Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pendapa Riuh, 569 Calhaj Purbalingga Siap Terbang Bareng
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pendapa Riuh, 569 Calhaj Purbalingga Siap Terbang Bareng

Sebanyak 569 calon jemaah haji itu akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang, yakni Kloter 68 dan Kloter 69. Mereka dijadwalkan berangkat melalui Bandara Adi Soemarmo Solo pada 14 dan 15 Mei 2026. Jadwal tersebut kini jadi hitungan mundur yang ditunggu para jemaah dan keluarga masing-masing.

Nugroho P.
Last updated: April 27, 2026 9:23 am
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
Sebanyak 569 calon jemaah haji itu akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang, yakni Kloter 68 dan Kloter 69. Mereka dijadwalkan berangkat melalui Bandara Adi Soemarmo Solo pada 14 dan 15 Mei 2026. Jadwal tersebut kini jadi hitungan mundur yang ditunggu para jemaah dan keluarga masing-masing.
SHARE

BACAAJA, PURBALINGGA – Suasana Pendapa Dipokusumo Purbalingga mendadak penuh haru dan semangat saat ratusan calon jemaah haji resmi dilepas menuju Tanah Suci. Momen itu bukan sekadar acara seremonial biasa, tapi jadi titik awal perjalanan besar bagi 569 warga Purbalingga yang sudah lama menanti giliran berangkat. Wajah bahagia, doa keluarga, hingga pelukan hangat terasa menyatu dalam satu suasana yang bikin hati ikut tersentuh.

Sebanyak 569 calon jemaah haji itu akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang, yakni Kloter 68 dan Kloter 69. Mereka dijadwalkan berangkat melalui Bandara Adi Soemarmo Solo pada 14 dan 15 Mei 2026. Jadwal tersebut kini jadi hitungan mundur yang ditunggu para jemaah dan keluarga masing-masing.

Bupati Purbalingga, Fahmi M Hanif, hadir langsung melepas keberangkatan para tamu Allah itu. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tak ingin para jemaah berangkat dengan rasa khawatir. Karena itu, dukungan penuh sudah disiapkan sejak jauh hari agar perjalanan bisa berlangsung nyaman dan tertata.

Menurut Fahmi, fasilitas yang disiapkan bukan hal kecil. Pemerintah daerah menyiapkan bus transportasi menuju asrama haji, pengangkutan koper, distribusi air zamzam saat pulang nanti, layanan kesehatan, hingga seragam dan paket bekal untuk para jemaah. Semua itu disiapkan agar calon haji bisa lebih fokus beribadah tanpa direpotkan urusan teknis.

Fahmi yang pernah menunaikan ibadah haji pada 2023 juga membagikan pengalaman pribadi kepada para jemaah. Ia mengingatkan bahwa perjalanan haji bukan sekadar soal fisik kuat, tapi juga butuh kesiapan mental dan daya tahan tubuh. Cuaca berbeda, aktivitas padat, serta mobilitas tinggi jadi tantangan yang harus dihadapi dengan tenang.

Ia menekankan bahwa menjaga kesehatan sejak berangkat sampai pulang adalah hal utama. Menurutnya, ibadah akan terasa lebih maksimal jika kondisi badan tetap prima. Karena itu, jemaah diminta cukup istirahat, makan teratur, minum air yang cukup, dan tidak memaksakan diri saat tubuh sedang lelah.

Selain kesehatan, Fahmi juga menyoroti pentingnya masa adaptasi setibanya di Mekkah. Para jemaah diminta tidak terburu-buru menguras tenaga di hari-hari awal. Waktu penyesuaian dianggap penting agar tubuh bisa beradaptasi dengan suhu dan ritme aktivitas di sana.

Ia juga mengingatkan agar kesempatan di Tanah Suci benar-benar dipakai untuk memperbanyak ibadah. Momen haji disebut sebagai kesempatan istimewa yang belum tentu datang dua kali dalam hidup seseorang. Karena itu, fokus spiritual dinilai jauh lebih penting dibanding hal-hal lain yang kurang perlu.

Pesan lain yang tak kalah ditekankan adalah soal kebersamaan antarjemaah. Dalam rombongan besar, solidaritas menjadi modal penting. Saling bantu saat ada yang kesulitan, saling mengingatkan jadwal, hingga menjaga teman sekamar disebut bisa sangat membantu kelancaran ibadah.

Menurut Fahmi, jumlah petugas yang mendampingi tentu terbatas dibanding total jemaah yang berangkat. Karena itu, budaya gotong royong antarjemaah harus terus dijaga. Jika satu orang kesulitan, yang lain diharapkan sigap membantu tanpa menunggu diminta.

Di akhir sambutannya, Fahmi menyampaikan doa agar seluruh jemaah diberi kesehatan, kelancaran, dan keselamatan selama perjalanan. Ia berharap semua bisa kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur dan mabrurah, serta membawa perubahan baik bagi keluarga dan lingkungan.

