Razia Narkoba Sampai 18 Kali Sebulan

Di puncak, mereka membentangkan banner Hari Bhakti Pemasyarakatan, simbol bahwa semangat pengabdian nggak cuma berhenti di kantor atau balik jeruji, tapi juga bisa terus naik sampai titik tertinggi.

Ketua tim, Andi Yudho Sutijono menegaskan, seluruh kegiatan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan. Prinsip zero accident jadi prioritas utama selama pendakian. “Alhamdulillah, semua berjalan lancar sejak naik hingga turun,” ucapnya.

Kadang, cara terbaik merayakan pengabdian memang bukan lewat pidato panjang atau ruang rapat ber-AC. Kadang cukup dengan menapaki tanjakan curam, ngos-ngosan bareng, lalu sadar kalau solidaritas itu paling terasa justru saat napas mulai tinggal setengah. (tebe)

You Might Also Like

Wali Kota Tinjau Banjir Genuk, Pompa Jalan, Perut Aman

Sekda: Jangan Sampai Koperasi Merah Putih Ikut “Rontok

Jadwal MBG Bisa Fleksibel, Ikut Hari Sekolah Biar Efisien

Ucapan Trump Makin Panas, Iran Malah Kian Susah Ditekan

Ketua Hanura Jateng Bambang Raya Diborgol, Tetap Nyengir dan Ngaku Nggak Salah

TAGGED:ditjenpas jatengheadlineKementerian Imipaslapas purwodadi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MELESTARIKAN BUDAYA - Sejumlah anak dari generasi Gen Z mengikuti workshop membuat Warak Ngendhog di TBRS, Minggu (2/5/2026). (dul) Menjaga Warisan, Menyentuh Generasi: Harapan dari Warak Ngendog hingga Teater
Next Article Kisah Haru Peserta SNC 2026 yang Ngotot Tampil Sampai Akhir

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tangis Ristia Pecah di Ruang Fraksi: Anak Saya Berangkat Sekolah, Pulangnya Penuh Memar

MAHASISWA MENGGUGAT - Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Jateng, menuntut evaluasi total dan penghentian program MBG, Rabu (17/6/2026). (dul)

Usai Jaga, Dokter Muda Undip Ikut Demo di Semarang: Harga Obat Naik saat Rupiah Lemah

BERI PENJELASAN - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memberi penjalasan kepada wartawan. (ist)

BOP RT Rp25 Juta Segera Cair, Wali Kota Semarang Pastikan Penggunaannya Dikawal Ketat

MAHASISWA MENGGUGAT - Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang berjalan kaki menuju gedung DPRD Jateng, menuntut evaluasi total dan penghentian program MBG, Rabu (17/6/2026). (dul)

Tak Ada Pejabat Temui Massa Aksi, PMII Semarang: Mengecewakan! Kami Datang Bawa Kajian

MENCERDASKAN ANAK BANGSA - Ilustrasi guru honorer sedang mengajar siswa. Meski mereka berjuang sekuat tenaga mencerdaskan anak bangsa, nasib mereka acap kali terbaikan oleh kebijakan.

Anggaran Lagi Diketatkan, Saleh Minta Nasib 1.814 Guru Honorer Jangan Diabaikan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Solo melantik pengurus DPC Gekrafs Surakarta periode 2026–2029, sekaligus peluncuran Project Solo Tourism Directory, Selasa (10/2/2026) malam di Taman Balekambang.
Info

Respati Dorong Gekrafs Jadi Motor Ekonomi Kreatif Solo, Bukan Organisasi Seremonial

Februari 11, 2026
Info

Fun Walk & Run PSMTI, Taj Yasin: Hidup Sehat Jangan Cuma Wacana

Mei 25, 2026
Info

1.037 Orang Ditangkap setelah Demo Agustus, Mahfud MD: Sejarah Baru

Desember 23, 2025
Daerah

Ultah ke-479, Semarang Bagi-Bagi “Hadiah”: Naik BRT Gratis, Wisata Free, Parkir Cuma 479 Perak!

April 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rayakan Hari Bhakti Pemasyarakatan, Petugas Lapas Summit Attack ke Sindoro
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?