Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Masuk Tiga Besar Kota Paling Toleran
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Semarang Masuk Tiga Besar Kota Paling Toleran

Semarang lagi-lagi bikin bangga. Bukan soal kuliner atau wisatanya, tapi soal vibes hidup bareng yang adem ayem. Tahun 2025 ini, kota lumpia sukses nangkring di posisi tiga besar kota paling toleran di Indonesia. Bukan kebetulan, tapi hasil dari konsistensi yang pelan-pelan naik level.

T. Budianto
Last updated: April 24, 2026 12:54 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
SAHUR DI PURA: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid menghadiri sahur bersama di Pura Agung Giri Natha, Semarang saat Ramadan lalu. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kota Semarang resmi masuk peringkat tiga nasional dalam ajang Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang digelar SETARA Institute di Jakarta, Rabu (22/4/2026). Penghargaan ini diterima Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, yang diwakili Kepala Kesbangpol Kota Semarang, Bambang Pramusinto.

Penilaian IKT sendiri nggak main-main. Ada 94 kota di seluruh Indonesia yang dinilai, dengan fokus utama pada kebebasan beragama dan inklusi sosial. Dan Semarang berhasil membuktikan diri sebagai salah satu yang terbaik.

Baca juga: Ogoh-Ogoh Turun ke Jalan, Semarang Siap Pesta Toleransi

Agustina menyebut capaian ini bukan garis finish. Justru jadi pengingat kalau menjaga keberagaman itu kerja panjang yang nggak ada jedanya. “Ini bukan akhir, tapi pengingat bahwa merawat keberagaman itu tugas yang terus berjalan,” ujarnya.

Kalau dilihat ke belakang, perjalanan Semarang memang nggak instan. Dari peringkat 12 di tahun 2021, naik ke 7 di 2022, lalu 5 di 2023, dan sekarang tembus posisi 3. Grafiknya jelas: naik terus.

Menurut Agustina, toleransi di Semarang itu bukan sekadar slogan atau acara seremoni. Tapi benar-benar hidup di keseharian warganya. Mulai dari kampung, tempat ibadah, sampai ruang publik, semuanya jadi ruang interaksi lintas perbedaan.

Taman Bunga

Ia bahkan mengibaratkan keberagaman di Semarang seperti taman bunga. Nggak perlu dipaksa indah, tapi tetap tumbuh, memberi warna, dan bikin hidup lebih hidup. “Yang penting tugas kami memastikan taman itu tetap terawat,” tambahnya.

Pemerintah Kota Semarang juga menegaskan, kunci dari semua ini ada di kebijakan yang inklusif dan hubungan antarwarga yang hangat. Kolaborasi lintas iman dan komunitas jadi fondasi kuat yang terus dijaga.

Baca juga: Semarang Bicara Toleransi: Agustina dan Sinta Nuriyah Kirim Pesan Harmoni

Penghargaan ini pun diharapkan bukan sekadar simbol, tapi jadi pemicu semangat semua pihak, mulai dari tokoh agama sampai generasi muda, buat terus menjaga harmoni sosial.

Di saat banyak tempat sibuk debat soal perbedaan, Semarang justru santai jalan bareng di tengah keberagaman. Mungkin memang, toleransi itu bukan soal siapa paling keras bicara, tapi siapa yang paling konsisten hidup berdampingan. (tebe)

You Might Also Like

Semeru Erupsi Lagi, Puan: Utamakan Nyawa Warga & Pendaki, Bukan Konten

Siap Hadapi El Nino Ekstrem Pompa Air Disiapkan Massal

Sudah Ada Koperasi Merah Putih, Awas Alfamart dan Indomart Jangan Ekspansi ke Desa

Pansus Hak Angket DPRD Pati Gandeng Pakar Hukum, Siap “Kupas” Kebijakan Bupati

Libur Ramadhan Nggak Full, Sekolah Tetap Jalan Santai

TAGGED:agustina wilujengheadlinepemkot semarangtoleransi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article 263 Napi ‘High Risk’ Dipindah ke Nusakambangan
Next Article Keluarga korban penembakan didampingi kuasa hukumnya, Zainal Petir, memberi pernyataan usai mendengar sidang tuntutan terdakwa Robig Zaenudin di PN Semarang, Selasa (872025). (bae) Robig di Pusaran Narkoba, Petir: Kenapa Seolah Sejak Awal Dilindungi?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Langit Madinah Berduka, Jemaah Tegal Tutup Perjalanan

Saat Tubuh Berbalik Arah, Autoimun Makin Dekat

Duka Lebanon Menggema, Rico Gugur Dunia Ikut Menoleh

Rudy Bilang Kabar Gelap Menutup Cerah Kaltim

Batuk Tak Pergi, Paru Bisa Kirim Alarm Dini

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Minum Kopi Jangan Asal, Ada Doanya, Warisan Para Sufi

September 27, 2025
Plesir

Kota Lama Lagi Viral di Dunia Nyata: Wisatawan Meledak, Semua Hotel Nyaris Full!

Maret 27, 2026
Pendidikan

Geger di Banyumas!! Kacang Rebus Jadi Menu MBG, Warganet Ragukan Standar Gizi

September 19, 2025
Info

Dekranasda Dorong Batik Jateng Naik Kelas

April 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Masuk Tiga Besar Kota Paling Toleran
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?