BACAAJA, BEKASI – Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kereta dan satu taksi listrik di Stasiun Bekasi Timur bikin publik shock. Dari hasil rangkuman kronologi sementara, insiden ini ternyata terjadi dalam dua fase yang saling berkaitan—dan semuanya bermula dari satu mobil yang mogok di rel.
Sekitar pukul 20.50 WIB, sebuah taksi listrik mengalami kendala saat melintas di perlintasan JPL 85. Mobil tersebut diduga mogok tepat di atas rel dan nggak bisa segera dievakuasi.
Nggak lama, KRL pertama yang melintas mencoba mengerem, tapi tetap terjadi benturan. Taksi terseret hingga sekitar 100 meter.
Bacaaja: Detik-detik Tabrakan Maut KRL vs Argo Bromo: Dipicu Taksi Listrik Mogok di Tengah Rel Kereta
Bacaaja: Korban Tewas Kecelakaan Beruntun KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang
Dampaknya? Perjalanan KRL langsung terganggu.
Akibat insiden pertama, satu rangkaian KRL lain yang berada di belakang akhirnya berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Posisi kereta dalam kondisi diam, menunggu jalur dinyatakan aman. Tapi justru di titik ini, situasi berubah jadi lebih fatal.
Tanpa diduga, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang langsung menghantam KRL yang sedang berhenti. Benturan keras nggak terhindarkan.
Bagian paling parah ada di gerbong wanita yang berada di posisi paling belakang. Struktur gerbong ringsek berat akibat hantaman langsung.
Setelah tabrakan, suasana di dalam kereta langsung chaos. Penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan berbagai cara, termasuk memecahkan kaca jendela untuk keluar dari gerbong.
Banyak korban dilaporkan sempat terjebak di dalam rangkaian yang rusak.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai instansi dan berlangsung hingga sekitar delapan jam. Petugas harus ekstra hati-hati karena kondisi gerbong yang hancur dan masih ada korban terjepit.
Korban kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyebut proses identifikasi masih berjalan dan masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga diminta segera melapor.
Imbas kecelakaan ini, operasional KRL lintas Cikarang sempat dihentikan. Pihak KAI Commuter menyatakan perjalanan hanya dilayani sampai Stasiun Bekasi untuk sementara waktu.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengimbau penumpang menyesuaikan perjalanan dan mengikuti arahan petugas.
Sebagai alternatif, TransJakarta juga menyediakan shuttle bus dari Bekasi Timur ke Stasiun Bekasi.
Rangkaian kejadian ini nunjukin satu hal penting: gangguan kecil di perlintasan rel bisa berujung ke tragedi besar kalau nggak ditangani cepat.
Hingga kini, penyebab pasti masih didalami. Tapi satu yang jelas, insiden ini jadi peringatan keras soal pentingnya keselamatan di jalur kereta. (*)

