Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Menjaga Warisan, Menyentuh Generasi: Harapan dari Warak Ngendog hingga Teater
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Menjaga Warisan, Menyentuh Generasi: Harapan dari Warak Ngendog hingga Teater

R. Izra
Last updated: Mei 3, 2026 7:53 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
MELESTARIKAN BUDAYA - Sejumlah anak dari generasi Gen Z mengikuti workshop membuat Warak Ngendhog di TBRS, Minggu (2/5/2026). (dul)
MELESTARIKAN BUDAYA - Sejumlah anak dari generasi Gen Z mengikuti workshop membuat Warak Ngendhog di TBRS, Minggu (2/5/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG — Di tengah dunia yang serba cepat dan digital, ada cerita-cerita yang tetap bertahan. Bukan karena kebetulan, tapi karena ada orang-orang yang memilih untuk menjaga.

Salah satunya datang dari sosok yang akrab disapa Mbah Prapto. Di usianya yang tak lagi muda, ia masih setia merawat budaya, sesuatu yang menurutnya mulai terasa jauh dari generasi sekarang.

Bagi Mbah Prapto, masalahnya bukan sekadar anak muda yang nggak kenal budaya. Tapi lebih ke mereka yang menjalani tanpa benar-benar memahami.

Bacaaja: Semarang Night Carnival 2026 Chaos: Diguyur Hujan Deras, Diiringi Banjir, Warga Kasih Sindiran Menohok
Bacaaja: Gelaran Semarang Night Carnival 2026 Dikalahkan Hujan, Penonton Auto Bubar Jalan

“Kalau cuma ikut-ikutan ritual tanpa tahu maknanya, ya selesai di situ saja,” ujarnya, Sabtu (02/05/2026).

Ia lalu bercerita soal Warak Ngendog, ikon khas Semarang yang sering muncul tiap menjelang Ramadan. Buat sebagian orang, Warak Ngendhog mungkin cuma simbol perayaan. Tapi di balik bentuknya yang unik, ada cerita panjang tentang pertemuan budaya.

Warak Ngendog, kata Mbah Prapto, adalah representasi akulturasi antara budaya Arab, Tionghoa, dan Jawa. Tiga latar belakang yang berbeda, tapi bisa hidup berdampingan dalam satu simbol.

Lebih dari itu, ada pesan yang lebih dalam. Tentang pengendalian diri, tentang menahan hawa nafsu, dan tentang kembali ke “fitrah”.

“Telur itu simbol kesucian. Kayak manusia yang kembali bersih setelah bisa mengendalikan diri,” jelasnya.

Di titik ini, budaya jadi bukan cuma soal tradisi. Tapi juga tentang nilai, yang kalau nggak dijaga, bisa pelan-pelan hilang.

Di sisi lain kota, cerita berbeda datang dari ruang latihan teater. Di sana, Nasrun M. Yunus mencoba memulai lagi sesuatu yang sempat redup: melatih aktor dari nol.

Menurutnya, tantangan di dunia teater sekarang cukup nyata. Minat anak muda masih ada, tapi sering kali nggak diiringi kesabaran.

“Banyak yang pengin langsung tampil. Padahal prosesnya panjang, dari olah napas, vokal, sampai penghayatan,” katanya.

Teater, buat Nasrun, bukan soal cepat tampil di panggung. Tapi soal perjalanan. Tentang latihan yang berulang, tentang jatuh-bangun, dan tentang proses yang nggak instan.

Masalahnya, di era sekarang, semua serba cepat. Hiburan juga berubah, lebih ringan, lebih instan, dan lebih mudah dicerna.

Di sinilah tantangannya: gimana bikin teater tetap relevan tanpa kehilangan rasa.

Nasrun percaya, kuncinya ada di inovasi. Menggabungkan unsur klasik dengan sentuhan modern, tanpa menghilangkan esensi.

Dua cerita ini mungkin datang dari dunia yang berbeda, budaya tradisional dan seni pertunjukan. Tapi keduanya punya keresahan yang sama: bagaimana cara tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Mbah Prapto menjaga lewat makna. Nasrun merawat lewat proses. Dan di antara keduanya, ada satu harapan yang sama, generasi muda nggak cuma jadi penonton, tapi juga penerus. Karena pada akhirnya, budaya bukan soal masa lalu. Tapi soal siapa yang mau membawanya ke masa depan. (dul)

You Might Also Like

Pertamina Ngebut Cari Energi Alternatif: Nggak Mau Bergantung Terus

Agustina Gaspol Atasi Sampah Organik Lewat Program Gumregah

Cara Ganjar Komunikasi dengan Demonstran ‘Bikin Kangen’ Aktivis Mahasiswa

Bukan Paru-paru Dunia, Asia Tenggara Penyumbang Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar

Singapura Negara Terkaya Nomor 1 Dunia, Indonesia? Sama Malaysia Aja Kalah Jauh

TAGGED:gen zpelestarian budayaSemarangtbrswarag ngendhog
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Terbang di Atas Air Terjun, Taj Yasin Jajal Paralayang Curug Sewu
Next Article Rayakan Hari Bhakti Pemasyarakatan, Petugas Lapas Summit Attack ke Sindoro

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Raffi Ahmad dan Willie Salim berfoto bersama di sela menghadiri acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu, 29 Oktober 2026.

Raffi Ahmad Kena Cancel Culture, Musisi hingga UMKM Ramai-ramai Boikot RANS Carnival

Kuliner legendaris Ayam Goreng Suharti.

Sejarah Kuliner Ayam Goreng Suharti: Dipisahkan Perceraian, Disatukan Keturunan

RUMAH MAKAN: Rumah makan legendaris Ayam Goreng Suharti di Krapyak, Kota Semarang. (ist)

Kabar Duka, Pendiri Ayam Goreng Suharti Meninggal Dunia pada Usia 86 Tahun

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jawa Tengah, Nadi Santoso, saat ditemui di kantornya, Kamis (29/10/2026). (dul)

Perangkat Desa Harus Mengundurkan Diri setelah Ditetapkan sebagai Calon Kades

ILUSTRASI: Kereta api sedang melaju di wilayah Daop 4 Semarang. (ist)

Cara Batalkan Tiket Kereta Api via Aplikasi Tanpa Harus ke Stasium

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pengendara melintas ke arah Jalan Gombel Baru yang dibikin dua arah setelah Jalan Gombel Lama ditutup mulai Senin (20/4/2026). (dul)
Info

Fix, Tambah Macet! Turunan Gombel Lama Resmi Ditutup untuk Perbaikan Jalan

April 20, 2026
Cik Mel bediri usai sidang pledoi di pengadilan. (bae)
Hukum

Protes Cik Mel dalam Sidang Kasus Korupsi BNI: Kenapa Cuma Saya?

Oktober 22, 2025
SEGEL RUSUN--Satpol PP menyegel kamar di Rusun Kudu, Kota Semarang, Rabu (19/8/2026). (ist)
Info

Puluhan Rusun Kudu Semarang Disegel, Satpol PP: Penghuni Gak Mau Bayar

Agustus 19, 2026
Tersangka Jogres digelandang dari kantor kejaksaan menuju tahanan, Selasa (23/9/2025). (bae)
Hukum

Tersangka Ketiga Karaoke Striptis Mansion Semarang, Jogres Ikut Atur Sediakan Jasa

September 23, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Menjaga Warisan, Menyentuh Generasi: Harapan dari Warak Ngendog hingga Teater
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?