BACAAJA, CILACAP – Momen kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Cilacap pada Rabu (29/4/2026) diwarnai kabar gak enak. Namun, kabar tersebut tak terungkap ke publik hingga Prabowo menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Cilacap.
Terlebih, kabar gak sedap ini menyangkut program prioritas Presiden Prabowo. Ya, ini terkait Makan Bergizi Gratis (MBG).
Puluhan santri putri di salah satu pondok pesantren di Kelurahan Gumilir, Cilacap Tengah, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bacaaja: MBG di Klaten Bikin Heboh: Makan Gratis, Bonus Mual?
Bacaaja: Soal MBG, Zulhas: Kalau Basi, Komplain Langsung ke SPPG, Nggak Usah Drama di Medsos
Meski sempat bikin panik, kondisi para santri kini berangsur membaik. Kepala Dinas Kesehatan Cilacap, Hasanuddin, menyebut dari total 40 santri dan 1 pengasuh yang sempat masuk IGD RSUD Cilacap, sebagian besar sudah pulih.
“Dari 22 yang sempat dirawat inap, sekarang sudah 21 orang pulang. Tinggal 1 yang masih dirawat,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Santri yang masih dirawat itu diketahui baru masuk rumah sakit sehari sebelumnya. Ia masih mengeluhkan mual dan pusing, sehingga belum diizinkan pulang.
Gejala yang dialami para santri sendiri relatif sama, mulai dari sakit perut, mual, muntah, hingga diare. Keluhan ini mulai dirasakan sejak Selasa (28/4/2026) malam, tak lama setelah mereka mengonsumsi makanan -atau sehari sebelum kunjungan Presiden Prabowo ke Cilacap.
Dugaan sementara mengarah pada menu MBG yang dikonsumsi para santri. Apalagi, kejadian ini muncul di waktu yang berdekatan dengan agenda kunjungan Presiden di Cilacap, yang juga berkaitan dengan program tersebut.
Meski begitu, penyebab pastinya masih belum bisa dipastikan. Dinas Kesehatan Cilacap sudah mengirim sampel makanan ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk diuji lebih lanjut.
“Masih menunggu hasil lab dari Semarang,” kata Hasanuddin.
Ia juga menegaskan, para santri tidak hanya mengonsumsi MBG, tetapi juga makanan lain dari lingkungan pesantren. Hal ini jadi salah satu faktor yang masih ditelusuri dalam proses investigasi.
Saat kejadian, tim dari Dinkes, puskesmas, hingga balai karantina kesehatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan cepat.
Kini, situasi sudah jauh lebih kondusif. Mayoritas santri sudah kembali ke aktivitasnya, sementara satu santri yang masih dirawat terus dipantau kondisinya.
Diketahui
Presiden Presiden Prabowo Subianto memimpin groundbreaking 13 proyek hilirisasi tahap II saat kunjungan kerja di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). (*)

