BACAAJA, SEMARANG- Lapas Kelas I Semarang menyebut pengawasan peredaran narkoba di dalam penjara terus diperketat. Salah satu langkah yang digenjot adalah razia rutin yang intensitasnya cukup tinggi.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari bilang, dalam sebulan razia bisa dilakukan hingga 18 kali. Kegiatan ini digelar secara acak dan menyasar seluruh blok hunian tanpa pandang jenis perkara napi.
Baca juga: Napi Berduit Bisa Makan Sesuai Selera, Warung Simbok Dalem Buka di Lapas Semarang
Artinya, hampir tiap dua hari ada pemeriksaan. Mulai dari blok pidana umum, narkotika, sampai korupsi, semua ikut disisir. Razia ini juga nggak jalan sendiri. Petugas lapas menggandeng aparat lain seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk ikut mengawasi.
Selain penggeledahan, tes urine juga dilakukan secara acak. Nggak cuma warga binaan, petugas pun ikut diperiksa untuk memastikan semuanya bersih. Pengawasan makin diperketat di area kunjungan. Barang bawaan pengunjung dicek detail biar nggak ada celah penyelundupan.
Perkuat Pengawasan
Langkah ini bagian dari komitmen bersih dari narkoba. “Kami terus memperkuat pengawasan melalui razia rutin, tes urine, serta sinergi dengan aparat penegak hukum. Semua ini dilakukan untuk memastikan lingkungan Lapas tetap aman dan terkendali,” ujarnya.
Ia berharap langkah ini bisa terus konsisten. Agar lapas tetap aman dan bebas dari peredaran narkoba. Sebelumnya Polda Jawa Tengah menangkap dua perempuan yang diduga hendak mengantarkan narkoba pesanan narapidana di Lapas Semarang.
Baca juga:
Pada kasus lain, nama Robig Zaenudin juga sempat jadi sorotan. Napi yang merupakan pecatan polisi itu diisukan pernah mengendalikan peredaran narkoba dari dalam lapas, meski hingga kini masih dalam proses penyelidikan.
Razia boleh makin sering, pengawasan makin ketat. Tapi kalau narkoba masih bisa “nitip lewat celah”, jangan-jangan yang harus diperiksa bukan cuma kamar napi, tapi juga sistem yang katanya sudah rapat. (bae)

