BACAAJA, SEMARANG – Suasana di Lapas Kelas I Semarang kini beda. Napi sekarang punya opsi makan lebih variatif, nggak melulu itu-itu saja.
Hal ini setelah diresmikannya Warung “Simbok Dalem” di area kunjungan dalam lapas, Selasa (27/4/2026). Peresmian dilakukan langsung Kepala Lapas beserta jajarannya.
Warung ini jadi tempat baru buat warga binaan dan petugas cari makan. Menunya lumayan lengkap, dari nasi pecel, nasi rames, soto sampai rawon.
Bacaaja: Beda Hasil Tes Urine Robig Zaenudin: Polda Bilang Positif, Lapas Negatif, Mana yang Valid?
Bacaaja: Ajak Pejabat Intip Lapas, Gubernur Kasih Peringatan Halus
Soal harga juga masih ramah kantong. Seporsinya dibanderol sekitar Rp15 ribu sampai Rp35 ribu.
Pengelolaannya digarap pihak ketiga. Tujuannya biar layanan konsumsi di dalam lapas makin optimal dan tetap terjaga kualitasnya.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, bilang ini bagian dari peningkatan layanan. Terutama soal pemenuhan makan yang layak, higienis, dan terjangkau.
“Peresmian Warung ‘Simbok Dalam’ ini merupakan langkah nyata kami dalam meningkatkan pelayanan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi yang layak, higienis, dan terjangkau bagi warga binaan maupun petugas,” ujarnya.
Ke depan, warung ini gak cuma jadi tempat makan. Tapi juga bakal jadi sarana pembinaan buat warga binaan.
“Kami merencanakan keterlibatan warga binaan dalam pengelolaan warung ini, sehingga mereka dapat memperoleh keterampilan di bidang kuliner dan kewirausahaan. Ini menjadi bekal penting bagi mereka saat kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Lewat program ini, lapas ingin lebih dari sekadar tempat pembinaan. Tapi juga jadi ruang belajar supaya warga binaan bisa mandiri saat bebas nanti. (bae)