Tak hanya itu, ia juga menitipkan doa khusus agar Kabupaten Purbalingga semakin maju dan masyarakatnya makin sejahtera. Pesan itu disampaikan dengan hangat, menandakan bahwa keberangkatan haji bukan cuma urusan pribadi, tetapi juga membawa harapan untuk daerah asal.

Sementara itu, laporan panitia menyebut komposisi jemaah tahun ini cukup beragam. Dari total 569 orang, sebanyak 215 jemaah berusia di atas 65 tahun. Sisanya, 354 orang berada di bawah usia tersebut. Data ini menunjukkan pentingnya layanan kesehatan dan pendampingan selama perjalanan.

Jemaah termuda tahun ini tercatat berusia 17 tahun, yakni Aulia Kumara Danti dari Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang. Kehadiran jemaah muda menjadi gambaran bahwa antrean panjang haji kini mulai menyentuh generasi yang lebih muda.

Di sisi lain, jemaah tertua berusia 84 tahun atas nama Siti Sopiyah dari Desa Darma, Kecamatan Kertanegara. Semangatnya menjadi bukti bahwa usia tak menghalangi niat kuat untuk menyempurnakan rukun Islam kelima.

Perbedaan usia yang cukup jauh di antara para jemaah justru menambah warna keberangkatan tahun ini. Ada yang muda dan energik, ada pula yang senior dengan pengalaman hidup panjang. Keduanya diharapkan bisa saling melengkapi selama perjalanan.

Bagi keluarga yang melepas, momen ini tentu penuh campur aduk perasaan. Ada bangga, haru, sekaligus cemas. Namun semua itu biasanya berubah menjadi tenang ketika melihat persiapan yang matang dan dukungan pemerintah yang cukup lengkap.

Keberangkatan haji memang selalu membawa cerita tersendiri di tiap daerah. Di Purbalingga, angka 569 jemaah tahun ini menjadi kabar menggembirakan karena menunjukkan tingginya semangat masyarakat untuk menunaikan ibadah.

Kini, para calon jemaah tinggal menunggu hari keberangkatan. Koper mulai disusun, dokumen dicek ulang, dan doa-doa terus dipanjatkan dari rumah masing-masing. Suasana menjelang berangkat biasanya jadi masa paling berkesan.

Jika tak ada perubahan jadwal, pertengahan Mei nanti rombongan asal Purbalingga akan mulai bergerak menuju embarkasi Solo. Dari sana, perjalanan panjang menuju Tanah Suci benar-benar dimulai.

Purbalingga pun kembali mengantar warganya menuju ibadah suci dengan penuh harapan. Semoga seluruh jemaah diberi kemudahan di setiap langkah, sehat selama menjalankan rangkaian ibadah, dan pulang membawa keberkahan untuk kampung halaman. (*)

You Might Also Like

Stabilisasi Harga Pangan, Pemprov Andalkan Gerakan Pangan Murah

Bupati Pati Sudewo Dilempari Massa saat Temui Demonstran: Saya Mohon Maaf

TP PKK Solo Meet Up Bareng Iriana, Vanessa Respati Spill Program Berdampak untuk Warga

Nonongan Bakal Disulap Jadi Spot Wisata Baru Solo, Respati Serap Aspirasi Warga

Pansus Hak Angket DPRD Pati Gandeng Pakar Hukum, Siap “Kupas” Kebijakan Bupati

TAGGED:berangkat hajihajipurbalingga
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jalur KA Semarang-Rembang Mau Dihidupkan Lagi, Seberapa Penting?
Next Article Bisnis Haram dari Balik Jeruji: Kurirnya Justru Keluarga Sendiri

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sebelum Menikah Prioritas Saya adalah Menghafal Alquran

Semarang Disulap Jadi “War Room” MBG, Pakar Dunia Turun Gunung

Bupati Temanggung Agus Gondrong bersama warga dan perwakilan perusahaan rokok menghadiri prosesi 'Wiwitan' atau mengawali musim tanam tembakau di Lereng Sumbing.

Wiwitan di Lereng Sumbing: saat Doa dan Benih Tembakau Bertemu di Awal Musim Tanam

Peta jalur rel Semarang-Rembang dan kolase foto kondisi stasiun yang berubah fungsi. (ist)

Reaktivasi Jalur Kereta Api Semarang-Rembang, Penting Banget Gak Sih?

MBG: Keren di Konsep, “Anyep” di Lapangan, Akademisi Spill Masalahnya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Solo Respati Ardi.
Info

Hemat Energi, Wali Kota Solo Dorong ASN Naik Transportasi Publik dan Bike to Work

Maret 31, 2026
Nasional

Ramai Angka Triliunan untuk Kaos Kaki, BGN Bilang Faktanya Nggak Segitu

April 14, 2026
Ilustrasi kebun sawit.
Info

Izin 128.000 Hektare Hutan Papua untuk Sawit Diam-diam Terbit, Masyarakat Adat Murka

Desember 18, 2025
Ilustrasi anak-anak korban keracunan massal mendapat perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.
Info

Keracunan MBG di Garut Pecahkan Rekor, 657 Siswa Jadi Korban

September 20, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pendapa Riuh, 569 Calhaj Purbalingga Siap Terbang Bareng
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?